Kebersihan merupakan salah satu hal penting dalam elemen kehidupan yang akan mempengaruhi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Kebersihan akan menjadi salah satu upaya untuk mencapai kesehatan baik jasmani maupun rohani. Namun, saat ini keadaan kebersihan dan kesehatan di sekitar kita memprihatinkan. Oleh karena itu, masih perlu peningkatan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan penyediaan sarana prasarana yang mendukung.
Untuk berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan, salah Tim PKM-M USD melakukan penyuluhan dan pembuatan tempat penampungan akhir sampah di Dusun Sabrang, Desa Argomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 16 April 2014. Tim PKM-M ini diketuai oleh Lisa Sudaryanto (Farmasi, 2011), dengan empat anggota yaitu Brigitta Rosalia Nurmalita (Farmasi, 2011), Angela Irena Sumartono (Farmasi, 2011), Helen Puspitaningrum (Pendidikan Fisika, 2011), dan Mariana Boscha (Manajemen, 2013), dengan dosen pembimbing Ibu Aris Widayati, M.Si., Apt., PhD.
Materi penyuluhan meliputi arti penting kesehatan, arti sampah, akibat membuang sampah sembarangan, beda sampah organik dan anorganik. Tim ini juga membantu warga untuk mempermudah pembuangan sampah dengan membangun sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Pembangunan TPA sampah dilakukan pada hari Senin, 21 April 2014. TPA sampah yang dibangun ini berukuran 4 meter x 3 meter, dengan bentuk persegi yang disekat tengahnya untuk membedakan antara sampah organik dan sampah anorganik. Diberikan pula kepada 75 kepala keluarga masing-masing 2 buah tempat sampah untuk digunakan di masing-masing rumah. Penyampaian mekanisme pembuangan sampah yaitu dimulai dengan memisahkan sampah organik dan sampah anorganik pada tempat sampah yang berbeda, setelah penuh sampah dibawa ke TPA. TPA sampah yang sudah penuh untuk sampah organik bisa dibuat pupuk kompos, bisa juga dibakar. Untuk sampah anorganik seperti plastik, Tim PKM-M menyarankan untuk dijual kembali atau dibuat sebuah kerajinan yang bisa menghasilkan uang.
Tim juga melakukan pendampingan dengan monitoring ke lokasi. Tim meninjau secara berkala apakah program ini benar-benar digunakan secara tepat oleh warga. Tingkat kemanfaatan program ini disimpulkan berdasarkan hasil kuisioner yang dibagikan ke warga dan wawancara yang dilakukan ke beberapa warga. Antusiasme warga dalam program ini sangat baik dan warga mengaku merasakan manfaatnya. “Kami sangat senang dengan diadakannya kegiatan ini dan kami menerima program tersebut di dusun ini“ ungkap Bapak Sartono selaku Kadus di lokasi pembangunan TPA sampah. (LS)




