USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Garin Nugroho: Industri Hiburan Matikan Nilai Keutamaan

diupdate: 20 tahun yang lalu

Etika berbangsa sering hanya diartikan dan ditumbuhkan sebagai daya hidup di ruang-ruang formal seperti pendidikan hingga politik, namun tidak di ruang publik terbesar, yakni ruang hidup hiburan. Maka, jangan heran para penulis skenario televisi kehilangan etika menulis padahal karya mereka menjadi panduan komunikasi terbesar abad ini. Jangan heran, abad hiburan ini menjadikan panduan industri hiburan (rating, tepuk tangan, massa, popularitas, pola konsumsi, dll) mematikan nilai-nilai keutamaan berbangsa seperti disiplin, kerja keras, respek. Padahal sesungguhnya seluruh panduan sukses industri hiburan harus bermuara pada etika nilai keutamaan berbangsa, demikian penegasan Garin dalam acara seminar bertajuk “Yogyakarta dalam Dunia Modern : Ketegangan Etika Politik dan Kekuasaan” yang digelar di Ruang Seminar Lantai IV Gedung Pusat Administrasi Kampus II USD Mrican, Selasa (15/08). Seminar ini diikuti oleh lebih kurang 50 partisipan aktif dari kalangan akademisi, peneliti, unsur pemerintahan, aktivis sosial, wartawan serta masyarakat awam yang tentu saja memiliki perhatian terhadap sejarah dan perkembangan masyarakat Yogyakarta. Sementara itu, dalam refleksinya PM Laksono yang terkenal gigih melakukan analisis sosial khususnya mengenai penanganan korban gempa menegaskan, saat ini ketika nyaris separuh dari pemukiman di Yogyakarta rata tanah akibat gempa 27 Mei 2006 dan enam ribu lebih nyawa sudah melayang, di sana-sini timbul pertanyaan besar ke arah manakah segala gerak yang mengatasnamakan bantuan untuk korban itu mesti dikayuh? Kita tahu sisi material hidup rakyat telah luluh lantak, tetapi martabat rakyat itu, seperti kerajawian yang diidam-idamkannya adalah sebuah totalitas tidak akan mati. Kedalaman martabat mereka penuh paradoks yang suwung tidak pernah terperikan. Ia sumber pembaruan dan karena itu asal dari sejarah. Para budayawan harus jelas memihak untuk menguatkannya. Diskusi yang digelar dalam rangka menyambut 250 tahun Kota Yogyakarta ini bertujuan untuk memperbincangkan dan mengeksplorasi gagasan dan pemikiran dalam memandang pengalaman masa lalu serta sejarah Yogyakarta untuk mengimajinasikan masa depan kehidupan bersama di kota itu. Dalam seminar ini, fokus perhatian terutama diberikan pada sejarah dan etika politik yang bisa dipelajari dari perjalanan Kota Yogyakarta hingga saat ini.

  kembali