Bertempat di Ruang Koendjono Gedung Pusat Kampus 2 USD, pada hari Selasa 25 Maret 2014, Yayasan Sanata Dharma dan Universitas Sanata Dharma (USD) mengadakan acara Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor USD Periode 2014-2018. Acara yang bertema “Bersama Mengobarkan Api Perutusan” ini diawali dengan Misa Perutusan pada pukul 09.00 WIB kemudian pukul 11.00 dilanjutkan Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor dan Wakil Rektor.
Misa Perutusan dipimpin oleh Mgr Johannes Pujasumarta (Uskup Keuskupan Agung Semarang), Mgr Julius Sunarka, SJ (Uskup Keuskupan Purwokerto dan mantan Ketua Yayasan Sanata Dharma), Rm Robertus Belarminus Riyo Mursanto, SJ (Provinsial SJ), Rm Albertus Budi Susanto, SJ (Ketua Yayasan Sanata Dharma), dan Rm Paulus Wiryono Priyotamtama, SJ (Rektor USD Periode 2006 – 2014). Misa ini dihadiri para pejabat struktural di lingkungan Yayasan Sanata Dharma dan Universitas Sanata Dharma, serta tamu undangan.
Dalam homili yang disampaikan oleh Rm Robertus Belarminus Riyo Mursanto, SJ menyebutkan alasan acara ini diselenggarakan adalah ingin menempatkan semua peristiwa yang terjadi di USD ke dalam satu rahmat Tuhan, dalam satu penyerahan diri kepada Tuhan. Dari bacaan pertama, Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, Romo Riyo menggarisbawahi dua hal. Pertama, Allah adalah satu yang mengerjakan segala hal untuk semua orang, yang menjadi pokok adalah semua bersumber dari Allah. Kedua, tiap-tiap orang itu dikaruniai hal untuk kepentingan bersama, dari Allah yang satu, dianugrahkan kepada banyak orang tetapi akhirnya bermuara pada satu hal yaitu kepentingan bersama. Proses demi kepentingan bersama itu harus kita hayati dan kita ikuti. Dari begitu banyak orang yang mendapat anugerah dengan begitu banyak keahlian dan begitu banyak karunia masing-masing, kalau kita kembalikan kepada tujuan bersama, dalam rumusan tradisi katolik selalu disebut bonum comunne yaitu kesejahteraan bersama, maka segala potensi akan dirumuskan kembali mengarah pada satu tujuan, itulah yang disebut perutusan. Kita diutus akhirnya kembali untuk memuliakan, memuji, dan mengabdi. Apapun kobaran api yang ada di dalam dada masing-masing, akhirnya harus kembali untuk penyerahan diri kepada Dia yang mengawali.
Lebih lanjut Romo Riyo menyampaikan bahwa dalam acara khusus pelantikan ini, sebagaimana Romo Wiryono beserta jajarannya memulai dan mengakhiri, kitapun ingin memohonkan kepadaNya agar Pak Eko (panggilan akrab Rektor baru USD) dengan jajarannya beserta seluruh keluarga besar Sanata Dharma memulai dan nanti akan mengakhiri, dan akhir dari semuanya itu hanya boleh kita nilai keberhasilannya, kita rasakan kalau kembali kepada kemuliaan Allah.
