USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Sosialisasi Kompetisi Kincir Angin Indonesia

diupdate: 13 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi Kompetisi Kincir Angin Indonesia (KKAI) 2014 pada hari Selasa, 6 Mei 2014. Sebanyak 23 perwakilan universitas di Jawa hadir dalam acara sosialisasi yang dilaksanakan di ruang Koendjono Kampus II USD ini. Penyelenggaraan KKAI pada tahun 2014 ini adalah penyelenggaraan yang ke-3. USD sebagai juara pertama KKAI tahun 2013 diserahi tugas oleh DIKTI menjadi host/penyelenggara kegiatan yang sama di tahun 2014. Tampil sebagai pembicara dalam sosialisasi tiga orang dewan juri yaitu Prof. Dr. Kuncoro, M.T.; Dr. Heru S.B.R.; dan Dr. Ir. Prajitno, M.T.
Ketua panitia, Dr. Iswanjono dari Universitas Sanata Dharma menyampaikan bahwa kompetisi ini akan diselenggarakan pada tanggal 12-19 September 2014 di pantai Baru, Bantul. Kompetisi ini diselenggarakan atas kerjasama tiga pihak, yaitu USD, DIKTI, dan Pemda Bantul. Sebagai panitia, USD mengembangkan beberapa perbaikan dari penyelenggaraan sebelumnya, di antaranya adalah penyediaan tiang untuk kincir dan penayangan data hasil/perolehan masing-masing tim secara berkala di website. “Penilaian yang diterapkan dalam kompetisi ini meliputi tiga hal, yaitu: 50% dari energi komulatif yang dihasilkan selama tiga hari di pantai Baru 16-18 September, 40% dokumen design, dan 10% kehandalan” demikian dipaparkan Iswanjono.
Rektor USD, Drs. J. Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D menyambut dengan antusias penyelenggaraan kompetisi kincir ini. Program ini sejalan dengan Renstra USD yang memiliki visi menjadi penggali kebenaran yang unggul dan humanis demi peningkatan martabat manusia. Lebih jauh disampaikannya bahwa tugas utama universitas adalah menggali kebenaran, tetapi bukan demi kebenaran itu sendiri. Kebenaran yang ditemukan dalam bentuk ilmu pengetahuan dan teknologi haruslah demi kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang miskin dan membutuhkan. “Penggalian ini haruslah kita alami sendiri, tidak sekedar meniru, menjiplak atau membeli” demikian ditambahkannya. Teknologi akan berhasil dengan baik kalau teknologi tersebut menjadi milik masyarakat dan dikembangkan di masyarakat. Teknologi kincir angin memang sudah lama berkembang, tetapi bagi masyarakat, teknologi ini adalah hal yang baru. “USD mendukung sepenuhnya program ini, dengan harapan teknologi kincir angin dapat dipakai sebesar-besarnya untuk membantu masyarakat.” demikian disampaikan Rektor USD di akhir sambutannya.
Sementara itu Kasubdit Kreativitas Mahasiswa & Masyarakat DIKTI, Dra. Victoriana Suhartini menyambut gembira kesediaan USD sebagai host/penyelenggara. KKAI adalah salah satu PKM yang difasilitasi pendanaannya oleh Direktorat Litabmas pada tahun 2014 selain lomba roket, lomba robot, dan PIMNAS. Semua program bersifat terbuka dan boleh diikuti semua mahasiswa dari PTN/PTS
“Harapan kami, dengan terselenggaranya KKAI akan tumbuh kecintaan mahasiswa terhadap dunia kincir angin. Mahasiswa terpanggil untuk
mendalami kincir angin dan menjadi ahli kincir angin, yang kemudian bisa membantu masyarakat dunia untuk menggunakan & memanfaatkan energi angin untuk kehidupan, seiring menipisnya cadangan minyak bumi di dunia.” demikian harapan Victoriana. Ditambahkannya bahwa waktu pelaksanaan cukup longgar. “Tersedia 4,5 bulan untuk menyiapkan. Tim yang masuk final, proposal lolos penilaian dan memberikan progress report di web DIKTI, akan mendapat bantuan dana sebesar 2 juta.” pungkasnya. (BST)

  kembali