Divisi bahasa Mandarin (Chinese Language and Culture Course) Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma (LBUSD) pada hari Kamis, 13 Februari 2014 mengadakan perayaan Cap Go Meh bersama dengan sekretariat, para insruktur, para native speaker dan murid-murid CLCC. Perayaan sederhana tersebut diadakan sebagai bentuk pengenalan budaya-budaya China beserta makna simbol dan filsafatnya dan juga sebagai salah satu bentuk tanggungjawab LBUSD sebagai lembaga pendidikan.
Dalam kesempatan ini pulalah, mereka yang hadir diajak bersama untuk menyantap hidangan khas Cap Go Meh, yaitu lontong cap go meh dan yuan
xiao. Semoga perjumpaan ini dapat semakin menumbuhkan rasa kebersamaan dan harmoni di dalam keluarga kecil LBUSD.
Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan penutup dalam ritual perayaan Imlek. Perayaan ini jatuh pada tanggal 15 bulan 1 kalender Lunar. Dan, pada tanggal itu untuk pertama kalinya di tahun yang baru bulan purnama menampakkan diri. Cap Go Meh disebut juga festival lampion atau lantern festival karena pada tanggal itu akan dipamerkan dalam berbagai variasi lampion yang indah dan cantik. Konon, festival lampion ini sudah dilakukan di China sejak abad 3 SM. Perayaan ini awalnya sebagai bentuk penghormatan sebagai dewa matahari. Tetapi perayaan ini kemudian ditetapkan oleh kaisar Liu Heng untuk dilakukan tiap tahunnya sebagai festival lampion. Pada abad 15 dan 16, perayaan ini menjadi sangat popular dan mengalami bentuk yang bervariasi. Bahkan, pada saat perayaan ini, gerbang istana akan dibuka untuk umum dan setiap orang bisa menikmati indahnya lampion yang dipasang di dalam lingkungan istana.
Selain festival lampion, di China perayaan ini juga disebut Yuan Xiao Jie (元宵节) karena pada saat perayaan itu akan disajikan makanan yang disebut yuan xiao atau tang yuan. Makanan ini terbuat dari tepung beras, gula, kacang, kumbu, dan beberapa bahan lainnya. Makanan ini dibentuk bulat seperti bakso, berwarna putih dan rasanya manis. Makanan ini merupakan simbol kebersamaan dan harmoni dalam lingkungan keluarga.
Di Indonesia, makanan yang disajikan dalam setiap perayaan Cap Go Meh adalah Lontong Cap Go Meh. Makanan ini merupakan suatu bentuk simbolisasi pembauran dari warga keturunan Tionghoa di Indonesia karena makanan ini hanya disajikan di Indonesia saja. Lontong dipilih karena bentuknya yang panjang dan padat, padat karena hal ini berkebalikan dengan bubur yang menjadi salah satu pantangan dalam perayaan Imlek sedangkan panjang menjadi harapan akan umur panjang. (har)




