USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Perayaan Ekaristi Akhir Semester 2013/2014: "1 Persen Jenius, 99 Persen Kerja Keras"

diupdate: 13 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma bekerja sama dengan Campus Ministri dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) "Cana" pada hari Jumat, 30 mei 2014 mengadakan perayaan Ekaristi tutup Tahun Akademik 2013/2014 di kapel Bellamirnus Mrican untuk Kampus 1 dan 2 USD. Perayaan Ekaristi yang dilakukan sebagai wujud syukur atas terselenggaranya kegiatan pembelajaran tahun akademik 2013.2014 ini juga memohon berkat bagi penyelenggaraan Ujian Akhir Semester yang berlangsung mulai hari Senin tanggal 2 Juni 2014, agar berlangsung dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan sesuai dengan apa yang diharapkan. Perayaan Ekaristi ini mengambil tema "Studiku, Perjuanganku, Persembahanku untukMu", dipimpin oleh Rm. Harry Susanto, SJ, dihadiri sivitas akademika Universitas Sanata Dharma.
 "Studi dan perjuangan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Studi membutuhkan kesabaran, ketekunan, tekad, dan komitmen. Karena itu, studi merupakan sebuah perjuangan. Dalam berbagai kegiatan studi, kita berjuang untuk mencapai cita-cita. Pada jaman sekarang, banyak orang muda yang mudah mengeluh atau gampang tergoda oleh berbagai kesenangan, sehingga lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya. Terkadang semangat atau tekad yang mereka miliki mudah pudar karena berbagai tantangan dan mereka pun makin jauh dari cita-cita dan mimpi masa muda yang telah mereka bangun. Maka pada perayaan Ekaristi tutup tahun akademik ini, UKM Cana mengusulkan tema ini, untuk sarana memohon rahmat Tuhan agar sebagai orang muda, semangat belajar kita terus bernyala di tengah berbagai tantangan dan godaan." demikian diungkapkan oleh Yohanna Augusta, mahasiswi PBSI 2012 yang menjadi salah satu Panitia Cana.
Dalam homili yang diberikan oleh Romo Harry Susanto, SJ, beliau bercerita tentang seorang ilmuwan terkenal bernama Thomas Alva Edison yang telah menemukan berbagai penemuan penting dunia seperti listrik, lampu bohlam, dll. Dikatakan bahwa di dalam penemuan-penemuannya, ilmuwan terkenal tersebut melakukan percobaan tidak hanya dengan satu kali saja, tetapi justru sebanyak 10.000 kali. Ternyata proses perjuangan untuk mencapai hasil yang terbaik itu tidak sekali jadi, perlu usaha terus menerus untuk mengusahakan atau mencapai hasil yang terbaik. Maka aneh bila para mahasiswa di kampus ini masih menerapkan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam), karena bukan hanya akan menguras energi yang terlalu banyak tetapi juga menjadikan perolehan hasil yang kurang optimal. Good prepare, good result, demikian pepatah yang tepat kita simpulkan di dalam permenungan perayaan Ekaristi ini.
Romo Harry Susanto, SJ juga mengatakan di dalam homilinya bahwa rahmat Tuhan hadir lewat perjuangan usaha kita untuk mau berusaha dan berjuang semampu kita. Serahkan semuanya pada Tuhan dan usahakanlah yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Usaha keras sama dengan hasil yang optimal. Sesuai dengan bacaan mengenai talenta, kita dianugerahi berbagai talenta atau kekayaan kemampuan oleh Tuhan. Tugas kita adalah mengasah dan mendayagunakan kemampuan yang telah kita terima sebagai bentuk sikap syukur kita. Maka hidup kita digunakan untuk berjuang, lahir untuk berjuang. Dan kita menyerahkan segala cita-cita, kerja keras, dan perjuangan kita kepada Tuhan, semoga Ia berkenan melimpahi rahmat dan mengabulkan harapan serta doa kita. (FXAP & AAW)

  kembali