USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pelatihan Jurnalistik 2013 Humas USD
Menjadi Mahasiswa 'Diurnalii' Menyebarkan 'Acta Diurna' Kampus

diupdate: 13 tahun yang lalu


“Kalau anjing mengigit orang, itu bukanlah berita. Tetapi ketika orang mengigit anjing, nah, itulah berita,” demikian kata Budi Setyahandana, S.T., M.T., Kepala Humas Universitas Sanata Dharma ketika membuka Pelatihan Jurnalistik 2013 Humas USD. “Berita adalah fakta atau kejadian sehari-hari yang memiliki nilai berita,” lanjut Pak Budi. Pelatihan kali ini diikuti oleh mahasiswa pilihan, yakni penerima beasiswa unggulan dan student staff Humas USD. Pelatihan diadakan di Ruang Maulana pada Sabtu, 23 November 2013,  berlangsung mulai  pukul 08.00 sampai 15.00 WIB.
Pelatihan jurnalistik dengan tema “Teknik Penulisan Berita dan Penulisan Artikel di Media Massa” yang diselenggarakan oleh Humas USD bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para mahasiswa dalam berkecimpung di dunia jurnalistik. Mahasiswa pilihan tersebut mendapatkan pelatihan khusus dari pakarnya, Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum., selaku Ketua Redaksi majalah Veritas USD dan dosen Fakultas Sastra USD. Dr Yoseph Yapi Taum memulai pelatihan dengan memberikan sejarah singkat tentang pers. Pers telah ada sejak zaman Romawi, di mana pada pemerintahan Julius Caesar, para ‘diurnalii’ mengumpulkan ‘acta diurna’ untuk diumumkan melalui ‘papan pengumuman’. ‘Diurnalii’ adalah muasal kata jurnalis, yang berarti ‘kuli tinta’ dan ‘acta diurna’ berarti kejadian sehari-hari.
Sense of News
Materi yang disampaikan berikutnya adalah mengenai news, views, dan feature. Hal terpenting yang tercangkup dalam news adalah isi berita dan sense of news. Sebuah berita harus memiliki struktur yang jelas dan berbasis fakta yang aktual. Dr Yoseph memaparkan unsur-unsur dan teknik menulis berita, salah satunya adalah sifat kebaruan atau aktualitas sebuah berita. Sebuah fakta atau kejadian akan memiliki nilai berita berdasarkan tingkat aktualitas yang dimiliki. Teknik menulis berita yang baik harus terdiri dari teras berita yang mencakup 5W + 1H. Setelah mendapatkan pelatihan mengenai penulisan berita, para mahasiswa mendapatkan tugas untuk menulis sebuah berita mengenai pelatihan yang diadakan. Beberapa mahasiswa membacakan hasil penulisan berita yang mencakup sebuah judul dan teras berita.
Mengutip sebuah kalimat dari Hermawan Kartajaya, “Bumi kini telah menjadi Venus’,  Dr Yoseph Yapi Taum membuka sesi pelatihan mengenai ‘feature’ yang akan lebih menyentuh sisi sentimental dan emosional pembaca. Feature adalah istilah jurnalistik untuk mendifinisikan “karangan khas”. Feature sangatlah berbeda dengan berita. Feature menyatukan sisi emosionalitas subjektif dengan realitas  objektif dengan daya penulisan yang khas, di mana sang penulis mengeksplorasi dan menumpahkan perasaannya ke dalam karangan yang ditulis. Feature ditulis oleh orang yang hatinya tergugah akan memiliki daya gugah terhadap pembacanya. Karena itu, feature  seringkali dituangkan dalam bentuk narasi; penulisan berdasarkan penuturan yang sastrawi dan menggugah perasaan pembaca. Dr Yoseph Yapi juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk menuliskan sebuah lead sebuah feature dan kemudian membacakan feature tersebut. Pelatihan bersama Dr. Yosep Yapi berakhir pada jam 12 dan kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama.
Kunci Menulis adalah Membaca
Setelah menyantap makan siang, pelatihan berikutnya diisi oleh Agung PW, seorang jurnalis senior dari koran Suara Merdeka. Agung menuturkan bahwa satu kunci sukses dalam menulis adalah membaca. Beliau memberikan pengetahuan tentang menulis artikel di media cetak kepada para mahasiswa. Salah satu tips menulis adalah memilih tema yang sedang tren, hangat dan menjadi pembicaraan banyak orang. Para mahasiswa sangat aktif dan antusias dalam mengikuti sesi forum terbuka bersama pak Agung. Salah seorang mahasiswa penerima beasiswa unggulan, Lily, menanyakan pandangan pak Agung mengenai kontrol media di masyarakat. Pak Agung membeberkan bahwa media massa memang berfungsi sebagai kontrol sosial yang berperan memberikan berita ke masyarakat.
Sesi tanya jawab bersama pak Agung PW berakhir pada pukul 14.15. Para mahasiswa merasa puas terhadap jawaban dan sharing yang dibagikan oleh pak Agung. Menurut mahasiswa Student Staff Humas, Eswara, pelatihan ini sangatlah berguna dan menambah wawasan. Ketika ditanya mengenai harapan tentang pelatihan ini, Eswara menjawab, “Saya berharap acara ini dapat diadakan terus sehingga kita dapat berlatih untuk menyebarkan info mengenai universitas kita dan dapat diberitakan ke luar kampus, sehingga banyak yang tau mengenai USD.”
Pelatihan Jurnalistik berakhir pada pukul 14.30 WIB dan ditutup pesan dari Kepala Humas USD. Pembagian sertifikat mengakhiri pelatihan jurnalistik yang dihadiri 30 mahasiswa pilihan USD. Semoga pelatihan ini menjadikan mahasiswa sebagai ‘diurnalii’ yang akan menyebarkan ‘acta diurna’ kampus kita melalui website USD maupun melalui Majalah Veritas. (JN)

  kembali