USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Tour Mahasiswa Lintas Iman USD

diupdate: 20 tahun yang lalu

25 Februari 2007, pagi itu, suasana kota Yogyakarta masih cerah. 30 Mahasiswa perwakilan komunitas agama-agama Universitas Sanata Dharma (USD) berkumpul di Kampus Paingan atas undangan Campus Ministry untuk mengadakan kegiatan kunjungan ke Vihara Budha Mendut dan Seminari menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan. Peserta adalah wakil dari Ikatan Keluarga Mahasiswa Muslim Paingan, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma, Keluarga Mahasiswa Budhis, Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan, Jalinan Kasih Mahasiwa Katolik, Komunitas Katolik Paingan, dan Komunitas St.Egidio. Kegiatan ini diketuai oleh Ika Ariyanti, perwakilan Mahasiswi Islam Paingan dan didampingi Campus Ministry USD. Kunjungan dilaksanakan dengan mengendarai sepeda motor. Kunjungan pertama dilaksanakan di Vihara Budha Mendut, Magelang. Mahasiswa lintas iman USD disambut oleh Bp. Hudoyo Hupodio, seorang dokter yang aktif di bidang pelatihan meditasi dan Niandev Pouw, seorang staff administrasi Vihara Mendut. Dalam kunjungan tersebut, Bp. Hudoyo menjelaskan tentang inti ajaran Budha, penyebarannya dan karya-karyanya. Setelah itu, peserta berkesempatan bertanya jawab. Ditanya tanggapannya atas gerakan lintas iman yang diselenggarakan oleh mahasiswa, Bp. Hudoyo sungguh terharu. Beliau mengatakan, “ Ketika menerima surat dari USD dan mengetahui bahwa mahasiswa lintas iman akan mengunjungi vihara, pikiran saya melayang teringat kasus Poso, konflik Ambon dan lain sebagainya. Kehidupan bermasyarakat dan bernegara telah dikoyak-koyak. Saya sangat terkesan dengan niat luhur orang-orang muda yang berusaha untuk memperbarui kehidupan bermasyarakat dan bernegara dengan jalinan persaudaraan dan kerja sama lintas iman.” Sebelum mengakhiri diskusi dan sharing, mahasiswa berkesempatan berkeliling melihat tempat di komplek Vihara Budha Mendut. Banyak hal baru yang diperoleh peserta. Selanjutnya, mahasiswa lintas iman melanjutkan kunjungannya ke Seminar Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan, Magelang. Meski diguyur hujan, para mahasiswa tidak surut untuk tetap berkunjung dan berbagi semangat lintas iman. Tiba di Seminari, para peserta disambut oleh seminaris tingkat akhir. Kebetulan pada Minggu awal Maret, seminaris berencana mengadakan rekoleksi bertema lintas iman dan akan berkunjung ke sebuah pesantren di sekitar seminari. Kunjungan mahasiswa lintas iman ini merupakan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan menularkan semangat persaudaraan dan kerja sama lintas iman. Andreas Benoe Angger, mengungkapkan, “Kunjungan ini merupakan hal yang istimewa karena seminaris berkesempatan menimba pengalaman membangun jalinan lintas iman.Berharap kelak, dapat juga mengembangkannya dalam karya pada masa yang akan datang.” Berkunjung ke Seminari Mengengah dipilih karena peran strategis. Seminaris merupakan orang-orang muda yang akan melanjutkan proses pendidikannya sebagai calon imam. Dengan kunjungan ini, diharapakan seminaris juga memiliki wacana untuk mengembangkan gerakan lintas iman di kalangan orang muda Katolik dan umat lainnya. Menjadikan gerakan lintas iman ini bukan semata monopoli para pemuka agama melainkan sungguh mengakar pada jemaat. Tour lintas iman ini direncanakan masih akan dilanjutkan. Pada bulan Maret dan April mahasiswa lintas iman berencana berkunjungan ke Pura Pasek Pemacekan dan Candi Cetho serta ke sebuah Pesantren Modern Islam. Kegiatan ini bertujuan menggaungkan dan mempopulerkan semangat persaudaraan dan kerja sama lintas iman di kalangan orang muda. Suasana kunjungan sangat meriah karena dilakukan dengan mengendarai sepeda motor. Pilihan untuk mengendarai sepeda motor diambil karena panitia ingin mengendapkan pengalaman kunjungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Panitia ingin mencitrakan kunjungan ke komunitas beriman agama-agama ini layaknya sebuah kunjungan kepada saudara atau tetangga dalam hidup biasa bermasyarakat. Sepeda motor dipilih karena kendaraan yang paling diminati orang-orang muda. Dengan kunjungan ini, diharapkan mahasiswa terbiasa untuk melakukan kunjungan ke komunitas beriman beda agama dengan leluasa dan tidak menganggap sebagai sesuatu yang mustahil dilakukan oleh siapa saja. (Fr.Ddk)

  kembali