Apakah yang muncul dibenak Anda ketika melihat para anak jalanan, dengan pakaian lusuh, berkeringat dan identik hidup dengan meminta-minta? Bukankah hal tersebut kerap kali kita jumpai di setiap sudut kota Yogyakarta ini? Para anak jalanan ini identik pula dengan kehidupan karakter yang keras dan kasar dalam berbicara. Di lain pihak ada salah satu dari anggota Tim PKM-M kami yang menjadi volunteer YSS di Pingit yang menyampaikan kepada kami keluh kesah Frater pendamping di Yayasan Sosial Soegiyapranata (YSS) dalam membimbing anak-anak jalanan di Pingit. Berangkat dari keprihatinan ini, Tim Program Kreatifitas Mahasiswa bidang pengabdian Masyarakat (PKM-M) mengusung program LATIMIN DEMAM TERAJANA (Lagu Tradisional Bermain Ala Desa Mampu Membangun Karakter Anak Jalanan) Di Pinggiran Kali Pingit. Proposal tersebut lolos didanai Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2014.
Tim pelaksana PKM-M ini beranggotakan lima orang mahasiswa USD, yaitu Yohana Rina Kurniasari (PGSD 2013), Maria Ike Susilowati (PGSD 2013), Yuliana Gerika Dikaios (PGSD 2012), Veronica Noviatri Indraswari (PBI 2012), Riyo Irfan Subrata (PBI 2012). Melalui bimbingan dosen pendamping kami, G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S, BST., M.A. kami mampu menjalin kerjasama dengan mitra kerja kami yaitu pihak YSS.
Perlu diketahui bahwa kami melakukan program pengembangan pendidikan karakter di Pinggiran Kali Pingit dengan latar belakang bahwa daerah tersebut adalah daerah padat penduduk yang kumuh. Rata-rata tingkat pendidikan di sana hanya sampai jenjang Sekolah Dasar (SD). Masyarakat di Pinggiran Kali Pingit hidup dalam kemiskinan baik material maupun moral. Pada umumnya masyarakat di sana berprofesi sebagai pemulung dan banyak di antara mereka yang masih duduk di bangku SD namun setiap harinya melakukan aktivitas meminta-minta di pinggiran jalan. Hal itu menyebabkan kurangnya pendidikan karakter pada anak di dalam keluarga.
Melihat permasalahan yang kelak akan merusak moral bangsa pada generasi muda mendatang, Tim PKM-M kami menerapkan metode LATIMIN DEMAM TERAJANA demi menyelamatkan pendidikan karakter mereka. Keunikan dari metode kami ini adalah pelaksanaan kegiatan bermain dan belajar dalam waktu bersamaan. Penggunaan lagu tradisional ditujukan karena lagu tersebut mengandung berbagai nilai moral dan untuk melestarikan lagu tradisional yang mulai punah. Konsep moral yang dididikkan adalah kejujuran dan kedisiplinan, sopan santun, berjiwa sosial, kontrol diri, bercita-cita baik, berjiwa Pancasila, dan bersemangat juang, serta selalu adanya penyelenggaraan “aksi” atau pengamalan nilai-nilai karakter secara nyata di dalam masyarakat setiap akhir pertemuan.
Kegiatan PKM-M ini diikuti oleh 30 anak usia 6-11 tahun di sekolah kecil milik YSS yang berada di Pinggir Kali Pingit. Sebagian dari mereka masih menduduki bangku sekolah dasar, namun masih ada beberapa anak yang sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam dunia pendidikan. Program ini berlangsung dari bulan Maret-Juni. Melalui program ini diharapkan dapat membentuk karakter baik pada setiap pribadi anak di Pinggiran Kali Pingit, Yogyakarta agar menjadi insan yang luhur di dalam keluarga, masyarakat, dan negaranya. Pribadi inilah yang akan mengubah keadaan lingkungan sekitar menjadi lebih baik dan terlepas dari kehidupan masyarakat yang kurang bermoral. (MIS)




