USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Peran Auditor Internal dan Eksternal dalam Penerapan Good Corporate Governance

diupdate: 13 tahun yang lalu


“Menjaga etika merupakan hal yang paling dasar dan paling penting dalam menciptakan tata kelola perusahaan yang baik”. Itulah ucapan dari seorang guru besar Prof. Dr. Hiro Tugiman, Akt., QIA, CRMP yang menjadi Keynote dalam seminar bertajuk Peran Auditor Internal dan Eksternal dalam Penerapan Good Corporate Governance (GCG).  Seminar ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Mei 2014 di Ruang Koendjono, Gedung Pusat, Universitas Sanata Dharma (USD), dihadiri sekitar 250 peserta yang berasal dari mahasiswa USD dan  praktisi di bidang akuntansi dari luar USD. Seminar yang diselenggarakan program studi Akuntansi ini merupakan kerjasama antara program studi Akuntansi, Program Pendidikan Akuntansi, dan Alumni Akuntansi USD.
Seminar ini menjadi istimewa karena hadirnya para akademisi dan praktisi di bidang akuntansi yang menjadi pembicara utama, selain Prof. Hiro Tugiman yang menjadi keynote, beberapa pembicara utama dalam seminar ini adalah Th. Ch. Hary Saputro, S.E (Auditor Forensic PT Indosat, Tbk), Yuliana Trisnawati, S.E (Auditor di KAP Ernst & Young), Dr. Fr Reni Retno Anggraini, M.Si.,Akt (dosen prodi Akuntansi USD), dan Dr. FA. Joko Siswanto, M.M.,Akt.,QIA (dosen prodi Akuntansi USD). Seminar dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama fokus pada peran Auditor Internal dengan moderator Antonius Diksa Kuntara, S.E.,MFA.,QIA (dosen prodi Akuntansi USD) dan sesi kedua fokus pada peran auditor eksternal dengan moderator Gisilowati Dian Purnama, S.E (Auditor salah satu KAP di Jawa Tengah).
Prof. Hiro Tugiman menekankan kepada setiap peserta seminar yang hadir bahwa terdapat tiga aspek penting dalam menerapkan GCG dengan baik. Tiga aspek tersebut adalah Internal Control, Risk Management, dan Corporate Governance. Setiap Tata Kelola Perusahaan atau Good Corporate Governance tidak akan terlihat baik jika perusahaan tidak melaksanakan salah satu aspek tersebut. Prof. Hiro menambahkan bahwa aspek Internal Control adalah aspek pertama yang harus dilakukan agar GCG dapat direalisasikan dengan baik. Jika Risk Management dan Governance terlihat sudah baik, tetapi Internal Control dalam perusahaan tersebut tidak baik, maka perusahaan tidak akan mempunyai tata kelola yang sempurna, karena sebuah organisasi maupun korporasi akan terlihat baik jika manajemen di dalamnya dikontrol dan ditata dengan baik. Di samping itu, hal penting lainnya yang disampaikan adalah memperoleh informasi yang relevan menjadi hal terpenting bagi seorang auditor dalam menjalankan tugasnya. Bukan langsung menilai apakah suatu perusahaan sudah berjalan secara efektif dan efisien. “Efektivitas dan efisiensi akan tercapai apabila auditor sudah memperoleh informasi yang benar-benar andal dan relevan untuk dijadikan dasar kontrol bagi suatu perusahaan”, tegas Prof. Hiro Tugiman.
Sementara itu, Theo Ch. Hary Saputro, S.E dan Yuliana Trisnawati, S.E langsung  mengaitkan materi seminar yang mereka bawakan dengan keadaaan nyata saat mereka bekerja sebagai seorang auditor. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri dan memberikan rasa penasaran bagi para peserta seminar. Terbukti pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat berkaitan langung dengan kondisi terkini yang diketahui maupun benar-benar terjadi di dunia kerja. Seminar ini tidak hanya sekedar cerita atau sharing dari para pembicara, tetapi juga membantu membuka wawasan para peserta seminar untuk terlibat secara kritis dalam dunia akuntansi. Terlebih khusus yang menghadiri acara ini adalah para mahasiswa akuntansi.
Seminar mengenai peningkatan good corporate governance ini menyadarkan kita semua bahwa betapa pentingnya peran seorang auditor di dalam suatu perusahaan untuk mendorong manajemen menciptakan tata kelola perusahaan yang baik. Tata kelola perusahaan yang baik diharapkan menjembatani kinerja manajemen dengan cara pencapaian tujuan utama perusahaan yang pada umumnya berorientasi profit. (KRS & SCM)

  kembali