USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Terpanggil untuk Peduli Lingkungan

diupdate: 20 tahun yang lalu

"Universitas Sanata Dharma merasa terpanggil untuk peduli terhadap lingkungan dan akan terus membantu membangun kesadaran akan konservasi lingkungan", demikian penjelasan Rektor USD Dr. Ir. P. Wiryono Priyotamtama, S.J. saat memberikan sambutan dalam rangka penandatanganan MoU antara USD dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DIY di Kampus 3 USD Paingan Jumat (15/9). MoU ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran sosial akan kemendesakan perlunya gerakan bersama konservasi lingkungan dan pengembangan energi lestari. Dalam penandatanganan MoU ini HKTI, HKTI diwakili oleh Ketuanya Prof. Dr. Suhardi. Sementara itu dalam ceramahnya yang bertema "Peranan Generasi Muda dalam Konservasi Lingkungan", Prof. Suhardi menekankan pentingnya konservasi lingkungan dalam rangka turut menyelamatkan semua aspek kehidupan manusia. "Saat ini sumber air kehidupan dan kualitas hidup telah hancur. Hutan telah kehilangan fungsinya sebagai sumber pangan, sandang, dan papan", papar Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM ini. "Budaya menanam kita sudah menurun", tambahnya. Bahkan ia memprihatinkan mningkatnya pembuangan limbah dan bahan-bahan kimia yang mencemari lingkungan. "Dan yang paling parah adalah bangsa ini telah menghabiskan energi, termasuk minyak dan bahan tambang lainnya, hingga menyebabkan kerusakan lingkungan", tegas mantan Dekan F. Kehutanan UGM ini. MoU ini juga ditandai dengan penanaman 150 pohon Meranti (Sherea) di Kampus Paingan dan Mrican. Menurut Rm. Wiryono Pohon Meranti dipilih karena pohon ini tinggi dan mampu menggambarkan besarnya dosa-dosa bangsa Indonesia terhadap rusaknya lingkungan. "Di samping itu, pohon ini dapat digunakan sebagai simbol mimpi kita sebagai warga USD untuk sungguh-sungguh berbakti kepada lingkungan secara nyata (Sanyoto Dharmo).

  kembali