Universitas Sanata Dharma menjadi salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk oleh DIKTI sebagai penyelenggara pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2013. Pelaksanaan Monev PKM 2013 dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 17-18 Juli 2013, di ruang Koendjono dan ruang Driyarkara lantai 4, Gedung Pusat Kampus Mrican Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. PKM merupakan salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu mahasiswa lewat program kreatif yang muncul dari ide mahasiswa. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikjen Dikti) melalui banyak seleksi yang ketat. Kelompok yang lolos seleksi akan mendapat hibah dari DIKTI dan dapat melaksanakan program yang sudah direncanakan sesuai proposal PKM masing-masing kelompok.
Pelaksanaan Monev PKM 2013 di USD ini diikuti oleh beberapa universitas yang ada di DIY dan Jawa Tengah yang terdiri dari 92 kelompok PKM. Peserta Monev tersebut meliputi Universitas Sanata Dharma (60 kelompok), Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (7 kelompok), Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (1 kelompok), Stimik Akakom (2 kelompok), Stimik Amikom (1 kelompok), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah (1 kelompok), Akademi Peternakan Brahma Putra (1 kelompok), Akademi Perikanan Yogyakarta (2 kelompok), Akademi Sekretari dan Manajemen Desanta (1 kelompok), Universitas Muhammadiyah Magelang (2 kelompok), Universitas Tidar Magelang (6 kelompok), dan Universitas Muhammadiyah Purworejo (8 kelompok). Monev dilakukan untuk melihat sejauh mana peserta PKM melaksanakan program yang sudah direncanakan, juga merupakan bentuk dari akuntabilitas penerima hibah yang terkait dengan input, proses, dan output kegiatan program.
Peserta PKM tahun 2013 banyak mengemukakan ide-ide kreatif mereka dalam program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Program mereka meliputi bidang kesehatan, kewirausahaan, kesenian dan masih banyak lagi. Salah satu contoh program PKM Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang ada di USD dengan judul “PETASAN BIMO: Pendampingan Emosi dengan Therapy of Art di Panti Asuhan Bimo, Sleman, Yogyakarta”. Menurut Sekar sebagai Ketua PKM-M kelompok, “Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak panti asuhan BIMO agar lebih mudah dalam mengekspresikan emosi yang biasanya hanya mereka pendam. Peserta PKM-M kelompok tersebut memfasilitasi mereka dengan mengajarkan terapi seni melalui karya sastra seperti membuat buku harian rutin, membuat cerpen, dan drama. Pada akhir pelaksanaan program, diadakan malam puncak yang berisikan aksi dari anak-anak panti asuhan dalam membawakan karya seni sastra mereka.” “Saya sangat senang ketika anak-anak panti asuhan tersebut bisa lebih terbuka dan berani dalam menyalurkan emosi yang mereka rasakan melalui karya sastra. Hal ini menurut saya merupakan suatu progress yang baik dalam therapy of art yang kelompok kami lakukan.” tambah Sekartiyasa Kusumastuti.
Pelaksanaan Monev PKM 2013 tersebut dihadiri oleh 2 orang reviewer yaitu Dr. Wilis Srisayekti dari Universitas Padjajaran Bandung dan Dr. Ir. Amin Retnoningsih, M.Si dari Universitas Negeri Semarang. Kedua reviewer tersebut banyak mengajukan pertanyaan dan mengkritisi program-program yang sudah dipresentasikan oleh peserta monev.
Eko Hari Parmadi, S.Si., M.Kom. selaku Koordinator sekaligus dosen pendamping PKM USD menyatakan puas dengan mahasiswa USD yang dapat mempresentasikan program kegiatannya dengan sangat baik dan optimal. “Hal ini tidak luput dari kesungguhan panitia dan pendamping dalam memberikan beberapa pelatihan seperti pelatihan presentasi, pelatihan public speaking, pendampingan penyusunan laporan dan simulasi monev. Harapan saya, setelah monev ini berlangsung kelompok USD yang lolos ke tingkat nasional dapat lebih banyak dibanding tahun lalu. Selain itu saya juga berharap lebih banyak mahasiswa yang mau terlibat dalam kegiatan PKM tahun depan.” demikian dituturkannya. (FOW)




