Universitas Sanata Dharma kembali berhasil meloloskan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk dibiayai penyelenggaraannya oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Salah satu proposal yang berhasil lolos dalam bidang pengabdian masyarakat (PKM-M) berjudul “Pentas Penari” (Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi). Pengerjaan proposal ini dilakukan oleh tim yang beranggotakan lima orang dan diketuai oleh Leonardo Susanto Utomo (Fakultas Farmasi 2011). Empat anggota lainnya adalah Alexander Budi Kuncoro (Fakultas Farmasi 2011), Apriyanto Gomes (Fakultas Farmasi 2011), Made Dewinta Cahyaningtyas (Fakultas Psikologi 2013), dan Ladya Hapsari (Fakultas Psikologi 2013). Program ini dibimbing oleh salah satu dosen dari Fakultas Farmasi yaitu Phebe Hendra, Ph.D., Apt.
PKM-M ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan akan tingginya prevalensi penderita hipertensi di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Padukuhan Sembir Sleman Yogyakarta merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya menderita hipertensi. Hal itulah yang menjadikan Padukuhan Sembir dipilih sebagai lokasi kegiatan pengabdian masyarakat, di mana tim PKM-M akan melaksanakan sosialisasi mengenai penyebab dan bahaya hipertensi, pola hidup sehat untuk mencegah dan mengontrol tekanan darah, serta melatih kader masyarakat mengenai cara untuk mengukur tekanan darah. Sosialisasi tersebut akan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan yang diadakan selama bulan Maret 2014.
Pertemuan pertama telah dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 9 Maret 2014 dengan materi sosialisasi mengenai pengenalan, penyebab, dan bahaya hipertensi. Sasaran dari program sosialisasi tersebut adalah ibu-ibu PKK di Padukuhan Sembir, yang tentunya sangat berperan dalam menjaga kesehatan anggota keluarganya masing-masing. Antusiasme yang ditunjukkan oleh peserta sosialisasi cukup baik, terlihat dari 25 ibu-ibu PKK menghadiri pelaksanaan program sosialisasi serta turut berperan aktif dalam menyampaikan pengalamannya mengenai penyakit hipertensi.
Kepala Padukuhan Sembir juga sangat menyambut baik program sosialisasi mengenai hipertensi ini. Menurut beliau, akibat kurangnya informasi, sarana, dan fasilitas kesehatan seperti jarak Puskesmas yang sangat jauh, menyebabkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan terutama masalah hipertensi menjadi sangat rendah. Diharapkan melalui program sosialisasi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan terutama tekanan darah menjadi meningkat. (ph)




