Dengan berdasar atas suatu kepedulian bersama akan majunya pendidikan bangsa, maka disusunlah suatu pertemuan bilateral antara Universitas Sanata Dharma (USD) dan United States Agency for International Development (USAID) untuk membahas lebih lanjut mengenai isu terkait. Pertemuan ini berlangsung pada tanggal 5 Agustus 2013, bertempat di Ruang Koendjono Gedung Pusat Kampus 2 USD, dihadiri Rektorat, Dekan, dan Dosen USD. Dr Ir P Wiryono Priyotamtama, SJ selaku Rektor USD dan Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D, selaku Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia-, bertatap muka dengan delegasi USAID untuk Indonesia Mrs Roberta Mahoney selaku Senior Deputy Director for Operations, Human Resource Office USAID dan Mr. Andrew B.Sisson selaku Mission Director USAID.
USAID merupakan badan dari pemerintah Amerika yang bertanggung jawab akan pengelolaan bantuan bagi warga di negara lain yang wilayahnya mencakup Amerika Latin, Eropa, Asia, dan Afrika. Bantuan tersebut berupa penyediaan pendampingan dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, lingkungan, kesehatan, teknologi, energy, budaya dan pariwisata, pertanian dan ekologi, serta pemerintahan. Hal tersebut dilakukan dalam upaya USAID untuk memberikan uluran tangan bagi warga asing dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik serta bekerjasama dalam menegakan tegaknya demokrasi di negara yang bersangkutan. Akan tetapi dari berbagai bidang tersebut, dalam pertemuan ini ditegaskan bahwa pihak USAID sedang menetapkan suatu prioritas bantuan yaitu dalam dunia pendidikan. “Selama kurang lebih 50 tahun kami telah berkecimpung dalam berbagai kerjasama dalam banyak bidang. Kami berkunjung ke berbagai sekolah berjumpa dengan banyak murid dan guru, kami juga pergi ke berbagai tempat keagamaan untuk menjalin dialog dengan para pemuka, dan kami juga telah bertemu dengan banyak teknokrat di berbagai tempat. Namun dalam kesempatan kali ini, kami ingin mencari sebuah perspektif baru dengan cara menekankan pada suatu prioritas baru, yang dalam hal ini adalah pendidikan,” demikian diungkapkan Mr. Andrew B. Sisson.
Prioritas tersebutlah yang menjadi pertimbangan untuk menjalin kerjasama dengan Universitas Sanata Dharma. Hal ini menyangkut keunikan USD sebagai instiusi pendidikan yang tanpa pembedaan merangkul semua siswa yang berasal dari 33 provinsi yang ada di Indonesia untuk menuntut ilmu di USD. Kemudian dari pada itu, para mahasiswa tersebut tidak hanya dipacu untuk manjadi pribadi yang cerdas secara teoretis, namun juga bagaimana mereka dibimbing untuk menjadi agen perubahan yang humanis. Hal ini diwujudkan dengan kembalinya para mahasiswa tersebut ke daerahnya setelah menyelesaikan masa belajar mereka di USD untuk berpartisipasi membangun daerahnya. “Ketika mahasiswa USD telah selesai menyelesaikan masa belajar mereka, sebagian besar dari mereka kembali ke daerah asal mereka. Mereka memberikan kontribusi yang nyata bagi komunitas di mana mereka tinggal. Banyak dari mereka juga menjadi pemimpin, dan yang lainnya bekerja di berbagai macam pekerjaan yang ada. Dengan demikian, para alumni diharapkan mempunyai peran aktif dalam mengaplikasikan visi dan misi Universitas Sanata Dharma dalam kehidupan nyata, “ demikian diungkapkan Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D.
Keanekaragaman tersebut menjadi pertimbangan yang mendalam bagi pihak USAID dalam menjalin kerja sama dengan USD dalam bidang pendidikan, karena dengan memberikan bantuan pendidikan bagi USD, USAID sejatinya secara tidak langsung juga membantu majunya pendidikan di seluruh Indonesia. Pihak USAID juga menyatakan apresisasi yang mendalam atas berbagai tindak pendampingan yang diberikan USD bagi mahasiswa dari Papua. “Dalam upaya kami untuk memajukan kualitas pendidikan yang ada dengan memberikan uluran bantuan, kami mempertimbangkan berbagai hal yang salah satunya adalah faktor geografis. Kami mencoba untuk menjangkau dan mengutamakan bagian Indonesia yang sangat membutuhkan bantuan ini dengan berdasar pada kondisi pendidikannya, “ demikian dijelaskan Mr. Andrew B. Sisson.
Sampai sejauh ini dengan dukungan USAID, Universitas Sanata Dharma telah menjalin kerjasama dengan Assosiasi Sekolah Jesuit di Indonesia untuk mendirikan Program Pelatihan Kepemimpinan di sekolah-sekolah . Program ini dimulai dengan menyediakan beasiswa bagi 8 guru untuk program Magister Pendidikan dan bagi 2 anggota fakultas di USD untuk program Doktoral dengan berfokus pada Pembelajaran mengenai Kepemimpian Sekolah di Universitas Loyola, Chicago. Setelah menyelesaikan masa pendidikan mereka, para tenaga pengajar tersebut diharapkan dapat memberikan pelatihan bagi kepala-kepala sekolah di Indonesia. Program ini memasuki angkatan yang ke-8, saat ini dengan total anggotanya mencapai 240 orang. Hal tersebut menunjukkan bagaimana kerjasama bilateral tersebut sungguh memberikan dampak yang mendalam bagi kedua belah pihak. Kedua belah pihak telah membuktikan kesungguhannya dalam usahanya untuk membawa masyarakat ke tingkat kesejahteraan yang lebih lagi. Dengan begitu, kerjasama USAID dengan USD tahun ini dengan prioritas yang baru dalam bidang pendidikan ini diharapkan dapat menjadi sinergi yang makin matang dalam usahanya menjadikan masyarakat yang terdidik yang berdampak bagi sekitarnya, bangsa, dan bahkan dunia. (Humas WR4 USD)




