USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Cinde Beraksi Demi Kepercayaan Diri

diupdate: 13 tahun yang lalu


“Kuurrr.. kuuurr… Bejo.”, sapa Cinde kepada Bejo, burung dara kesayangannya. Inilah kutipan dialog dari pertunjukan opera mini anak berjudul “Cinde”. Cerita dalam opera mini anak ini merupakan adaptasi dari cerita Cindelaras yang dikisahkan sebagai seorang bocah laki-laki pada zaman kerajaan Jawa yang memiliki hobi mengadu burung dara dan kemudian dari sebuah sayembara, Cindelaras dapat bertemu dengan ayahnya yang telah lama berpisah dari ibunya. Sedangkan dalam cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan opera mini ini mengisahkan tentang seorang bocah laki-laki, bernama Cinde yang hidup di pinggiran kota dan memiliki hobi mengadu burung dara.
Dalam cerita ini, Cinde digambarkan sebagai anak yang tetap menjaga tata kebiasaan tradisional Jawa, kemudian ia memiliki niat untuk mengajak teman-temannya menjadi anak yang percaya diri terhadap budaya yang dimiliki. Budaya di sini terlihat melalui hobi Cinde mengadu burung dara dan lagu anak-anak. Tidak hanya itu, masih ada beberapa kegiatan tradisional Jawa lain yang ditampilkan, seperti permainan gundu dan permainan dakon. Lagu anak-anak juga menjadi salah satu bentuk budaya yang diceritakan. Hal ini berangkat dari keprihatinan tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma yang berhasil lolos didanai Dikti Tahun 2012 terhadap anak-anak di lingkungan Perkampungan Pingit yang lebih tertarik pada lagu-lagu kalangan remaja maupun dewasa daripada lagu anak-anak.
Pertunjukkan opera mini anak yang diselenggarakan pada hari Jumat, 21 Juni 2013 di Perkampungan Pingit, Yogyakarta ini berhasil menarik perhatian para warga sehingga penonton yang hadir mencapai sekitar 300 warga, yang terdiri dari frater dari Kolese Ignasian Kotabaru yang mengampu Pendampingan Belajar Anak-anak Pingit, rekan-rekan volunteer Pendampingan Belajar Anak-anak Pingit, serta para warga yang di antaranya orangtua dari anak-anak yang bermain dalam opera mini.  
Pertunjukkan ini merupakan salah satu hasil akhir dari PKM-M USD, Tim PKM-M ini berproses di bawah bimbingan Dr. C. Teguh Dalyono M.S dengan tim pelaksana Martinus Fuji Haryoko (PE’10) sebagai Ketua, dan keempat anggota lainnya; Alexander Adhi Wijaya (PE’09), Yanuarius Bintang H (PGSD’10), Patricia Melati Rosari P (Psi’10), dan Brigita Huri Utami (PBI’10). Selama kurang lebih 4 bulan, tim PKM-M PONARI MENCARI BAKAT (Pelatihan Opera Anak Kreatif Pingit Menumbuhkan Percaya Diri dan Mengembangkan Bakat) ini membimbing anak-anak Pingit untuk menampilkan sebuah opera mini anak yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus sebagai wadah pengembangan bakat. “Kami merasa senang dengan kegiatan semacam ini, karena kami bisa mendapatkan pelajaran yang tidak akan kami dapatkan di tempat lain. Kami juga merasa punya keluarga baru di sini. Kami sangat berharap semoga dengan adanya kegiatan semacam ini, rasa percaya diri pada anak-anak Pingit dapat tertanam, tidak hanya waktu pelatihan saja.” ujar Martinus sebagai Ketua Pelaksana.
Pertunjukan opera mini anak ini berlangsung meriah dan menarik di balai Taman Belajar Pingit. Para penonton terkesima sekaligus terhibur melihat anak-anak Pingit berlenggak-lenggok memainkan perannya di atas panggung. Dalam opera mini tersebut, beberapa anak memerankan tokoh-tokoh dalam cerita “Cinde”, beberapa anak kecil yag centil dan lincah menampilkan gerak dan lagu sebagai selingan perpindahan scenes dalam pertunjukan tersebut, ada pula girlband yang terdiri dari 8 anak perempuan yang menyebut diri mereka ‘Eight Angels’ menghadirkan atraksi tarian yang sungguh memukau. Ada pula 10 anak laki-laki yang tidak kalah hebat menampilkan pertunjukan tradisional jatilan sebagai penutup atas serangkaian cerita dalam opera mini tersebut. Anak-anak Pingit yang mayoritas duduk di bangku Sekolah Dasar ini sukses menjadi ‘artis semalam’ yang benar-benar menghibur para penonton pertunjukan pada malam itu. (BHU)

  kembali