USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

"Education for All": Aksi SALT Menyuarakan Hak Pendidikan

diupdate: 13 tahun yang lalu


Sore itu gerimis mengguyur Mrican, namun kelakar tawa ringan terdengar dari Kampus I Universitas Sanata Dharma. Rupanya Mas Gigih Adiguna, seorang stand up comedian Yogya, mengantarkan penonton untuk hanyut dalam rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Students’ Actions for Life dan Trust (SALT), dengan tema “Education for All”, yang meramaikan Student Hall di sela-sela hiruk pikuk akademis menjelang ujian akhir semester.
Satu lagi acara yang sangat menarik telah digelar di Student Hall, Kampus I Universitas Sanata Dharma, pada hari Jumat, 6 Desember 2013. Acara yang dibuka dengan penampilan jatilan anak-anak Pingit dari kampung sosial binaan Soegidjapranata itu menjadi salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan untuk memperingati Dies Natalis Universitas Sanata Dharma dan hari Hak Asasi Manusia sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Romo Elias Ambirat Duhkito dari Campus Ministry dilanjutkan dengan pemutaran tiga film karya mahasiswa peserta workshop SALT 2013. Tiga film ini berjudul “Kami Juga Kamu”, “Harapan dalam Batas”, dan “The Hidden Heroes”. Pemutaran ketiga film tersebut bukan sekedar hiburan bagi penonton yang hadir melainkan juga sebagai pengantar dialog publik yang menjadi rangkaian acara selanjutnya.
Dengan dua narasumber yang luar biasa, yaitu Prof. Dr. Wuryadi, M.S. yang merupakan Ketua Dewan Pendidikan DIY dan Fx. Ouda Teda Ena, M.Pd. yang merupakan dosen Pendidikan Bahasa Inggris USD, acara pada malam itu menjadi semakin menarik. Penonton bukan hanya diajak untuk melihat fenomena di sekitar melainkan juga diajak untuk berpikir kritis dan mampu memberikan kontribusi terhadap masyarakat yang kurang mampu. Topik yang diangkat dalam dialog tersebut ialah “pendidikan untuk kaum pinggiran”. Dalam dialog tersebut dihadirkan pula masyarakat dan sukarelawan perkampungan sosial Pingit. Sejalan dengan topik diskusi pada malam itu, para narasumber memberikan masukan inspiratif bagi generasi muda, khususnya mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Dipandu oleh Sanaha Purba, M.Hum. sebagai moderator, sesi dialog publik berjalan dengan baik.
Sudah menjadi ciri khas SALT untuk menyajikan angkringan bagi para penonton. Demikian pula pada acara tahun ini, angkringan gratis tersedia bagi para penonton. Diiringi alunan akustik yang menjadi salah satu hiburan, penonton tampak begitu menikmati makanan yang disajikan. Terlebih lagi, panitia menyediakan pula fasiitas sablon gratis di salah satu sudut Student Hall yang turut menjadi daya tarik dalam acara ini.
SALT atau Students’ Action for Life and Trust yang berada di bawah naungan Campus Ministry USD secara rutin menyelenggarakan acara yang bertema kemanusiaan. Komunitas ini terdiri dari mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti Service Learning Program (SLP) 2013 di Ateneo de Naga, Filipina, pada bulan Agustus 2013. Dibantu oleh rekan-rekan mahasiswa yang memiliki semangat dan keprihatinan yang sama dalam berbagi, SALT telah sukses menyuarakan hak pendidikan bagi semua melalui acara ini. (SK & DM)

  kembali