Senyum cerah menghiasi wajah Mbak Ningsih sapaan akrab dari Fransisca Rahayuningsih, S.Sos., pustakawan Universitas Sanata Dharma, pasalnya ibu dari 2 putra, Adris dan Bagas ini yang beberapa waktu lalu telah menerima penghargaan Maulana Award 2007 yaitu penghargaan Pustakawan Teladan dari Universitas Sanata Dharma tempat ia mengabdi sebagai Pustakawan, merasa bahagia karena Rabu 11 Juli 2007 di Aula Badan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta, ia kembali mendapat anugerah yaitu penobatan dirinya sebagai Pustakawan Teladan I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2007. Penghargaan itu ia raih setelah mengalahkan 11 orang peserta lainnya dalam lomba Pustakawan Teladan, Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Keliling yang digelar oleh Badan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Maksud dan tujuan dari penyelenggaraan lomba tersebut, menurut Kepala Bagian Pembinaan dan Pengembangaan Sumber Daya Manusia Badan Perpustakaan DIY, Drs. Tulus Widodo selaku ketua panitia ada 3 hal, pertama untuk mengembangkan motivasi kerja pustakawan menuju peningkatan kompetensi di bidang kepustakawanan, yang kedua mendorong terbitnya citra pustakawan sebagai profesi yang dapat dibanggakan, dan yang terakhir untuk meningkatkan fungsi dan peran perpustakaan umum dan keliling sebagai bagian integral dari keberhasilan pendidikan dan pembangunan. Lomba Pustakawan teladan yang diikuti oleh 12 peserta itu telah digelar beberapa waktu yang lalu meliputi beberapa tahapan penilaian yaitu tahap seleksi dokumen, tes tertulis, tes wawancara, penilaian kertas kerja dan diakhiri dengan presentasi kertas kerja dari masing-masing peserta di hadapan dewan yuri dan dihadiri oleh khalayak umum pada tanggal 23 Juni 2007 bertempat di Aula Badan Perpustakaan DIY Jl. Tentara Rakyat Mataram 29 Yogyakarta. Topik dari kertas kerja masing-masing peserta adalah seputar profesionalisme kepustakawanan. Pada kesempatan tersebut Mbak Ningsih mempresentasikan kertas kerjanya yang berjudul ‘Pustakawan Ideal : memadukan aspek profesionalisme dan aspek perilaku’. Hasil penilaian dewan yuri yang diketuai oleh Drs. Ida Fajar Priyanto, MA., dari Perpustakaan Universitas Gadjah Mada telah memutuskan 3 orang pustakawan sebagai Pustakawan Teladan I-III, yaitu F. Rahayuningsih dari Perpustakaan Universitas Sanata Dharma dengan skor 401,66 sebagai Pustakawan Teladan I, Purwani Istiana dari Perpustakaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada dengan skor 374,44 sebagai Pustakawan Teladan II, dan Siti Indarwati dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Kabupaten Gunung Kidul dengan skor 370,65 sebagai Pustakawan Teladan III. Masing-masing pemenang mendapat hadiah 2 juta rupiah untuk juara I, 1,5 juta rupiah untuk juara II dan 1 juta rupiah untuk juara III. Selain lomba pustakawan teladan digelar juga lomba Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Keliling. Kejuaraan Perpustakaan Umum untuk juara I diraih oleh KPAD Kabupaten Sleman, juara II diraih KPU Kabupaten Kulon Progo dan Juara III diraih oleh KPAD Kabupaten Gunung Kidul. Sedangkan kejuaraan perpustakaan keliling untuk juara I diraih KPAD Kabupaten Sleman, juara II diraih KPAD Kabupaten Bantul dan juara III diraih KPAD Kabupaten Gunung Kidul. Dengan demikian semua juara I direbut oleh Kabupaten Sleman termasuk Pustakawan Teladan I dari Universitas Sanata Dharma. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Drs. Saroha Sinaga selaku Kepala Badan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya beliau mengharapkan agar para juara tidak merasa puas diri dengan hasil kejuaraan yang dicapai tetapi untuk lebih meningkatkan profesionalisme dan kapasitas jabatan fungsional sehingga menguasai norma-norma teknologi dalam pelaksanaan tugasnya. Sedangkan Drs. Purwono Msi., sebagai sekretaris dewan yuri juga memberikan sambutan. Pada kesempatan tersebut beliau mengharapakan agar formulasi persyaratan lomba pustakawan pada tahun yang akan datang ditinjau kembali, antara lain tiap instansi tidak hanya dibatasi mengirimkan 1 orang peserta karena bukan lomba antar instansi tetapi lomba antar pustakawan, pengertian pustakawan tidak dibedakan antara pustawakan yang berplat merah (PNS) dengan pustakawan swasta, dan pustakawan yang merangkap jabatan tetap dapat mengikuti lomba. Dengan keberhasilan meraih predikat Pustakawan Teladan I Propinsi DIY tersebut maka Mbak Ningsih berhak mewakili Propinsi DIY untuk maju pada Pemilihan Pustakawan Teladan Tingkat Nasional di Jakarta Bulan Agustus yang akan datang. Mohon doa restu dari segenap civitas akademika Universitas Sanata Dharma. (Y. Widodo)




