Universitas Sanata Dharma Yogyakarta bekerjasama dengan PMI Kabupaten Magelang dan RSUD Muntilan Kabupaten Magelang me-Launching Sistem Informasi Bank Darah (SIBD). Acara yang dihadiri pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Direktur Rumah Sakit Magelang dan sekitarnya, relawan, pendonor darah, dan juga Ketua PMI se-Jawa Tengah dan DIY ini dilaksanakan di PMI Kabupaten Magelang, sekaligus untuk memperingati Hari Palang Merah & Bulan Sabit Merah Internasional tanggal 8 Mei 2014.
Drs. Eko Triyono, Ketua PMI Kabupaten Magelang menyampaikan bahwa banyak generasi muda yang menjadi relawan dan pendonor darah. Kisah-kisah mereka menorehkan kisah kemanusiaan. Setiap aksi kemanusiaan telah menyentuh hati masyarakat. Dalam hal ketersediaan darah, Kabupaten Magelang memerlukan 12,5 kantong per hari. Hal ini dapat tercukupi. Namun di sisi kualitas, masih perlu ditingkatkan dengan penyediaan informasi ketersediaan darah dan kecepatan pelayanan. “Melalui Universitas Sanata Dharma, kita terbantu untuk mewujudkan ini. Dengan adanya SIBD melalui www.pmikabmgl-udd.or.id, pelayanan kita harapkan menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat. Jangan sampai terjadi ada pasien yang tidak tertolong karena tidak memperoleh darah.” demikian paparnya.
Ketua PMI Propinsi Jawa Tengah, Dr H. Imam Triyanto dalam sambutannya mengajak introspeksi apakah sebenarnya ketersediaan 12-13 kantong darah per hari sudah mencukupi untuk kabupaten Magelang. Dari hasil survey, ternyata PMI Magelang sering mengeksport ke luar Magelang. Namun kondisi ini adalah kondisi rata-rata. Ada saatnya untuk golongan darah tertentu cuma sedikit atau bahkan habis. “Untuk keperluan ini memang SDM PMI harus aktif mengupdate sistem informasi yang sudah disiapkan USD.” tegas Imam di tengah-tengah sambutannya.
Sementara itu Rektor USD, Drs Johanes Eka Priyatma, M.Sc. Ph.D. menyampaikan bahwa Universitas Sanata Dharma bukanlah universitas yang memiliki jurusan kedokteran, tetapi memiliki Jurusan Farmasi dan Teknik Informatika. "Kami mencoba mengenali hubungan antara teknologi dan permasalahan darah. Kami memiliki visi sebagai penggali kebenaran yang unggul dan humanis, tetapi bukan untuk diri kami sendiri, tetapi bagi martabat masyarakat. Kami menyadari banyak orang membutuhkan darah tetapi kami tidak mempunyai darah. Oleh karena itu, kami berusaha untuk membuat sarana untuk menyingkat proses komunikasi antara rumash sakit dan pasien dengan PMI. Dengan demikian pasien dapat langsung memesan, dan pendonor dapat melihat betapa perlunya mereka segera mendonorkan darahnya karena dapat memantau ketersediaan darah." demikian dipaparkan Eka. Terkait dengan operator/SDM, dia memberikan sebuah analogi. Memiliki sistem informasi ibarat menanam pohon. Tidak mudah. Supaya tumbuh dan menghasilkan buah, harus ada tanah, pupuk, air, dan matahari. Lebih dari itu kita memerlukan orang yang menyayangi dan mau merawat pohon ini supaya tumbuh dan berbuah. Sama dengan analogi tersebut, SIBD memerlukan orang yang merawat dan memelihara.
Peluncuran SIBD dilakukan oleh Ketua Tim Pembangunan SIBD, Agnes Maria
Polina, S.Kom, M.Sc dari Prodi Teknik Informatika USD. Tim beranggotakan dr. Fenty< M.Kes., Sp.PK dari Prodi Farmasi USD, seorang ahli patologi klinik USD yang saat ini juga menjadi dokter laboratorium di RS Bethesda, dan Novi Adhi Nugroho, programmer alumni TI USD . Pembangunan SIBD ini dalam kerangka Program Hibah Ipteks bagi Masyarakat yang didanai oleh Dikti. Kami melihat di banyak PMI sudah memiliki komputer tetapi penggunaannya baru terbatas untuk administrasi perkantoran. Di beberapa kota besar, PMI sudah memiliki website yang dapat menginformasikan stok darah, namun belum terkoneksi dengan rumahsakit, sehingga pihak rumahsakit belum dapat memesan darah secara on-line ke PMI. Sehingga implementasi SIBD PMI Kab Magelang ini bisa jadi merupakan yang pertama di Indonesia. “Semoga SIBD ini sungguh dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan administrasi bank darah sehingga dapat meningkatkan pelayanan lebih cepat, tepat, dan akurat. Lebih lanjut semoga SIBD PMI Kab Magelang dapat menjadi pilot project bagi SIBD PMI di kota-kota lain. Dalam 3 tahun ke depan, kami berharap SIBD ini dapat kami kembangkan untuk DIY dan Jateng melalui Hibah DIKTI dibawah koordinasi PKTI (Pusat Kajian Teknologi Informasi) USD.” demikian diungkapkan Polina. (BST & AMP)