Kita juga perlu melihat dan mendengar, apa makna dari perutusan itu. Kalau berangkat dari tradisi karya pendidikan yang dimiliki oleh Serikat Jesus, Ignasius yang pada awalnya tidak pernah merancang dan bermimpi mau menjadikan Serikat Jesus untuk pendidikan, tetapi karena kebutuhan, pada sekitar tahun 1538 memulai sebuah institusi pendidikan. Saat itu banyak anak muda yang perlu pendampingan. Dari sanalah dimulai tradisi karya pendidikan Jesuit, berawal, berkembang, dan saat ini telah banyak universitas Jesuit yang berprestasi di tingkat dunia. Yang tercatat dalam tradisi karya pendidikan Serikat Jesus adalah pertama, pendidikan Jesuit selalu menekankan unsur academic, excellent, dua kata yang berbeda tetapi suatu gabungan, tidak ada pendidikan yang tidak mementingkan akademik. Keberhasilan yang didampingi dan mereka bersama-sama berproses demi kemuliaan Tuhan. Memuliakan Tuhan bukanlah dengan masing-masing melakukan sendiri-sendiri sesusai anugerahnya, tetapi melakukannya demi satu tujuan bersama yaitu pelayanan. Kemudian ada kata ketiga yang muncul menjadi academic, excellent, service. Tradisi pendidikan Jesuit berikutnya adalah jika mendampingi seseorang, yang didampingi adalah pribadi secara menyeluruh, bukan hanya perkembangan otak tetapi juga emosi dan hatinya, tujuannya adalah agar seseorang benar-benar secara penuh menjadi manusia demi kemuliaan Tuhan. Menjadi manusia yang secara sempurna dalam mengembangkan diri itu adalah gambaran dari Allah sendiri. Mendampingi sesesorang yang berkembang secara penuh sebagai pribadi adalah hal yang harus tetap merupakan inti pendidikan Jesuit. Pribadi yang penuh ini dipersiapkan menjadi orang-orang yang melaksanakan pelayanan kepada orang lain.
Kemudian Romo Riyo menggarisbawahi dari bacaan Injil Yesus menurut Santo Lukas. Intinya adalah seseorang yang hidup secara bebas dan berkembang dan bermakna bagi orang lain, itu adalah cara kita memuliakan Tuhan, dan itulah tugas penting dari Sanata Dharma dalam hal ini Pak Eko sebagai Rektor baru akan mengemban tugas yang tidak mudah. Mission and Identity yang telah dirintis oleh Romo Wiryono sebagai Rektor sebelumnya, Mission and Identity adalah dua kata yang telah menerangkan dirinya sendiri, yaitu untuk memahami pengutusan kita dan untuk memperjelas kita ini siapa. Maka identitas Sanata Dharma yang harus digarisbawahi adalah universitas yang bukan sembarang universitas melainkan universitas yang mengemban perutusan dari tradisi Serikat Jesus. Maka kesulitannya ada dua, pertama harus bersaing dengan universitas yang lain dan yang kedua adalah menjaga identitas.
Di akhir homili, Romo Riyo menegaskan bahwa saatnya sekarang ini Universitas Sanata Dharma berkembang dengan kekuatan di bawah pimpinan Johanes Eka Priyatma yang bukan seorang Jesuit (awam), dan itulah konsen Keuskupan Agung Semarang yaitu peranan awam sebagai orang beriman dalam pembangunan gereja. USD telah mempunyai tradisi yang begitu kuat, tradisi Jesuit, tradisi academic, excellent, service yang mempunyai perhatian pada kemanusiaan, dan segala pengembangan pribadi yang utuh. Untuk meneruskan semua itu, hanya dapat kita lakukan kalau kita sendiri berani mengantarkannya kepada Tuhan. Silahkan menemukan cara-cara baru, kebebasan demi Ad Maiorem Dei Gloriam.
Dalam Misa Perutusan ini, Mgr Johannes Pujasumarta (Uskup Keuskupan Agung Semarang) memberikan pemberkatan Rektor dan Wakil Rektor Universitas Sanata Dharma Periode 2014-2018. Dalam misa perutusan ini pula disampaikan secara simbolis oleh Rm Robertus Belarminus Riyo Mursanto, penyerahan pengutusan dari Provinsial Provinsi Indonesia Serikat Yesus.
Pada akhir misa, Mgr Julius Sunarka, SJ yang pernah menjabat Ketua Yayasan Sanata Dharma berkenan memberikan sambutan. Romo Sunarka, SJ menyampaikan pesan Sanata Dharma harus excellent misioner, cinta sesama, dan alam. Tenaga kepemimpinan adalah kunci pemegang tanggungjawab kerasulan dalam bidang pendidikan. Kemudian Romo Sunarka, SJ berpesan agar Bapak Johanes Eka Priyatma dan jajarannya menjalani latihan rohani Santo Ignasius.
Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor
Sebelum acara Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Periode 2014-2018 digelar, Rektor USD Periode 2006-2014 Rm Dr. Ir. Paulus Wiryono
Priyotamtama, SJ menyampaikan catatan-catatan Refleksi Akhir Jabatan. Romo Wiryono menyebutkan memoriale ditulis dengan maksud sebagai catatan-catatan reflektif personal atas kilasan-kilasan perjumpaannya dengan berbagai gagasan besar tentang pengembangan USD ke depan, tinggal bagaimana mewujudkannya lewat tahapan-tahapan stragegis terencana yang bisa dikelola secara memadai. Poin refleksi yang disebutkan Romo Wiryono adalah (1) Universitas Yesuit sebagai Suatu Proyek Sosial, (2) USD dan Kemartabatan Bangsa, (3) USD Berada dalam Putaran Sejarah Indonesia Paska Reformasi, (4) Memaknai Empat Nilai-nilai Dasar USD, yaitu mencintai kebenaran, memperjuangkan keadilan, menghargai keberagaman, dan menjunjung tinggi keluhuran martabat manusia.
Setelah penyampaian memoriale dari Rektor USD Periode 2006-2014, acara dilanjutkan dengan Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Periode
2014-2018. Yayasan Sanata Dharma mengambil sumpah jabatan dan melantik Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D sebagai Rektor Universitas Sanata Dharma periode 2014-2018 di hadapan saksi dan di hadapan para hadirin. Setelah pelantikan Rektor, dilanjutkan dengan serah terima jabatan Rektor. Kemudian sebagai Rektor USD yang telah disumpah dan dilantik, Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D mengambil sumpah jabatan dan melantik Wakil Rektor yang terdiri dari Ibu Dr. Rita Suhadi, M.Si., Apt sebagai Wakil Rektor I; Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si sebagai Wakil Rektor II; dan Romo Patrisius Mutiara Andalas, S.J, S.S, S.T.D sebagai Wakil Rektor III. Setelah para Wakil Rektor disumpah dan
dilantik, dilanjutkan dengan serah terima jabatan Wakil Rektor.
Romo Albertus Budi Susanto, SJ dalam sambutannya menyampaikan selamat berkarya bagi Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D beserta jajarannya. “Tahun 2015, USD merayakan Dies Natalis ke-60 dan Pak Eko adalah pimpinan yang ke-9. Berbekal pada keahlian dalam bidang Management Information Systems, saya yakin dalam 4 tahun ke depan, USD akan mengalami perkembangan yang pesat.” tambah Ketua Yayasan Sanata Dharma ini.
Rektor baru USD Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D dalam sambutannya menyebutkan bahwa sebagai anggota komunitas akademik mempunyai tanggungjawab yang besar dan sekaligus memiliki status terhormat karena berada di garis depan penentuan masa depan kesejahteraan umat manusia. Sebagai pimpinan universitas Pak Eko bertanggungjawab terhadap pelaksanaan Rencana Strategis USD 2013-2017 yang memuat 33 (tiga puluh tiga) aktifitas. “Untuk itu, kami Rektorat periode 2014-2018, yang tentu saja mempunyai banyak keterbatasan mulai dari wawasan, pengalaman, dan kemampuan komunikasi akan sangat merindukan saran, pendapat, dan masukan dari segenap warga Sanata Dharma maupun dari siapapun dari luar Sanata Dharma yang berkehendak baik, khususnya dari istri dan anak-anak tercinta. Semoga Tuhan selalu menyertai langkah kita merajut masa depan Universitas Sanata Dharma yang lebih baik.” demikian dikatakan oleh Pak Eko saat mengakhiri sambutannya.
Sebagai penutup acara pelantikan Rektor dan Wakil Rektor ini, Koordinator Kopertis Wilayah V Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES.DEA berkenan memberikan sambutan. Bapak Bambang menyampaikan bahwa USD sebagai Universitas besar, menjadi satu di antara 44 universitas di Indonesia dan 8 universitas di DIY yang memiliki jumlah mahasiswa di atas 11.000. Dari sisi track record, USD telah menorehkan Prestasi yang cukup membanggakan di tingkat nasional. Hal ini menjadi tantangan Rektor baru untuk membertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut. (BST & AYM)




