Setelah melalui rangkaian acara yang panjang, akhirnya Insiasi Sanata Dharma atau yang akrab disebut Insadha 2006 berakhir di Lapangan Realino hari Sabtu (19/08). Tidak salah-salah sebuah tradisi untuk menyambut kehadiran mahasiswa baru ini telah dipersiapkan sejak pertengahan bulan Maret 2006 dan cukup menyita banyak waktu dan perhatian dari panitia penyelenggara dan juga seluruh civitas akademika Universitas Sanata Dharma. Perjalanan akhir Insadha 2006 ini ditutup dengan rangkaian acara Ekspo UKM dan Inagurasi yang sebelumnya diawali dengan eksplorasi peserta. Ade Dirgantara (Ketua I) dan Agustina Putri (Pendamping Kelompok) yang ditemui ditengah-tengah kesibukan menjalankan tugasnya, sama-sama menampakkan kepuasan dan kebanggaan melihat jerih payah mereka menyukseskan Insadha 2006 yang kini telah berada di titik akhir. Menurut Ade dan Putri, di akhir Insadha 2006 ini mahasiswa baru terlebih dahulu melakukan eksplorasi yang bertujuan menggali apa yang telah didapat oleh peserta dalam Insadha untuk diekspresikan dan direfleksikan melalui berbagai media. Walhasil mulai dari pembacaan puisi, lantunan lagu hingga pementasan drama ditampilkan oleh masing-masing kelompok untuk mengekspresikan idealisme mereka. Sementara itu Ekspo UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan Komunitas, lebih bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru berbagai unit kegiatan dan komunitas mahasiswa yang berada di kampus yang bertujuan mengembangkan kreatifitas, bakat, minat yang dimiliki mahasiswa baru. Sekitar 30 UKM dan Komunitas Mahasiswa ikut ambil bagian dalam ekspo ini. Disini mahasiswa baru dapat berinteraksi langsung dengan tiap UKM dan Komunitas Mahasiswa yang memamerkan seluruh kegiatan dan program yang mereka kembangkan, yang sebelumnya mereka hanya mengenal melalui buku panduan Insadha 2006. Di penghujung acara sekitar pukul 18.00 wib acara puncak Inagurasi dimulai, didahului dengan prosesi upacara seribu lilin. Masih menurut Ade dan Putri, Inagurasi ini bertujuan sebagai upaya refleksi dan peneguhan kembali apa yang menjadi sikap dan tanggung jawab seorang pemuda khususnya mahasiswa untuk menjawab tantangan “Saatnya Pemuda Bergerak Sebagai Agen Pembaharu”. Dalam kesempatan ini Pak Paulus Kuswandono (Wakil Rektor III USD), didaulat unutk memberikan sambutan provokatifnya yang bertujuan untuk membangkitkan semangat seluruh mahasiswa agar menampakkan jati diri mereka sebagai harapan dan pemimpin bangsa yang tentu saja untuk mewujudkan hal itu harus dimulai saat ini dan dimulai dari kampus kebanggaan bersama ini. Dalam kesempatan ini sebagai simbolisasi penerimaan masyarakat baru di lingkungan kampus USD, Pak Kus berkenan memakaikan jas almamater USD kepada perwakilan mahasiswa baru, yang didahului dengan pelepasan call card peserta Insadha 2006 yang secara simbolis dilakukan oleh Andreas Dony Prakasa (Ketua Umum Insadha 2006) dengan demikian menandai berakhirnya tradisi ini. Bagaimana tanggapan mahasiswa baru tentang Insadha 2006 ini? Ditemui ditengah gegap-gempitanya malam inagurasi, seorang mahasiswa baru yang enggan menyebutkan namanya, menyambut positif dan antusias kegiatan ini. Menurutnya, ini merupakan suatu peristiwa yang tidak diduga sebelumnya. Semula ia memprediksikan Insadha akan berisi beraneka ragam kegiatan perploncoan dan arogansi senioritas yang dilakukan oleh panitia yang notabene mahasiswa yang lebih senior dari mereka. Yang terjadi justru sebaliknya ia benar-benar merasakan suasana yang nyaman, dialogis dan kondusif serta hubungan antar personal yang sangat membangun. “Kirain bakal diplonco gitu, eh tau-taunya panitianya baik dan gaul banget, gak pernah marah-marah, selalu tersenyum dan suka humor, trus care banget sama kita-kita. Jadi meskipun udah capek, kami masih tetap semangat ikut Insadha ini sampai selesai”, katanya. Walaupun Insadha 2006 sudah berakhir, justru ini merupakan langkah awal bagi mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan kampus yang penuh dengan dinamika dan tantangan. Proficiat untuk seluruh panitia dan peserta Inisiasi Sanata Dharma 2006!




