Kebersihan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena kebersihan individu dan lingkungannya sangat mempengaruhi status kesehatan seseorang. Kebersihan dicerminkan oleh sikap hidup dan kebiasaan individu. Saat ini kebersihan individu dan lingkungan masih menjadi problema yang cukup serius dan memprihatinkan di masyarakat. Dusun Saradan Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, menjadi target masyarakat sasaran Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Sanata Dharma yang berhasil lolos didanai Dikti Tahun 2012.
Berawal dari sebuah keprihatinan atas realitas yang terjadi di masyarakat RT 02/RW 09 Dusun Saradan, yang terekam oleh Tim Pelaksana PKM-M USD yakni kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kebersihan, maka program Jambanisasi menjadi salah satu wujud nyata kepedulian tim PKM-M dalam meningkatkan status kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satu permasalahan yang masih terjadi hingga saat ini di lokasi masyarakat dusun tersebut adalah perilaku buang air besar (BAB) di sungai maupun di lingkungan sekitar. Budaya atau tradisi BAB di sembarang tempat ini rupanya masih menjadi rutinitas di kalangan penduduk desa, salah satunya di Dusun Saradan Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri. Rutinitas pola hidup yang tidak sehat tersebut disebabkan karena kondisi ekonomi yang berkekurangan, sehingga tidak memungkinkan untuk membuat jamban sehat sendiri, seperti yang dialami sebagian warga RT 02/RW 09 Dusun Saradan. Bahkan bagi sebagian masyarakat yang sudah memiliki jamban di rumah pun, tetap melakukan BAB di sungai dengan berbagai alasan. Hal ini tentunya berdampak buruk bagi kesehatan, karena selain digunakan untuk BAB, lokasi sungai tersebut juga digunakan untuk kegiatan lain, seperti mencuci pakaian dan tempat bermain anak-anak. Tanpa mereka sadari kegiatan BAB di sungai dapat menurunkan kualitas air dan menyebabkan pencemaran lingkungan, sehingga menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti diare, gatal-gatal pada tubuh, dan sebagainya.
Kondisi yang demikian menyentuh nurani tim PKM-M yang semua anggotanya berasal dari mahasiswa program studi Fakultas Farmasi USD yaitu Arellia Oktaviori (Farmasi 2010), Anastasia Ika Purwaningsih (Farmasi 2010), Maria Dyah Kartika (Farmasi 2010), Theresia Nurida Ambarwulan (Farmasi 2010), dan Brigitta Rosalia Nurmalita (Farmasi 2011). Mereka tertantang dan tergerak untuk membantu masyarakat RT 02/ RW 09 Dusun Saradan dalam mengurangi permasalahan yang terjadi dengan cara memberi edukasi mengenai pentingnya kebersihan lingkungan bagi kesehatan, edukasi mengenai dampak BAB sembarangan, serta pentingnya jamban sehat kepada 52 orang masyarakat. Program ini dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2013. Mereka mengembangkan ide-ide kreatif, unik, dan bermanfaat untuk mengatasi permasalahan masyarakat Dusun Saradan tersebut melalui PKM-M.
Program Jambanisasi ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma kepada masyarakat yang membutuhkan guna menuju hidup yang sehat. Tim Pelaksana PKM-M membantu sebagian masyarakat yang belum memiliki jamban sendiri untuk membuat jamban keluarga yang dibangun bersama warga dusun lainnya secara gotong royong. Banyak harapan dengan dibangunnya jamban sehat ini, tidak hanya dari masyarakat saja tetapi juga mahasiswa Tim Pelaksana PKMM Jambanisasi berharap dengan adanya jamban sehat ini masyarakat akan terhindar dari penyakit-penyakit yang timbul akibat buang air besar (BAB) sembarangan serta dapat membantu masyarakat yang sudah lanjut usia agar mempermudah mereka dalam buang air besar. Saat ini sudah ada 8 jamban yang sudah direalisasikan. Tim Pelaksana PKMM sangat senang melihat keceriaan yang terpancar dari raut wajah masyarakat di saat pembangunan jamban sehat sudah mulai selesai dan sudah mulai digunakan. Diharapkan kegiatan ini menjadi stimulus bagi generasi muda dan pemerintah untuk mulai melihat permasalahan yang terjadi di daerah-daerah terpencil. Dengan demikian, sedikit demi sedikit orang semakin bergerak sebagai agent of change untuk negara kita Indonesia. Tentu saja, kepedulian dan tugas ini bukan hanya milik pemerintah saja, tetapi juga setiap lapisan masyarakat terutama generasi muda agar menjadi agen perubahan dan dapat saling bergotong royong untuk maju bersama menuju Indonesia yang lebih sehat. (AO)




