USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Empat Dosen FS USD Jadi Narasumber pada Pembahasan "Penulisan Hukum Adat Dayak dan Penulisan Kamus Bahasa Dayak" di Kutai Barat Kaltim

diupdate: 13 tahun yang lalu


Bertempat di Bappeda Kutai Barat Kalimantan Timur, empat orang dosen Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma pada tanggal 17 Oktober 2013 menjadi narasumber pada pembahasan “Penulisan Hukum Adat Dayak: Tonyooi, Benuaq, dan Bahau” serta “Penulisan Kamus Bahasa Dayak: Bahau, Benuaq, Tonyooi, dan Rentenuukng di Kutai Barat”. Hal tersebut merupakan hasil penelitian Tim Centre for Ethnoecology Research and Development yang dipimpin oleh Drs. Yuvenalis Lahajir, M.Hum. alumnus Universitas Sanata Dharma (d/h IKIP Sanata Dharma tahun 1983) yang bekerjasama dengan Bappeda Kabupaten Kutai Barat.  Mereka adalah Prof. Dr. I. Praptomo Baryadi, Dr. H. Purwanta, M.A., Dra. F. Tjandrasih Adji, M.Hum, dan Drs. Silverio R. L. Aji Sampurno, M.Hum.

Pada kesempatan itu Pak Praptomo dan Bu Tjandra menjadi narasumber untuk aspek kebahasaan, Pak Purwanta untuk aspek kesejarahan, dan Pak Rio untuk aspek antropologis. Secara umum keempat narasumber memberikan apresiasi sangat tinggi kepada Tim Peneliti CERD yang telah berhasil merumuskan dan mengkodifikasi bahasa dan hukum adat masyarakat Kabupaten Kutai Barat. Hukum adat yang selama ini hanya berupa kesepakatan-kesepakatan lisan dan dikuasai oleh para pemuka adat, kini diwujudkan dalam bentuk tulisan yang bisa diketahui oleh siapa pun, meski ketika berbicara soal sanksi masih sangat bergantung pada pemuka adat setempat, karena memang ada beberapa hal yang tidak boleh dituliskan, karena sanksi yang cukup berat bagi si penulis mau pun bagi si pemberi ijin menuliskannya bahkan bisa membawa kepada kematian.

Seminar berlangsung cukup hangat, dimulai sejak pagi hari dihadiri sekitar 50 orang, yang  berasal dari perwakilan pemerintah (SKPD, camat, petinggi), Presidium Dewan Adat Kubar, Dewan Adat Kecamatan, Kepala Sekolah, Guru Bahasa/Sastra, dan tamu undangan. (Rio)

  kembali