USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

WEEKEND LINTAS IMAN KOMUNITAS-KOMUNITAS AGAMA MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA

diupdate: 20 tahun yang lalu

Maraknya kasus konflik antar warga yang mengait-ngaitkan dengan isu perselisihan agama, masih saja terjadi di bumi pertiwi Indonesia. Kenyataan tersebut membuka mata dan hati seluruh umat beriman untuk peduli akan kondisi perdamaian di bangsa ini. Situasi macam itu menggugah Campus Ministry Universitas Sanata Dharma untuk mengadakan weekend lintas iman bagi komunitas-komunitas berbasis agama di Universitas Sanata Dharma sebagai wujud usaha Universitas, sebagai lembaga pendidikan, dalam menyiapkan kader-kader promotor penegak perdamaian bangsa ini. Pertemuan yang dilangsungkan di Wisma Maya Kaliurang, Yogyakarta 18-19 November 2006, dihadiri oleh Mahasiswa-mahasiswi, perwakilan dari Komunitas Paingan (Katolik), Jalinan Kasih Mahasiswa Katolik (Katolik), Cana Community (Katolik), Persekutuan Mahasiwa Kristen (PMK), Keluarga Mahasiswa Budhis (Budha), Keluarga Hindu Dharma (Hindu), Forum Keluarga Muslim (Islam), Ikatan Keluarga Mahasiswa Islam Paingan (IKMIP), Unit Kegiatan Mahasiswa bidang Kerohanian USD (Lintas agama), Komunitas St. Egidio (Lintas Agama). Dalam menyelenggarakan kegiatan ini, Campus Ministry melibatkan perwakilan dari komunitas Mahasiswa beriman untuk menjadi pantia sekaligus pengisi acara. Dalam acara tersebut, peserta dan panitia diajak untuk terlibat langsung dalam diskusi dan sharing. Setiap peserta begitu antusias memberikan pernyataan, pendapat, ataupun sharing pengalaman mereka dalam menjalin relasi dengan sesama yang berlainan agama. Dalam sharing antar mahasiswa, terungkap bahwa tidaklah mudah untuk berelasi dengan sesama yang berlainan agama. Beberapa faktor yang menghambat seperti, adanya pemahaman/cara pandang yang berbeda, eksklusivitas dari setiap agama, pengaruh lingkungan, didikan keluarga, minder karena merasa minoritas, kurangnya pemahaman dan pengenalan akan pengetahuan tentang agama lain, kurang terbuka dengan perbedaan yang ada, sikap dan mentalitas tiap individu berbeda yang membuat seseorang sulit untuk berinteraksi. Tapi, semua hal yang menghambat di atas bisa kita atasi jika kita memiliki kesadaran dari diri sendiri untuk mau terbuka dalam menerima perbedaan, berani untuk memulai relasi dan menjalin persaudaraan, mau berpikir positif tentang orang lain, mau melihat lebih dekat, dan mau menjadi seseorang untuk orang lain, dan terlebih lagi tidak menjadikan agama sebagai kambing hitam dari setiap masalah. Dalam acara ini, panitia juga mengundang komunitas Interfidei yaitu sebuah komunitas lintas iman yang berada di Yogyakarta. Berdirinya Interfidei berawal dari tahun 1992–1995 melakukan diskusi, menerbitkan buku-buku. Interfidei juga melakukan studi tentang keberadaan agama dan sikap pemerintah Indonesia, seperti politik diskriminasi. Selain itu, Interfidei berusaha memberi inspirasi kepada para guru agama untuk memperbarui pelajaran pendidikan agama di sekolah-sekolah baik tingkat sekolah dasar maupun menengah. Sharing kelompok interfidei, menggugah peserta untuk turut serta mengusahakan adanya forum lintas iman yang berdampak nyata bagi sesama. Diakhir acara, peserta diajak untuk membuat Action Plan atau langkah yang akan diambil untuk mengembangkan jalinan relasi dengan sesama yang berlainan iman. Action Plan yang dibuat berupa harapan dan wujud nyata usaha yang akan dilakukan untuk menyiapakan diri sebagai promotor penegak perdamaian lintas iman. Action Plan yang dibuat antara lain, (1)membangun komitmen pribadi untuk mau menjalin persaudaraan dengan sesama yang berlainan agama, (2)menjadi Mediator perdamaian untuk teman, keluarga dan komunitas di lingkungan terdekat kita (3) Campus Ministry USD sendiri telah menyiapkan sejumlah program yang terencana dan berkesinambungan untuk membina para kader promotor penegak perdamaian lintas iman dan menanamkan nilai man and woman for and with others, seperti live in lintas iman di berbagai komunitas religius aneka agama, sarasehan, kunjungan kelompok lintas iman, dan bakti sosial.(Fr.Ddk)

  kembali