Pola hidup bersih masyarakat yang kurang terjaga dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah diare. Diare merupakan penyebab kematian balita tertinggi nomor dua di Indonesia setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Faktor sanitasi serta tidak adanya kepedulian masyarakat terhadap sesama dan lingkungannya merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap banyaknya kasus diare yang muncul. Berawal dari keprihatinan tersebut, salah satu tim Program Kreatifitas Mahasiswa bidang pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma (USD) terinspirasi untuk mengajukan proposal BERMANJA (Bermain Sambil Belajar): Kenalkan Swamedikasi terhadap Diare kepada Anak-anak SD Sambiroto I Kalasan. Proposal tersebut lolos didanai Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2014.
Tim pelaksana PKM-M ini beranggotakan lima orang mahasiswa USD, yaitu Sophia Sari Asdini (Farmasi 2011), Teresa Devina H. W (Farmasi 2011), Skolastika Feranda W (Farmasi 2011), Ginong Pratidina (PBI 2011), dan Ulil Absor (PGSD 2012). Melalui bimbingan dari Phebe Hendra, Ph.D., Apt dosen Farmasi USD, Tim PKM-M USD ini akan membuat permainan kwartet dan ular tangga sebagai media pengenalan swamedikasi terhadap diare pada anak SD.
Tim PKM-M mencoba membantu masyarakat Desa Purwomartani, Kalasan yang merupakan daerah dengan angka kejadian diare sangat tinggi, yaitu 37% berdasarkan resume profil kesehatan kabupaten Sleman. Masyarakat di sana telah mengikuti berbagai kegiatan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan, namun hal itu belum mampu mengubah kebiasaan masyarakat untuk menerapkannya secara signifikan. Kedekatan anak dengan orangtua dan anak dengan masyarakat menjadi ciri khas dari masyarakat pedesaan, maka tim PKM-M memilih mengenalkan swamedikasi terhadap diare kepada anak-anak SD Sambiroto I Kalasan yang diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang peduli serta memiliki pengetahuan tentang kesehatan. Harapannya mereka mampu memberikan informasi tentang penyakit diare kepada orang tua, kerabat, tetangga, dan teman sebayanya sehingga masyarakat sekitar akan mempunyai pengetahuan yang lebih tentang penyakit diare yang menjadi permasalahan dikalangan masyarakat sekitar.
Materi tentang penyakit diare, mulai dari penyebab, makanan pemicu, gejala, pencegahan sampai pertolongan pertama pada diare akan dibahas pada permainan kartu kwartet dan ular tangga yang memang sudah sangat familiar bagi anak-anak. Program ini direncanakan berlangsung dalam empat kali pertemuan selama bulan April 2014. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 April 2014 dengan materi sosialisasi dan pengenalan diare secara umum dengan peserta siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 yang berjumlah 57 anak. Mereka menunjukkan antusiasme yang cukup baik untuk mengetahui diare lebih dalam. Diharapkan dengan media permainan kartu kwartet dan ular tangga, anak-anak dapat mendalami pengetahuan tentang diare. Selain itu dengan pengenalan diare melalui media ini juga dapat menginspirasi masyarakat luas dalam mengembangkan gerakan peduli kesehatan diri dan lingkungan. (SSA)




