Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, presentasi karya ilmiah, dan wawancara Bahasa Inggris pada tanggal 8 April 2014, akhirnya Irene Anindyaputri dari Program Studi Sastra Inggris terpilih sebagai mahasiswa berprestasi tingkat Universitas Sanata Dharma tahun 2014. Didy, begitu dia biasa disapa berhasil menyisihkan 10 peserta lainnya yang berasal dari berbagai program studi seperti: Ricca Monica dan Fransisca Aprilia Widyaningsih dari Pendidikan Biologi; MY Meinadia Sekar Kinanti A. dan Maria Imaculata dari dari PBI; Dea Fradistya Ritmawanti dan Bernadetta Tri H dari PGSD; Dara Prabandari dan Lisania Ines dari Farmasi; Maria Eka Anditha dari Akuntansi; Liliana dari Sastra Inggris; serta Ega Bima Putranto dari Teknik Informatika.
Didy lahir di Jakarta, 12 Juli 1993 memiliki 16 prestasi tingkat Nasional sebagian besar diraih dalam Lomba Debat Bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswi Sastra Inggris ini juga aktif dalam berbagai kegiatan antara lain juri debat tingkat nasional untuk lomba antar perguruan tinggi maupun lomba debat Bahasa Inggris tingkat SLTA. Didy juga aktif dalam Jogja Debating Forum, bahkan pernah mendapatkan best varsity debater pada bulan Februari 2014. Dengan meraih skor 96,82 Didy berhasil menyisihkan Maria Eka Anditha dari Akuntansi (skor 93,59) yang meraih Juara II, dan Liliana dari Sastra Inggris (skor 84,87) yang meraih Juara III.
Para pemenang Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) tahun 2014 ini, selain mendapatkan piagam penghargaan dari Rektor Universitas Sanata Dharma, juga mendapatkan hadiah berupa uang tunai. Selanjutnya pemenang (Juara I) Mawapres ini akan mewakili Universitas Sanata Dharma dalam pemilihan Mawapres di tingkat Kopertis V.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap peserta seleksi Mawapres 2014 ini, nampak bahwa para peserta masih perlu meningkatkan prestasi khususnya di tingkat Propinsi, Nasional, Regional (Asean), maupun Internasional. Prestasi ini memiliki skor yang tinggi dalam penilaian Mawapres. Selain itu, para peserta juga perlu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan baik sebagai peserta, penyaji maupun penerima penghargaan di tingkat propinsi, Nasional, ataupun Internasional juga akan memberikan skor yang tinggi dalam penilaian Mawapres. Tentu tidak kalah pentingnya adalah nilai IPK (indeks prestasi kumulatif) yang tinggi.
Melalui mawapres, mahasiswa diharapkan tidak hanya menekuni ilmu di bidangnya saja, tetapi juga beraktivitas untuk mengembangkan softskill agar menjadi lulusan yang mandiri, penuh inisiatif, bekerja secara cermat, penuh tanggung jawab dan tangguh. Sinergi antara hardskill dan softskill diharapkan dapat tercapai melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Tentu peran perguruan tinggi sangat diperlukan dalam mengembangkan iklim kehidupan kampus yang dapat memfasilitasi mahasiswa mencapai prestasi yang membanggakan secara berkesinambungan. (ehp)




