USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Contemplatif in Action - Misa Pembukaan TA 2013/2014 Fakultas Teologi, Lectio Brevis, dan Studium Generale

diupdate: 13 tahun yang lalu


Fakultas Teologi Wedhabakti Universitas Sanata Dharma pada hari Senin (19/13) mengadakan misa pembukaan Tahun Akademik 2013/2014 di Kapel Seminari Tinggi St. Paulus yang dibarengi dengan Lectio Brevis dan Studium Generale di aula Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta. Kegiatan ini telah dipersiapkan tiga bulan yang lalu dengan pembentukan panitia dan pelaksanaan program kerja hingga hari yang telah ditentukan. Walau acara ini tiap awal tahun selalu diadakan, tetapi punya nuansa yang berbeda di tiap tahunnya. Pada awal tahun akademik baru ini, para mahasiswa Fakultas Teologi diajak dalam permenungan misa untuk merenungkan pentingnya integritas dalam hubungan yang horizontal dan vertical. Apa maksudnya dalam permenungan integritas tersebut? Seberapa penting integritas perlu dihidupi dalam perjalanan hidup selama satu tahun yang menjadi roh yang mendayagunakan diri?
“Integritas diri merupakan sebuah keutuhan hidup yang diperlukan dalam setiap pribadi manusia. Integritas diri bisa dibahasakan dalam kesempurnaan dalam jati diri. Kesempurnaan bukanlah barang jadi yang pasti dimiliki oleh setiap orang, merupakan proses diri yang perlu diperjuangkan terus menerus. Bukankah manusia lahir untuk berjuang.” demikian ungkap Romo Mateus Mali, CSsR dalam kotbah ketika misa pembukaan Tahun Akademik 2013/2014. Hal ini diresapi dalam bacaan Injil mengenai seorang muda kaya raya yang ingin memperoleh hidup yang kekal. “Bukankah seorang muda kaya raya itu diharuskan untuk menjual seluruh harta kekayaannya dan memberikan kepada orang-orang miskin dan janda di pinggir jalan. Demikian kita, untuk memperoleh integritas diri dalam hidup, perlu untuk membina hubungan yang horizontal dan vertical.” ungkap Rm. Mateus Mali, CSsR menutup kotbah dalam misa. Yang dimaksud dengan membina hubungan yang horizontal dan vertical adalah menggulati dan bertekun dalam studi menjadi mahasiswa Fakultas Teologi Wedhabakti USD dengan tidak melupakan Sang Pencipta yang selalu merestui dalam setiap usaha dan perjuangan hidup kita.
“Kecenderungan para mahasiswa akhir-akhir ini sering mengkambing hitamkan di antara keduanya antara hidup studi dan hidup doa. Pada dasarnya karena kemalasan-lah para mahasiswa melakukan hal tersebut. Padahal jika keduanya dibarengi dengan niat dan tekad yang kuat akan menjadi sinergis diri yang melahirkan semangat yang tak pernah padam.” demikian ungkap Romo Martasudjita Pr, Dekan Fakultas Teologi USD ketika memberikan lectio brevis. Dari situ, kita dapat menekankan pentingnya hidup studi yang perlu diimbangi dengan olah rohani dalam doa. Bahasa yang khas atau umum dipahami adalah contemplative in action atau antara karya dan doa. 
Kegiatan yang dihadiri oleh 365 para mahasiswa (yang terdiri dari mahasiswa strata satu, strata dua (magister), dan licensiat) dan juga dihadiri oleh 11 dosen tetap ini dilanjutkan dengan kegiatan studium generale yang berbentuk orasi ilmiah yang dibawakan oleh ibu Fransisca Erri Seda, Ph.D, putri dari tokoh Nasional Frans Seda. Dalam orasi ilmiah tersebut ibu Fransisca Erri Seda mengupas persoalan tantangan antara Gereja dan Negara dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan Injili dalam kehidupan sehari-hari. “Sering kali ilmu teologi dibahasakan dengan bahasa yang melangit tanpa dimengerti dan dipahami secara konkret dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang ilmu teologi sebagai ranah berpikir kritis kurang mampu menjangkau konteks persoalan sebagai usaha problem solving dalam kenyataan yang terjadi sehingga menimbulkan kebosanan dan ketidaktertarikan dalam memahami dan mengerti maksud dan tujuan dalam proses berpikir tersebut.” demikian ungkap Ibu Fransisca Erri Seda, Ph.D yang sekarang aktif di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia. Maka dalam usaha membumikan ilmu teologi dalam kehidupan nyata nilai-nilai Injili perlu didaratkan dalam konteks kebangsaan melalui nilai-nilai Pancasila. Ibu Fransisca Erri Seda, Ph.D membagi dalam alam lingkungan, ekonomi-sosial, dan politik. Tiga hal tersebut menurut Ibu Fransisca Erri Seda, Ph.D menjadi pokok persoalan yang perlu dimasuki oleh Gereja yang hendak mau berperan dan tidak berpangku tangan.
Dari tiga acara kegiatan tersebut, para mahasiswa diajak untuk mampu memahami dan memperdalam peran contemplative in action. Sekarang bukan saatnya selalu berada dalam ranah primodialisme atau membanggakan kejayaan masa lalu atas keberadaan nama dari Fakultas Teologi.
“Agar Fakultas Teologi semakin dikenal eksistensinya, perlu usaha nyata dari para mahasiswa bergulat dengan hal-hal perkuliahan atau mengisi pemikiran kritis akan hal-hal yang nyata terjadi di masyarakat seperti menulis essay, opini dan karya ilmiah di surat kabar atau majalah akademi.” demikian ungkap Romo Martasudjita, Pr, menutup rangkaian kegiatan yang berjalan dari pukul 08.00 – 14.00 WIB. Semoga apa yang menjadi harapan dan cita-cita di tahun akademik ini mampu menjadi roh yang menyemangati civitas academia Fakultas Teologi dan mencakup kehidupan dalam Universitas Sanata Dharma yang menekankan 3 C (Competen, Conscience, Compassion). Tidak hanya menjadi pribadi yang hanya sekedar cerdas tetapi mampu menjadi pribadi yang humanis dengan sesamanya dan Penciptanya. (FXAP)

  kembali