Universitas Sanata Dharma (USD) bekerja sama dengan Nuffic Neso mengadakan Presentasi Beasiswa Studi ke Belanda pada tanggal 13 September 2013 bertempat di Ruang Seminar LPPM. Dalam presentasi ini, Ibu Inty Dienasari, sebagai Education Promotion of Nuffic Neso Indonesia, memaparkan mengenai berbagi variasi program beasiswa hasil kerjasama pemerintah Belanda dan Indonesia yang meliputi program kesarjanaan; baik untuk gelar Bachelor, Master, dan Doktoral, short course, summer course, pelatihan, dan lainnya. Pihak Universitas Sanata Dharma menyambut kesempatan ini dengan antusias dibuktikan dengan kehadiran peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen.
Nuffic Neso merupakan suatu badan yang secara aktif memberikan pelayanannya untuk memfasilitasi baik siswa Indonesia yang ingin belajar di negeri Belanda ataupun sebaliknya. Hal ini dilakukan dengan membantu institusi pendidikan tinggi Indonesia untuk menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi Belanda dalam hal riset, pengajaran: double and joint degree, dan mobilitas: staff and student exchange. Selain menyediakan berbagai program tersebut, Nuffic Neso juga membantu komunikasi antara dua institusi tersebut dari kontak awal sampai pertemuan para delegasi bahkan penyiapan perjanjian kerja sama.
Ibu Inty Dienasari juga memperkenalkan tentang berbagai macam jalur beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh para pendaftar untuk pembiayaan selama masa studi di Belanda. Pemerintah Belanda menawarkan bermacam beasiswa bagi pelajar internasional yang berkeinginan untuk belajar di Belanda, seperti Orange Tulip Scholarship, Erasmus Mundus, Studern in Nederland (StuNed) programme, dan Netherlands Fellowship Programmes.
Melihat akan pentingnya presentasi ini, Anindya Komala Dewi, salah satu peserta dari prodi Sastra Inggris mengutarakan tanggapannya bahwa “Presentasi tentang beasiswa studi di Belanda sangat bermanfaat karna memberi informasi tentang berbagai beasiwa yang ditawarkan oleh pemerintah Belanda. Selain itu presentasi tersebut dapat memacu para mahasiswa untuk meraih beasiswa untuk melanjutkan studi di Belanda, yang tentunya tidak mudah, namun juga tentunya bukan mustahil untuk didaptkan. Menurut saya, presentasi tentang beasiswa studi di luar negeri perlu diadakan lagi.”
“Selain beasiswa tersebut, kita juga akan ditunjang dengan kenyataan bahwa bahasa Inggris digunakan dalam pembelajaran. Bahkan mungkin anda akan dapat menemukan orang yang berbicara dalam bahasa asal anda karena warganya yang beragam. Selain itu, Universitas di Belanda juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswanya untuk berpariwisata dan mengadakan pertukaran di negara Eropa lainnya. Jadi berbagai macam hal yang menunjang masa studi anda tersedia di sini, masalahnya adalah seberapa anda siap untuk mendapatkan semuanya itu”, demikian disampaikan Ibu Inty Dienasari.
Kerjasama ini diharapkan menjadi sebuah wujud nyata dari sebuah perhatian yang mendalam dari USD dan institusi di Belanda akan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk penguasaan dan perkembangan ilmu pengetahuan demi terciptanya hidup manusia yang lebih baik. (W2N)




