Indonesian Language and Culture Intensive Course Universitas Sanata Dharma (ILCIC USD) mengadakan malam penutupan bagi kunjungan dua universitas dari Jepang; Universitas Keio dan Universitas Kyoto Sangyo, pada tanggal 12 September 2013 bertempat di Ruang Seminar LPPM. Acara ini ditujukan sebagai sebuah perayaan bagi selesainya rangkaian kunjungan budaya dari kedua universitas tersebut di Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh Dr.Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D; sebagai Wakil Rektor Hubungan Kerjasama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dr. Retno Muljani; sebagai Kepala Lembaga Bahasa USD, Ibu Henny Herawati; sebagai Kepala ILCIC USD, Prof.Nomura Toru; sebagai pembimbing dari Universitas Keio, Prof.Edi Priyono; sebagai pembimbing dari Universitas Kyoto Sangyo, segenap staf pengajar ILCIC USD, keluarga homestay tempat tinggal peserta, dan tentu saja para peserta dari dua Universitas Jepang tersebut
Di bawah bimbingan ILCIC USD, para peserta telah dibawa untuk mengenal dan menguasai Bahasa Indonesia sebagai wujud otentik budaya bangsa Indonesia yang menyatukan berbagai budaya dari bermacam-macam suku di Indonesia. Para peserta juga mendapat kesempatan untuk sebuah wisata budaya dengan mengunjungi berbagai tempat seperti Kraton Yogyakarta, Taman Sari, Pasar Tradisional, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Sentral Kerajian Perak dan Batik, dan lainnya. Selain itu, para peserta juga dibawa untuk mengunjungi sekolah dasar dan beberapa stasiun radio di Yogyakarta sebagai perwujudan dari keinginan mereka untuk memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat di Yogyakarta.
Acara dibuka dengan salam dari pembawa acara; dua peserta dari Universitas Keio dan Sangyo yang didampingi satu pengajar di ILCIC USD. Dengan mengenakan pakaian tradisional Indonesia, dua pembawa acara dari jepang tersebut menunjukkan ketrampilan mereka dalam menggunakan bahasa Indonesia. Pemandangan ini sungguh mengisyaratkan bahwa dari semenjak awal acara, para hadirin telah disuguhkan sebuah aksi apresiasi kebudayaan yang dilakukan oleh Universitas Keio dan Sangyo. Apresiasi kebudayaan ini berlanjut dengan persembahan tari-tarian Jepang dari kedua Universitas tersebut, namun tetap dengan mengenakan pakaian tradisional Indonesia. Begitu juga dengan persembahan bersama dari segenap pengajar ILCIC USD lewat gerak dan lagu dalam bahasa Indonesia, namun menggunakan latar belakang musik Jepang. Interaksi budaya tersebut menjadi hal yang sangat spesial untuk disaksikan pada malam penutupan tersebut.
Serangkaian aktivitas kebudayaan tersebut telah memberikan pengalaman yang mendalam bagi peserta sebagaimana diungkapkan oleh seorang perwakilan dari peserta ”Pada awalnya saya sangat gugup berada disini karena saya tidak bisa berbahasa Indonesia, namun saya jadi bisa berkat guru-guru. Saya sangat suka masakan ibu di rumah. Saya mau bicara lebih banyak memakai bahasa Indonesia. Saya mau belajar Bahasa Indonesia sampai mahir. Saya sangat suka Indonesia dan Yogyakarta. Saya ingin belajar Bahasa Indonesia disini lagi.”
Para peserta juga membuktikan diri mereka mampu untuk memberikan kesan yang positif bagi keluarga dimana mereka ditempatkan. “Saya sangat bangga bisa bertemu mereka karena mereka sangat bisa beradaptasi dengan budaya Indonesia. Mereka menghargai setiap anggota keluarga kami, bahkan mereka sudah hafal mengenai berbagai kebiasaan yang kami lakukan. Satu hal yang pasti tak terlupakan bagi saya adalah bagaimana mereka setiap malam berkata ‘selamat tidur.Sampai jumpa besok.’ Walaupun sangat sederhana, tetapi sungguh-sungguh memberikan kenangan yang indah bagi kami,” ungkap Ibu Monica, selaku empunya homestay tempat para peserta tinggal.
Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat tanda selesainya pembelajaran para peserta dan juga kenang-kenangan berupa selempang batik. Dengan demikian, malam perpisahan ini sungguh menjadi ajang apresiasi budaya diantara Indonesia dan Jepang yang diharapkan dapat menjadi media yang sungguh dapat menguatkan relasi kedua negara, sebagaimana diungkapkan Dr.Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D bahwa “Malam ini sungguh momen yang membahagiakan sebagai manifestasi terpeliharanya relasi antara Universitas Sanata Dharma dengan Universitas Keio dan Sangyo. Semoga relasi ini dapat tetap dijalin sebagai langkah untuk membentuk calon pemimpin yang semakin dewasa demi hubungan kedua negara yang semakin baik pula.” (Humas WR4)




