USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mahasiswa Belu NTT Berlatih Membuat Kincir di Laboratorium Teknik Mesin USD

diupdate: 13 tahun yang lalu


Berbeda dari biasanya, nampak kesibukan di laboratorium Teknologi Mekanik Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma (USD). Sebanyak 14 orang mahasiswa dari berbagai macam prodi yang berasal dari kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Tidak hanya mahasiswa laki-laki yang tampak terlibat, para mahasiswipun tidak kalah serius dalam mengikuti program pelatihan pembuatan dan pemasangan kincir angin ini.
Pelatihan dimulai hari Rabu (15/1) dengan penjelasan instruktur Ir. YB Lukiyanto, MT, Benedictus Dwiseno Wihadi, M.Si, Br. Isidorus Mau Loko, SVD, dan Martono. Disampaikan oleh Lukiyanto bahwa  tahap pertama pelatihan yang berlangsung selama tiga hari adalah mendirikan kincir yang sudah ada. Kincir yang dipakai untuk latihan adalah kincir yang dibuat oleh Br. Isidorus Mau Loko. Kincir ini telah berhasil memenangkan Kompetisi Kincir Angin Indonesia beberapa saat yang lalu. Tahap ke-2 para peserta belajar kelistrikan tingkat sederhana dan aplikatif. Tahap ke-3 baru membuat kincir. Tahap ke-4 peserta berlatih mendirikan dan menguji kincir di pantai. Tahap 3 dan 4 akan dilaksanakan tiap hari Sabtu, sampai menjelang ujian semester genap 2014. Pada tahap ke-5 dipilih 2 orang utusan untuk mendirikan kincir di Kabupaten Belu, NTT.
Pelatihan pada hari pertama dimulai dengan penjelasan hal-hal teknis tentang konstruksi kincir angin. Video-video tentang kondisi alam dan potensi energi angin juga ditayangkan sehingga membuat para peserta semakin meyakini bahwa hal yang mereka lakukan benar-benar akan membuahkan hasil. Setelah sesi teori, peserta masuk dalam sesi praktik. Mereka berlatih memasang menara/tower, sudu-sudu kincir dan transmisinya di halaman sekitar laboratorium. Hal yang menakjubkan adalah peserta memiliki kemampuan luar biasa dalam memanjat tower. Mereka kelihatan tidak ragu-ragu bekerja pada ketinggian. Pada hari ketiga para peserta telah sukses mendirikan sebuah kincir angin di halaman kampus.
Hermelinda Bete, mahasiswi Pendidikan Biologi angkatan 2013 terkesan selama mengikuti pelatihan ini. “Baru pertama kali ini aku melihat dan memasang barang-barang berat. Butuh kerjasama dan kekompakan kelompok.” Demikan disampaikannya di sela-sela pelatihan. Linda, demikian panggilannya juga terkesan melihat film dokumentasi yang ditayangkan. “Saya senang dan ingin segera ikut terlibat. Ternyata di desa yang terpencil, para mahasiswa Teknik Mesin USD telah berhasil membantu masyarakat setempat untuk memasang pompa hidram dan mendirikan kincir angin. Masyarakat senang, saling bantu-membantu” tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Adriana mahasiswi Bimbingan Konseling 2012 menyatakan ingin lolos seleksi. “Saya ingin mendapat kesempatan untuk pulang dan membangun kincir di tanah kelahiran saya. Saya memang ingin belajar. Meski program pelatihan ini tidak wajib, saya bersemangat mendaftar untuk ikut” demikian disampaikannya dengan penuh antusias.
Pada kesempatan yang sama, Br. Isidorus Mau Loko menyampaikan tentang perlunya regenerasi. “Kita sudah memulai dengan awalan yang baik. Respon masyarakat di Atambua juga bagus. Perlu penerus untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan program ini” ungkapnya saat ditanyakan apa pentingnya pelatihan ini. Ditambahkannya pula bahwa USD memandang perlu untuk menyadarkan mahasiswa bahwa mereka (para mahasiswa asal Belu) dipersiapkan di kampus supaya dapat kembali ke daerah dan membangun NTT. “Timor itu kaya, dan kekayaannya tidak mungkin dicuri orang lain. Siapa yang mau mencuri angin?” demikian ditandaskan Lukiyanto. (BST)

  kembali