Sebelas dosen Loyola University of Chicago (LUC) mengikuti program Immersion di Universitas Santa Dharma mulai 5 - 8 Juni 2007. Kesebelas orang dosen dan staf itu adalah Kathleen Marie Adams, Ph.D. (Professor of Anthropology), Patrick Michael Boyle, Ph.D. (Associate Provost), Timothy Jon Classen (Assistant Professor of Economics), Freida Baltazar Galligar (Business Manager for College of Arts and Sciences), Rachel Noelle Hart (Chaplain for University Ministry), Thomas Gary Hitcho, Ph.D. (Associate Director of Athletics), Robert John Kraft (Web Administrator for Information Technology Services), Tracy Sue Pintchman, Ph.D. (Professor of Theology), Paul Gerard Roberts (Associate VP of Graduate andProfessional Enrollment), dan Gunes Murat Tezcur (Assistant Professor of Political Science). Program "Immersion" merupakan program yang dirancang dengan tujuan memberikan pengalaman bagi dosen dan staf untuk mengalami hidup di masyarakat dengan budaya yang lain agar mereka lebih memiliki bela rasa (compassion). Sebelumnya mereka telah melakukan program ini di Mexico dan Afrika. Selama mengikuti program ini mereka tinggal di Asrama Realino. Untuk menggali lebih jauh mengenai situasi sosial, politik, budaya, dan ekonomi Indonesia, para dosen LUC berdiskusi dengan para doktor USD, antara lain Dr. Baskara T. Wardaya, SJ, Dr. G. St. Sunardi, Dr. G Budi Subanar , SJ, Dr. Novita Dewi, Dr. MM Sri Hastuti, Drs. Titus Odong, M.A., dan Dr. Budi Susanto, SJ. Untuk mengalami kehidupan dalam budaya Indonesia, mereka juga mengunjungi rumah-rumah keluarga dosen USD, Pesantren di Pabelan, Seminari Mertoyudan, Kolose De Britto, Pasar Gabusan, Kasongan, Krebet, Borobudur, dan tempat-tempat budaya lainnya. Menurut Patrick M. Boyle selaku koordinator rombongan LUC ini, selain ingin mengalami hidup dalam budaya Indonesia yang beragam, mereka sangat antusias ingin mengetahui bagaimana Pancasila menjadi perekat bangsa, bagaimana peran karya seni seperti wayang, karya sastra, lukisan, dalam kehidupan politik, serta bagaimana bangsa Indonesia menjalani transformasi budaya pasca keruntuhan Soeharto. Hal yang cukup menjadi perhatian mereka adalah bagaimana peran dan posisi Islam di Indonesia dalam percaturan kehidupan sosial, politik, dan budaya di Indonesia. (Tti)




