Bertempat di Meeting Room Gedung Utama Kampus 3 Universitas Sanata Dharma (USD), rombongan Pemda Nias Barat pada tanggal 27 Februari 2014 mengunjungi 27 mahasiswa USD asal Nias Barat. Tim terdiri atas Bupati Nias Barat A. Aroziduhu Gulo, S.H., M.H.; Kepala Dinas Pendidikan Drs. Mareti Waruwu; Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Deri Dohude, S.Ag., M.M.; dan dua orang sesepuh Nias Barat. Dalam kesempatan ini, selain memberikan sapaan dan peneguhan, Bupati Nias Barat juga memberikan hadiah berupa laptop kepada sembilan mahasiswa yang berprestasi.
Pertemuan antara ‘bapak dan anak’ ini berlangsung dengan hangat. Para mahasiswa tampak sangat bersemangat dan dengan sukacita menyambut pimpinan daerahnya sebagai bentuk pengobat rindu akan kampung halamannya. Ungkapan-ungkapan yang sifatnya pribadi cukup kental mewarnai jalannya pertemuan.
Bupati Nias Barat menyampaikan tentang keseriusannya dalam memantau perkembangan mahasiswa Nias Barat. “Sebagai perangsang, kami memberikan hadiah berupa sebuah laptop bagi tiap mahasiswa yang memiliki IPK di atas 3.00.” demikian ungkap Bupati yang disambut dengan sorak-sorai dan tepuk tangan para mahasiswa. Bupati Nias Barat yang juga alumni Sanata Dharma mengharapkan prestasi ini dapat dipertahankan. “Saya bangga dengan kalian. Saya akan usahakan beasiswa kalian tetap, bahkan tahun ini akan tambah 15 orang lagi, menyusul 27 mahasiswa yang saat ini sudah belajar di USD.” demikian tambahnya.
Menanggapi tentang keluhan dan usulan mahasiswa, Bupati berpesan bahwa dalam hidup kita memang tidak pernah lepas dari kesulitan. “Kesulitan akan membawa manusia menjadi makin dewasa. Oleh karena itu, kesulitan ini hendaklah menjadi tantangan yang membuat kita semakin kuat dan maju.” demikian nasehatnya kepada para mahasiswa Nias Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Nias Barat, Drs.
Mareti Waruwu mengungkapkan rasa kebanggaannya terhadap para mahasiswa Nias Barat yang kuliah di USD. “Kami sangat bangga, dari 27 mahasiswa, ada 10 orang yang memiliki IPK di atas 3.00. Saya berharap laptop-laptop ini dapat membantu kalian. Gunakan bersama dengan rekan lain yang saat ini belum beruntung mendapatkan laptop.” demikian pesannya kepada para mahasiswa. Disampaikannya juga bahwa Pemda Nias Barat memberikan hadiah seperti ini hanya di USD.
Wakil Rektor 4 USD Dr. T. Sarkim menyampaikan bahwa hadiah ini adalah apresiasi yang luar biasa dari Pemda Nias Barat. “Silakan mengatur penggunaan laptop. Kalian kan tinggal satu rumah. Ini bukan barang pribadi, tetapi inventaris. Rasanya kalian bukan mahasiswa tetapi sudah menjadi pegawai pemerintah, karena sudah diperbolehkan membawa barang inventaris.” demikian pesan Sarkim kepada para mahasiswa.
Dalam sesi tanya jawab, Metina Gulo dari Prodi Pendidikan Sejarah menyatakan sungguh mengapresiasi kunjungan ini. Lebih jauh diungkapkannya bahwa sebelum masuk USD, dia tidak suka sejarah. “Tiga bulan pertama saya sungguh tersiksa. Tetapi setelah diberikan tutor, puji Tuhan, IP saya semester pertama 3,3 dan saat ini menjadi 3,65.” Demikian disampaikannya kepada rombongan Pemda Nias Barat.
Sementara itu Mariati Daeli dari Pendidikan Fisika juga mencurahkan isi hatinya, “Kami dulu menganggap Fisika itu sulit dan guru-guru Fisika dulu menyeramkan. Tetapi di USD, kami belajar dengan cara berbeda. Dengan bantuan para dosen, kami mulai mencintai fisika. Semester ini nilai-nilai saya seperti plat Jogja, A dan B.” Mariati juga sadar bahwa di Nias Barat, dia sangat diharapkan. Untuk itu dia sangat bersyukur dengan hadiah ini dan berharap mampu menjadi motivasi untuk lebih giat belajar. Di asrama setiap hari kami diberi bimbingan. Kami sangat bersyukur dapat kuliah di Sanata Dharma.
Pada kesempatan yang sama, Otami Hia dari Pendidikan Fisika menyatakan rasa bangganya kuliah di USD. “Di asrama setiap hari kami diberi bimbingan. Kami juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan berbagai bekal yang lain.” demikian tambahnya.
Diskusi malam itu diakhiri dengan pesan dan kesan dari sesepuh Nias Barat yang telah lama tinggal di Yogyakarta. “Cerita dan perjuangan kalian sangat menyentuh. Kalau ingin merubah nasib, tentu yang pertama-tama adalah melalui pendidikan. Jadi langkah menyekolahkan anak-anak Nias Barat ke USD adalah langkah yang sangat tepat.” Demikian disampaikan pak Lahagu. Lebih lanjut disampaikannya bahwa ada satu hal yang menarik dalam proses pembentukan karakter di USD. “Kalian tidak sekedar belajar, tetapi karakter kalian dibentuk. Hal ini membuat kalian menjadi dewasa. Di luar USD belum tentu kalian mendapatkan hal semacam ini.” demikian pungkasnya. (BST)




