Manusia Ditakdirkan untuk GAGAL!! Membaca kalimat itu, pasti membuat sebagian besar dari kita tidak akan menyangka bahwa kutipan tersebut diungkapkan pada sebuah training kerja. Tapi pada kenyataannya kalimat tersebut mengandung makna yang cukup dalam bahwa sebenarnya dalam meraih kesuksesan, setiap manusia harus siap menderita kegagalan lalu kemudian bangkit dan belajar dari kegagalan. Training kerja tersebut berlangsung pada Hari Kamis, 14 November 2013, yang diselenggarakan oleh John Robert Powers bekerja sama dengan Wakil Rektor IV Universitas Sanata Dharma dengan bertemakan Navigating Your Career.
Walaupun peserta yang hadir pada siang hari itu tidak terlalu banyak, namun tidak menyurutkan semangat dan antusiasme para peserta untuk mengikuti jalannya training. Training dibuka oleh Bapak Arthur dengan sedikit membagikan kisah hidup dan kesuksesannya yang mampu meraih jabatan penting di salah satu perusahaan otomotif terkemuka di dunia. Menurut Beliau, para peserta yang hadir pada siang hari itu telah memiih jalan dan alur yang tepat untuk meniti dan meraih kesuksesannya di masa depan kelak. Selanjutnya, Bapak Arthur mempersilahkan Bapak Andrew Ardianto untuk menjadi pembicara utama pada training tersebut. Bapak Andrew kemudian melontarkan sebuah pertanyaan kontroversial kepada peserta pada siang hari itu. Beliau bertanya kira-kira apa yang menjadi tujuan utama manusia untuk bekerja? ketika para peserta berusaha untuk memikirkan jawaban terbaik, Bapak Andrew segera mengungkapkan pemikirannya bahwa sebagian besar manusia di Indonesia bekerja hanya agar tidak menganggur, mengikuti perintah orang tua, atau bahkan hanya sekedar bekerja tanpa ada planning apapun. Untuk menghindari hal tersebut beliau menegaskan pentingnya mahasiswa untuk menetapkan perencanaan dan persisten akan mimpi dan rencananya di masa depan.
Menurut Bapak Andrew ada beberapa langkah yang dapat kita tempuh untuk meraih kesuksesan di masa depan. Langkah pertama yakni kita perlu menentukan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). Hal ini perlu kita lakukan agar kita dapat menyadari berbagai kelemahan dan kelebihan diri demi mempersiapkan rencana kerja kita di kemudian hari. Lanjut menurut beliau terdapat 4 temperamen utama manusia yakni Sanguine, Choleric, Melancholic, dan Phlegmatic. Dengan demikian, setiap individu wajib untuk mengetahui jenis temperamen apa yang menonjol dalam dirinya. Langkah selanjutnya dan merupakan langkah yang terpenting yakni bagaimana kita harus menentukan mimpi kita di masa depan dan bekerja keras untuk mencapai mimpi tersebut. Walaupun terkesan sedikit retoris, beliau kemudian membagikan cerita kehidupannya dan orang-orang sukses di sekitarnya. Menurut beliau sebagian besar manusia hanya melihat kesuksesan ketika orang tersebut telah meraih kesuksesan dan cenderung mengabaikan bagaimana jerih lelah, hinaan, dan penolakan yang diterima setiap orang di awal mereka meniti karir. Berbagai penderitaan tersebut pada dasarnya bukanlah kegagalan melainkan pembelajaran terbaik dari kehidupan. Sebelum menutup training pada siang hari itu, beliau memberikan sebuah kalimat menarik yang cukup menggugah semangat para peserta yakni: Hiduplah dan bekerja keraslah demi mimpimu dan jika kamu masih hidup dalam mimpi orang lain, hidupilah mimpi tersebut, jadikanlah sebagai mimpimu dan berjuanglah dengan mimpi tersebut.
John Robert Powers sendiri merupakan Sekolah Pengembangan Kepribadian yang berdiri sejak Tahun 1985. Melalui pelatihan di John Robert Powers Indonesia banyak individu yang mampu mengoptimalkan potensi mereka dengan cara memahami sikap positif dan negatif seseorang. John Robert Powers Indonesia pada perkembangannya kemudian berubah menjadi HR Consultant dengan kurikulum internasional yang menawarkan beberapa program seperti Personal Growth, Communication, Profiling, Entertainment Industry, dan lain-lain. (ssp)




