USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Rektor USD: "Bantu Pulihkan Traumatis Pasca Gempa"

diupdate: 20 tahun yang lalu

“Sasaran program KKN untuk pendampingan anak adalah sasaran yang tepat untuk penanganan pasca gempa, mengingat gejala traumatis yang mereka alami butuh waktu yang lama untuk dipulihkan”, demikian ditegaskan Rektor USD, Romo Wiryono dalam sambutannya selaku inspektur upacara pelepasan peserta KKN Angkatan XXXIII USD di Lapangan Realino, Rabu (03/01), jam 08.00 wib. Kegiatan KKN ini sendiri sebenarnya sudah dimulai dari tanggal 26 November – 3 Desember 2007 yakni observasi, dilanjutkan persiapan prosposal dan lain-lain, selanjutnya penempatan peserta di lokasi dimulai tanggal 3 Januari sampai tanggal 25 Januari 2007 mendatang dan akan diakhiri dengan refleksi dan evaluasi di kampus. Diikuti oleh 308 mahasiswa-mahasiswi USD, yang terdiri dari 31 orang dari FKIP, 60 orang dari FMIPA, 51 orang dari Sastra, 40 orang dari Farmasi serta 26 orang dari Psikologi, KKN Angkatan ke XXXIII ini seluruhnya ditempatkan di Kabupaten Klaten, Kecamatan Gantiwarno, tepatnya di enam desa yakni Kragilan, Ceporan, Jogoprayan, Ngandong, Jabung, serta Gesikan. Selain itu KKN ini juga melibatkan 16 orang dosen, 2 karyawan dan 2 orang mahasiswa senior yang pernah melaksanakan KKN. Dalam laporan tertulisnya yang dibacakan oleh Bapak H. Purwanta, Kepala Pusat KKN USD menyampaikan bahwa dengan KKN kali ini diharapkan mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat sehingga mampu melakukan analisis sosial dan mampu merefleksikan hasil interkasi dan analisis tersebut. Masih menurut laporan tersebut, sasaran KKN kali ini adalah dukungan atau bantuan untuk korban gempa khususnya pendampingan anak. Mengapa diarahkan pada penanganan korban gempa? Karena berdasarkan analisa awal ditemukan bahwa gejala traumatis korban gempa mengarah pada ketergantungan terhadap orang yang dapat dipercaya bisa membantu korban gempa tersebut menemukan kembali pandangan mereka terhadap masa depannya. “Angka 33 dan 308, menurut rekan saya yang paham Feng Shui adalah suatu angka keberuntungan, jadi saya berharap semoga mahasiswa-mahasiswi yang ambil bagian dalam KKN kali ini juga mendapat keberuntungan bukan hanya bagi diri pribadi tapi juga bagi masyarakat tempat kalian berinteraksi dilapangan”, pungkas Romo Wir yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta KKN. (Rjl)

  kembali