Romo Paul Suparno, sebagai seorang guru besar dalam pendidikan, pada hari Senin, tanggal 16 Desember 2013 meluangkan waktu untuk mendampingi para dosen Fakultas Psikologi mempelajari kembali berbagai hal yang berkaitan dengan Metode Pembelajaran. Sebelum pembicaraan tentang Metode Pembelajaran, Rm Paul, panggilan akrab dari Paul Suparno, SJ menjelaskan terlebih dahulu tentang universitas katolik dan roh kekatolikannya yang menjadi dasar sebuah universitas katolik. Dalam sebuah universitas katolik peranan dosen sangat lah besar dan penting.
Dosen membantu agar level hidup generasi muda menjadi lebih baik. Psikolog ketika membantu menyelesaikan masalah juga harus mengarah pada kehidupan dan kebenaran yang semakin mendalam. Bantuan tersebut sangat perlu disampaikan pada anak-anak muda, karena sebagian anak-anak muda yang kecerdasannya paspasan belum mampu menemukan nilai-nilai kehidupan yang mendasar dan penting bagi kehidupannya.
Di dalam universitas katolik setiap orang harus berjuang dan memberi kesempatan kelompok marginal bisa bersuara. Kelompok marginal sering kali tidak dapat bersuara karena beberapa hal, antara lain, ketakutannya untuk berbicara, dan ketidakmampuannya berbicara. Sebagai tenaga akademisi para dosen Fakultas Psikologi perlu menyampaikan hal semacam itu kepada para mahasiswanya agar mereka nanti bisa menjadi orang-orang yang berani menyampaikan pendapatnya untuk membantu kelompok-kelompok yang masih termarginalkan.
Prof Dr. Paul Suparno, SJ., juga menjelaskan ada banyak metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, masing-masing metode ada kelebihan dan kekurangannya. Di sinilah dituntut kepiawaian dosen untuk memilih metode yang paling tepat, sehingga seluruh proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen tersebut bermuara pada bertumbuhkembangnya generasi muda menjadi generasi yang semakin mandiri, kreatif, dan bisa menyuarakan nilai-nilai keluhuruan budi pada setiap orang.
Seluruh rangkaian acara lokakarya, disana-sini diwarnai canda dan tawa, tanya-jawab, bahkan sempat pula Rm Paul menayangkan 3 film berkaitan dengan proses belajar mengajar, setelah itu Rm Paul menyampaikan pertanyaan, guru mana yang akan ditiru? Guru yang mengajar dengan hati, dan memiliki sikap profesionallah kiranya perlu dipilih. Akhirnya, lokakarya diakhiri pada pukul 12.00 siang dan ditutup dengan makan siang bersama. Peserta pun makan siang bersama di ruang rapat, ruangan yang sebelumnya dijadikan tempat untuk lokakarya. Selamat bagi semua orang yang terlibat dalam lokakarya ini. (pw).




