Senin-Selasa, 23-24 September 2013, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEMU) Sanata Dharma mengadakan Festival Budaya dalam rangkaian acara Dies Natalis Universitas Sanata Dharma yang perayaan puncaknya akan diadakan pada tanggal 28 September 2013. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kampus I Mrican, diikuti oleh berbagai program studi yang ada di Universitas Sanata Dharma. Pada serangkaian perayaan Dies Natalis Universitas Sanata Dharma ini, BEMU cukup unik dalam memikirkan dan menyiapkan serangkaian kegiatan yang mampu menjangkau segenap lapisan yang ada di Universitas Sanata Dharma supaya setiap pribadi mau dan mampu terlibat dalam ajang perayaan satu tahunan tersebut. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah Festival Budaya ini.
“Kami segenap jajaran BEM USD 2013 mengalami dan merasakan bahwa Universitas Sanata Dharma adalah Indonesia mini yang mampu mencakup pribadi-pribadi yang ada di dalam 33 provinsi di Indonesia. Oleh sebab itu, dengan mengadakan kegiatan dengan penekanan pada budaya, setiap pribadi di dalam Universitas Sanata Dharma semakin merasakan dan mengalami bahwa kita satu di dalam keluarga Universitas Sanata Dharma. Budayamu, budayaku adalah budaya kita semua”, begitulah ungkap Carolus Amaone, Koordinator BEM USD 2013.
Festival Budaya sebagai rangkaian perayaan puncak Dies Natalis Universitas Sanata Dharma tersebut mengusung tema “Beda Kultur, Satu Impian”. Festival Budaya ini menjadi ajang pertunjukan kekhasan budaya, hobbi, dan bakat yang ada di dalam setiap pribadi yang tentu berhubungan dengan seni, sehingga penampilan dalam Festival Budaya tersebut berupa tarian, drama musikal, koregrafi, dan nyanyian yang menunjukkan budaya khas yang ada di Indonesia. Festival Budaya ini menjadi perlombaan yang dinilai dan diuji kelayakannya sebagai juara di dalam perlombaan oleh juri-juri yang berkompeten dan berpengalaman seperti mas Tri dari Sanggar Budaya yang terkenal di Yogyakarta, pak Tri, dosen Institute Seni Indonesia Yogyakarta, dan bu Putu dosen Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma yang juga menjadi pengajar tetap UKM Tari di Universitas Sanata Dharma. Dan tidak hanya penampilan saja yang diperlombakan, tetapi juga animo suporter antar program studi pun menjadi bentuk perlombaan yang dinilai sebagai wujud keterlibatan dukungan antar program studi di dalam Festival Budaya ini.
Festival Budaya yang dibuka pada tanggal 23 September 2013 pukul 17.30 WIB dengan pemotongan pita oleh Dr. Cyprianus Kuntoro Adi, S.J., M.A., M.Sc. ini
berakhir pada tanggal 24 September 2013, kemudian pengumuman juara dalam festival tersebut akan diumumkan pada saat perayaan puncak Dies Natalis Universitas Sanata Dharma. “Kiranya Sanata Dharma tidak perlu mengadakan atau membentuk program studi khusus seni, karena hal itu tidaklah perlu dan mendesak karena di dalam Universitas Sanata Dharma sendiri di bawah keorganisasian UKM BEMU yang bergerak di dalam seni. Justru dengan adanya Festival Budaya yang diadakan sebagai serangkaian kegiatan menyambut perayaan Dies Natalis Universitas Sanata Dharma tersebut, setiap mahasiswa mau dan mampu menyalurkan bakat, hobi, dan kesenangannya dalam hal seni sebagai ciri khas dari budaya atau karakter diri yang dipengaruhi oleh lingkungan yang telah membentuk diri masing-masing. Dari situ, setiap mahasiswa tidak hanya berkembang secara kognitif dalam hal-hal yang berhubungan dengan intelektual semata, tetapi juga mau dan mampu merasa dengan mata hati dengan hal-hal seni.” demikian ungkapan romo Kuntoro Adi dalam memberikan sambutan sebelum pemotongan pita sebagai simbolisasi pembukaan Festival Budaya. (FXAP)




