“Merdeka! Merdeka! Merdeka!”, begitulah pekik merdeka yang dikumandangkan dengan sangat bersemangat oleh Drs. L. Bambang Harnoto, M.Si. Wakil Rektor II USD sebagai inspektur upacara dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68. Upacara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 17 Agustus 2013 pukul 07.30 WIB di halaman depan Gedung Pusat Kampus II Universitas Sanata Dharma, dihadiri oleh segenap pejabat rektorat, dosen, karyawan, serta mahasiswa. Pelaksanaan upacara ini juga tidak lepas dari partisipasi dari UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) sebagai petugas pelaksana upacara serta UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Cantus Firmus yang mengiringi lagu-lagu kemerdekaan.
Upacara pada pagi itu diawali dengan laporan dari komandan upacara kepada inspektur upacara bahwa upacara bendera siap dilaksanakan. Setelah itu tata pelaksanaan upacara dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Menwa yang diiringi dengan lagu Indonesia Raya oleh PSM Cantus Firmus bersama peserta upacara. Suasana tenang dan khidmat tercipta ketika lagu Mengheningkan Cipta dilantunkan oleh PSM Cantus Firmus dan peserta upacara. Seluruh peserta upacara kemudian tampak begitu bersemangat ketika menirukan 5 butir Pancasila yang dibacakan oleh inspektur upacara.
Dalam amanatnya, inspektur upacara mengajak seluruh peserta upacara untuk menilik ke belakang mengenai kehidupan serta keadaan para pahlawan pejuang kemerdekaan yang pada saat itu hidupnya dalam kegelisahan, kekurangan, dan penuh kewaspadaan. Hal tersebut sangat berbeda dengan kehidupan saat ini yang serba kecukupan dan penuh dengan berbagai fasilitas yang memadai. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa seiring dengan perkembangan jaman, berbagai nilai kehidupan luhur seperti tolong menolong, gotong-royong, serta saling menghormati telah menipis dan mulai hilang. Fenomena nyata yang saat ini terjadi di masyarakat serta bangsa Indonesia dapat berpotensi memecah persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia sendiri.
Pada kesempatan kali itu juga, Bapak Bambang pun mengajak para peserta upacara untuk mengingat kembali semboyan 3C (Competence, Compassion, Conscience) yang selama ini menjadi pedoman pembelajaran di Universitas Sanata Dharma. Tujuannya dengan mengembangkan semboyan 3C ini, maka luaran yang diharapkan dari USD adalah mahasiswa yang tidak hanya cerdas atau berkompeten secara akademik, namun mahasiswa yang mampu berbela rasa dan berhati nurani. Luaran yang dihasilkan oleh USD diharapkan dapat memperbaiki kehidupan bangsa Indonesia saat ini. Selain luaran USD, dalam amanatnya Bapak Bambang juga mengajak seluruh warga USD yang meliputi dosen, staf kependidikan, serta para mahasiswa untuk memberikan partisipasi nyata dalam rangka mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia. Semboyan 3C juga menjadi dasar dirumuskannya suatu Rencana Strategi (Renstra) dengan visi “Menjadi penggali kebenaran yang unggul dan humanis demi terwujudnya masyarakat yang semakin bermartabat”. Inspektur upacara mengakhiri amanatnya dengan menyampaikan,“Semangat merah putih, semangat memakmurkan negeri. Dalam kemerdekaan hanya ada satu Indonesia. Tidak ada perbedaan, hanya ada persatuan dalam keanekaragaman. Satukan tujuan bersama untuk menciptakan Indonesia mandiri dan sejahtera”.
Setelah inspektur upacara meninggalkan podium upacara, protokol mengajak seluruh peserta upacara untuk menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Bagimu Negeri. Pembacaan doa serta penghormatan kepada pemimpin upacara menjadi penutup upacara 17 Agustus dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia ke-68 tahun. (LSW & FNSP)




