Untuk mengobati beberapa gejala atau penyakit, tidak perlu jauh-jauh membeli obat. Obatnya dapat dibuat di dapur sendiri. Bumbu-bumbu dapur yang biasa digunakan untuk menyedapkan masakan dapat dengan mudah diracik menjadi obat. Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan bumbu dapur? Apa saja bumbu dapur yang dapat digunakan sebagai obat? Bagaimana cara pengolahan bumbu dapur menjadi obat dengan benar? Salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui kegiatan bernama “Palang Dapur” yang dilaksanakan di Dusun Nglampu, Desa Pucanganom, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Tim PKM-M “Palang Dapur” diketuai oleh Vincentia Ganesi Madita (Farmasi, 2011), dengan dua anggota yaitu Jessica Christy Sitio (Farmasi, 2011) dan Agatha Riona Octavianus (Farmasi, 2012), dengan dosen pembimbing Ibu Aris Widayati, M.Si., Apt., PhD.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, tim ini membuat buku saku berbentuk palang berwarna merah dan berisi informasi pengolahan bahan berupa bumbu-bumbu dapur menjadi obat herbal. Buku saku tersebut dinamai “Palang Dapur”, menyesuaikan dengan bentuk dan isinya. Informasi yang dicantumkan di dalam buku saku ‘Palang Dapur” telah direview oleh Prof. Dr. C.J. Soegihardjo, Apt., yang merupakan Guru Besar bidang obat tradisional di Fakultas Farmasi USD. Buku saku ini berisi 10 penyakit yang sering dialami warga, yaitu: batuk, mual dan muntah, diare, demam, penyakit kulit, asam urat, kolesterol, hipertensi, haid tidak lancar, dan sakit gigi karena berlubang. Informasi yang tercantum di antaranya penyakit beserta penjelasan terkait, dua pilihan racikan bumbu dapur serta cara mengolahnya, dan dilengkapi dengan informasi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan/dilakukan untuk mendukung pengobatan dengan bumbu dapur ini. Informasi tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menarik dan mudah dimengerti. Dengan adanya buku saku “Palang Dapur” diharapkan warga secara mandiri mampu memanfaatkan bumbu dapur sebagai pengobatan/pertolongan pertama yang murah untuk mencegah atau mengobati gejala atau penyakit. “Kreatif!”, kata Pak Bagioyo, selaku mitra dari kegiatan ini, saat pertama kali memegang buku saku “Palang Dapur” di tangannya.
Kegiatan ini dimulai dengan penyuluhan yang dilaksanakan pada tanggal 26 April 2014 yang dihadiri oleh 66 warga yang sebagian besar adalah
ibu-ibu rumah tangga. Warga sangat antusias memperhatikan penjelasan cara pengolahan bumbu dapur menjadi obat dengan bantuan video. Rasa penasaran nampak dari wajah mereka. Berdasarkan jawaban dari pertanyaan yang dibagikan sesaat sebelum penyuluhan, dapat disimpulkan warga telah mengetahui bahwa bumbu dapur dapat digunakan sebagai obat, tetapi tidak tahu bagaimana cara mengolahnya. Antusiasme dari warga membuat Tim PKM-M “Palang Dapur” tidak sabar untuk kembali ke Dusun Nglampu dan mengadakan praktek mengolah bumbu dapur menjadi obat. (JCS)




