USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

PKM-M Cosmic Education: Indonesiaku, Nusantaraku

diupdate: 13 tahun yang lalu


Di jaman modern sekarang ini, perkembangan terjadi di berbagai bidang di antaranya adalah bidang teknologi dan informasi. Perkembangan ini tidak dapat dihindari oleh negara manapun, termasuk Indonesia. Perkembangan yang mendunia ini memberikan dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif yang tidak dapat kita pungkiri adalah semakin tidak pekanya masyarakat terhadap lingkungan sekitar, khususnya kondisi bangsanya itu sendiri. Hal ini menyebabkan semakin menipisnya rasa cinta tanah air, terlihat pada minimnya pengetahuan generasi muda akan budaya Indonesia dan diperparah lagi dengan kondisi masyarakat yang lebih tertarik pada budaya barat yang jauh dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Permasalahan tersebut menggerakkan beberapa mahasiswa Universitas Sanata Dharma untuk menanamkan pengetahuan akan kebudayaan Indonesia melalui suatu Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M). Program tersebut berjudul “Cosmic Education Sebagai Media untuk Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air pada Anak”. PKM-M Cosmic Education ini merupakan program dari usulan proposal mahasiswa yang didanai oleh DIKTI pada tahun 2014. Tim PKM-M Cosmic Education terdiri dari Bernadeta Tri Hardiyanti (PGSD 2012) selaku Ketua, Anastasia Putranti Sidharta (PGSD 2012), Paulus Yuli Suseno (PGSD 2013), Danik Puspita Sari (PGSD 2010), Catherina Nilam Permata Sari (PBI 2012), dan Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi.,M.A. selaku dosen pendamping.
PKM-M Cosmic Education dilaksanakan pada bulan Februari – Juni 2014 di Kelas V SD Negeri Nanggulan yang beralamat di Nanggulan, Maguwoharjo, Depok, Sleman. PKM-M Cosmic Education dilaksanakan di SD tersebut karena berdasarkan hasil tes, anak-anak Kelas V memiliki pemahaman yang rendah akan budaya Indonesia. Wawancara Tim Cosmic Education kepada Ibu Suryaningsih, S.Pd. selaku Wali Kelas V, menyatakan bahwa siswa masih kurang aktif dalam pembelajaran IPS tentang kebudayaan Indonesia karena kurangnya media yang dapat membantu dalam menyampaikan materi tersebut.
Cosmic Education mempelajari tentang seluruh alam, interaksi individu dengan alam, kesadaran seseorang sebagai individu yang hidup di alam, hubungan individu satu dengan yang lain, dan perbedaan kebudayaan yang ada di dunia. Tim PKM-M Cosmic Education mengadaptasi media Cosmic Education Montessori untuk mempelajari materi tentang kebudayaan Indonesia yang meliputi pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, dan alat musik tradisional.
Dalam proses mempelajari materi, Kelas V dibagi menjadi 4 kelompok dan setiap kelompok mempelajari topik yang berbeda dengan menggunakan media Cosmic Education. Media Cosmic Education terdiri dari bendera, kartu, dan peta timbul Indonesia. Peta timbul Indonesia dibuat dari bubur kertas dan serbuk kayu dan pada setiap provinsi terdapat lubang yang berfungsi untuk menancapkan bendera. Bendera Cosmic Education berisi gambar kebudayaan dari setiap provinsi yang ada di Indonesia yang nantinya akan ditancapkan pada papan peta timbul. Komponen yang terakhir adalah kartu Cosmic Education yang berisi gambar kebudayaan, sama seperti yang terdapat pada bendera Cosmic Education. Perbedaanya adalah pada kartu terdapat penjelasan singkat mengenai gambar kebudayaan yang tercantum. Kartu ini digunakan sebagai kontrol kesalahan ketika menggunakan media Cosmic Education. Pada awal pelaksanaan program, anak merasa canggung dan asing ketika tim mengajak anak untuk belajar dengan media Cosmic Education. Namun, lama-kelamaan anak mulai terbiasa dan terlihat antusias dalam bercerita dan menancapkan bendera.
Tim Cosmic Education melakukan pre-test dan post test untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa di SD Negeri Nanggulan. Hasil tes menunjukkan bahwa pemahaman siswa meningkat sebesar 96% dari 3,25 pada pre-test menjadi 6,39 pada post test. Dengan meningkatnya pemahaman anak akan budaya Indonesia, rasa cinta tanah air anak pun dapat meningkat.  (DN)

  kembali