Dengan melihat perhatian yang sama mengenai peningkatan kualitas bangsa melalui media pendidikan dan budaya, Universitas Rotterdam mengadakan kunjungan ke Universitas Sanata Dharma untuk bekerjasama dalam kedua bidang tersebut. Pertemuan awal antara kedua universitas bertempat di Ruang Rapat Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) pada 23 September 2013.
Pertemuan awal ini dipimpin oleh Tarsisius Sarkim, Ph.D. dan dihadiri oleh segenap dosen penanggung jawab, yaitu: Gregorius Ari Nugrahanta, S.J. S.S., B.S.T., M.A., Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Eny Winarti, M.Hum., Ph.D., dan Maria Ananta.S., S.S., M.Ed. Delegasi Universitas Rotterdam sendiri berjumlah sembilan orang yang dikepalai oleh Mr. Jaap Griffisen.
Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai kegiatan yang akan disepakati bersama sebagai implementasi dari kerjasama antara kedua universitas dalam bidang pendidikan dan budaya. Sebagai wujud perhatian mereka akan dunia pendidikan, telah disetujui bahwa kedua universitas akan mengadakan praktek pengalaman lapangan (PPL) bersama di beberapa sekolah di Yogyakarta. Para mahasiswa diharapkan dapat melakukan observasi silang mengenai cara mengajar masing-masing Negara. Hasil yang dicapai kemudian dievaluasi untuk dijadikan pembelajaran yang lebih mendalam bagi sistem pendidikan yang lebih baik.
Dalam kunjungannya, para mahasiswa dari Universitas Rotterdam juga akan diajak untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Yogyakarta dan akan diperkenalkan berbagai kebudayaan Indonesia, yang salah satu di antaranya adalah kesenian karawitan. Kemudian daripada itu, mahasiswa dari kedua universitas diajak untuk bersatu dalam malam kebudayaan di mana masing-masing negara akan menunjukkan kesenian dari negara asal.
“Marilah kita bersama menyediakan suatu pelayanan yang terbaik dalam dunia pendidikan bagi siswa-siwa kita. Bersama kita akan menyelesaikan berbagai masalah yang ditemukan, dan bersama pula kita akan merancangkan tindak yang nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, kami juga datang dalam suatu tugas khusus untuk mengenal budaya Indonesia lebih jauh. Dalam berbagai hal tersebut, pendampingan dari Universitas Sanata Dharma dan para mahasiswanya sungguh merupakan hal yang sangat berharga bagi kami.” demikian diungkapkan Mr. Jaap Griffisen.
Selama dua bulan ke depan, para mahasiswa tersebut akan terus bedinamika bersama dalam berbagai macam kegiatan yang disepakati. Hal ini sungguh diharapkan untuk dapat menjadi perwujudan nyata akan suatu usaha bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kedua negara yang dapat memacu kemunculan pemimpin-pemimpin di masa depan yang berdampak bagi bangsa dan negaranya. Kunjungan ini juga dapat menciptakan pemahaman budaya yang lebih dalam upaya mendorong lahirnya suatu kerja sama yang semakin erat di antara kedua negara. (W2N-Staf WR4)




