USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Nasional: Sejarah Pancasila dan Pandangan Driyarkara

diupdate: 13 tahun yang lalu


Seminar Nasional:

Fakultas Teologi  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengadakan serial Seminar Nasional perdana selama tahun ajaran 2013-2014 di kampus pusat Mrican, Yogyakarta, 24/9. Seminar yang bertajuk “Sejarah Pancasila dan pandangan Dryakara” ini menghadirkan Dr. Yudit Latif dan Bpk. Harry Tjan Silallahi (CSIS) sebagai narasumber dan ditanggapi oleh Dr. FX. Baskara T. Wardadya SJ dan A. Widyarsono SJ. Rangkaian kegiatan ini dimoderasi oleh Dr. Prasetyantha MSF dan dihadiri oleh banyak peserta dengan beragam latar belakang.

Di dalam presentasinya, Dr. Yudit Latif berucap bahwa Pancasila digali bung Karno dari bumi Indonesia. Memang ada pengaruh dari luar, tetapi telah diindigenisasi. Sepakat dengan bung Karno, Driyakara menegaskan bahwa Pancasila sudah lama menjadi kategori operatif di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai yang termaktub di dalam Pancasila telah lama dihidupi oleh masyarakat Indonesia. Menurut peneliti Pancasila ini, Soekarno dan Driyakara mendekati Pancasila dari sudut pandang yang berbeda, tetapi keduanya memiliki titik temu, dan bahkan Driyakara melengkapi gagasan Soekarno. Titik temu keduanya terletak pada gagasan gotong royong Soekarno dan ketuhanan Driyakara. Sementara itu, bapak Harry, tokoh historis yang sempat berteman dengan Driyakara, menegaskan bahwa Pancasila sangat penting sehingga ditempatkan di pembukaan UUD 1945. Baginya, sila yang terpenting adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia kemudian menantang forum demikian “memang Pancasila penting, tetapi apakah Pancasila masih relevan untuk masa depan?”
 

 

  kembali