USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Nasional IFRS: Peningkatan Pelaporan Keuangan menuju Best Practice

diupdate: 13 tahun yang lalu


Dengan adanya dua standar pelaporan keuangan yang berbeda, International Financial Reporting Standard (IFRS) dan General Accepted Principle (GAAP) yang akhir-akhir ini muncul di dunia Akuntansi menimbulkankan kegelisahan para pendidik baik di bidang ekonomi maupun akuntansi dalam proses pengajaran yang disesuaikan dengan kurikulum. Sebagai bentuk perwujudan kepedulian terhadap keresahan itu, para Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP, Universitas Sanata Dharma mengadakan Seminar Nasional bertajuk “Internasional Financial Reporting Standard (IFRS): Konsep dan Implikasinya dalam pembelajaran Akuntansi di Sekolah” hari Kamis, 28 November 2013 di ruang Driyarkara, Gedung Pusat USD, yang berlangsung mulai pukul 09.00 -14.00 WIB.
Seminar Nasional ini dihadiri oleh para guru Ekonomi dan Akuntansi sekolah menengah dari berbagai daerah sebagai upaya untuk memperkaya dan mempertajam pemahaman tentang konsep IFRS yang merupakan tantangan baru bagi para pendidik (guru dan dosen) dan lembaga pendidikan dalam dunia perekonomian. Dengan adanya wawasan luas tentang konsep IFRS, para pendidik dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dalam Ilmu Akuntansi yang akan berdampak secara langsung pada kualitas lulusan.
Demi menunjang kesuksesan acara seminar yang dibuka langsung oleh Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan FKIP ini, panitia menghadirkan dua narasumber di bidang akuntansi, beliau adalah Dr. Supriyadi, M.Sc., C.M.A., C.A, Ak (dosen UGM) dan Dr. Fr. Ninik Yudianti, M.Acc. (dosen USD), yang menjadi pembicara dalam dua sesi berbeda.         
“IFRS adalah Principles Based Standar”, gagasan yang disampaikan Bapak Supriyadi untuk memulai sesi pertama dalam seminar nasional tersebut. “Jika Indonesia mempunyai helm Standar Nasional Indonesia(SNI), maka dalam akuntansi juga ada istilah Standar Akuntansi Internasional” lanjutnya. Dalam sesi tersebut, Bapak Supriyadi lebih menekankan pemahaman konsep IFRS yaitu tentang what, why, and how IFRS di dunia Akuntansi. Wawasan tentang IFRS akan membantu menginspirasi para pengajar untuk lebih mematangkan konten pembelajaran Akuntansi sesuai dengan perkembangan di bidang Akuntansi.
Setelah dikenalkan lebih mendalam tentang konsep IFRS oleh Bapak Supriyadi, di sesi yang kedua para peserta dikenalkan dengan implikasi dan penerapan IFRS dalam pembelajaran akuntansi di SMA/SMK oleh Dr. Fr. Ninik Yudianti, M.Acc. Beliau menekankan tentang bagaimana IFRS akan dipelajarkan di sekolah oleh para pendidik Ekonomi dan Akuntansi. Pembelajaran tentang IFRS di dalam kurikulum pengajaran bagaimanpun juga akan lebih menyiapkan dan memantapkan sumber daya manusia di bidang Akuntansi.
Menurut Ibu Cornelio Purwantini, S.Pd., M.SA. selaku Ketua Panitia Seminar Nasional ini, “Adopsi konsep standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) ini menjadi tantangan bagi para pendidik (guru dan dosen) dan lembaga pendidikan. Upaya memperkaya konten pembelajaran akuntansi dengan memasukkan konsep IFRS membutuhkan kesediaan dan kerja keras guru dan dosen. Melalui forum diskusi, workshop, dan forum ilmiah lain, para pendidik dapat semakin mempertajam pemahaman konsep IFRS yang pada akhirnya meningkatkan kualitas para pengajar dan sekaligus pembelajaran dalam ilmu Akuntansi”. (AA)

  kembali