USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mahasiswa PBI USD Gelar Undergraduate Conference on ELT, Linguistics, and Literature

diupdate: 13 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma sudah cukup lama menetapkan bahwa USD menggunakan sistem 5 hari kerja yang berarti waktu efektif untuk kegiatan pembelajaran dan aktivitas lainnya hanya dari hari Senin hingga Jumat. Namun pada Sabtu 6 Juli 2013, di hari yang cerah tersebut terlihat banyak sosok berpakaian rapi, mengenakan jas dan blazer, berdasi dan ada juga yang menggunakan batik. Tentunya hal tersebut menimbulkan kesan yang formal, namun tentunya kita bertanya, ada apakah? terlebih lagi mereka berbicara dalam bahasa Inggris sepanjang waktu. Pertanyaan itu pun terjawab saat memasuki Gedung Pusat USD di area Kampus 2. Ternyata di hari Sabtu 6 Juli 2013 itu dilaksanakan Undergraduate conference on ELT, Linguistics, and Literature yang diselenggarakan oleh mahasiswa PBI USD.
Gambaran konferensi pastinya sudah menjadi hal yang umum, seperti dihadiri oleh para praktisi, cendekiawan. Namun rekan-rekan dari PBI USD ini berbeda, konferensi yang mereka selenggarakan ini dihadiri oleh rekan-rekan mahasiswa juga yang tidak hanya dari USD. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengirimkan beberapa mahasiswanya sebagai delegasi kampus untuk hadir dalam acara ini. Beberapa Universitas dari luar propinsi DIY juga hadir dan berpartisipasi di sini, seperti Universitas Muhammadiah Purworejo, Universitas Negeri Malang, Sampoerna School of Education, dan bahkan ada rekan-rekan mahasiswa yang berasal dari luar pulau Jawa sebagai delegasi dari Universitas Dehansen Bengkulu. Melihat kenyataan ini, tentunya ini merupakan awal yang baik bagi pendidikan di negara ini karena ternyata banyak mahasiswa yang memiliki minat secara positif dalam dunia pendidikan.
Acara ini berlangsung sejak pukul 7 pagi hingga jam 5 sore. Adria Cemara selaku chair person dari acara tersebut mengutarakan dalam sambutannya bahwa acara ini terselenggara atas inspirasi dari sebuah mata kuliah yang ada di PBI USD. Mata kuliah tersebut adalah Seminar on Language Teaching atau yang biasa disingkat SLT oleh para mahasiswa. Didampingi oleh Bapak Barli Bram selaku dosen mereka di PBI, rekan-rekan mahasiswa PBI USD ini mengkonsep dan menyelenggarakan konferensi ini yang ditujukan bagi rekan-rekan undergraduate lainnya. Tentunya ini bukan konferensi mainan karena konferensi ini menerapkan paper-based presentation di mana semua pembicara harus terlebih dahulu menyiapkan paper untuk bisa maju sebagai pembicara. Dalam prosesnya, tidak semua paper yang diajukan diterima karena sebelumnya ada proses eliminasi dari tim evaluasi dan mereka yang lolos seleksi berhak untuk maju menjadi pembicara.
Walaupun memang acara ini ditujukan pada rekan-rekan mahasiswa, namun ada juga dosen yang hadir di sini baik dari USD maupun dari luar USD. Turut hadir pula Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J selaku Rektor USD. Ada cerita menarik dari Romo Wiryono dalam sambutannya, beliau bercerita mengenai perjumpaannya dengan seorang rekannya yang berasal dari Amerika, rekannya bertanya bagaimana menyebut orang yang menguasi tiga bahasa. Trilinguist jawab beliau. Pertanyaan berlanjut dengan istilah orang yang menguasai dua bahasa. Bilinguist tegas beliau. Lalu pertanyaan mengerucut tentang istilah mengenai orang yang menguasai satu bahasa. Dengan yakin beliau menjawab monolinguist. Namun menurut rekan beliau dari Amerika, ternyata jawaban beliau salah. Lalu apa jawaban yang benar? American, jawab rekan beliau yang memang orang Amerika sambil tertawa. Poin utama dari cerita beliau sebenarnya berputar mengenai identitas. Bagaimana seharusnya orang Indonesia itu seharusnya bangga karena kita memiliki identitas yang unik karena orang Indonesia itu kaya dalam hal budaya, bahasa, agama, dan lain-lain. Dan acara yang diselenggarakan ini tentunya diharapkan menjadi salah satu ajang untuk berkembang bukan hanya sebagai pendidik yang baik, namun juga sebagai warga negara yang nantinya akan turut serta dalam pembangunan bangsa.
Konferensi yang diselenggarakan ini memang bisa dibilang masih muda karena ini konferensi undergraduate yang pertama kali diadakan PBI USD. Sebelumnya memang sudah banyak konferensi yang dilaksanakan di USD, namun biasanya bertaraf nasional atau internasional dan itu ditujukan bagi para praktisi dunia pendidikan, bukan pembelajarnya. Karena ini masih yang pertama, pastinya acara ini akan diharapkan terus berkembang sehingga bisa menjadi wadah bagi rekan-rekan mahasiswa untuk berbagi ide dan gagasan mengenai dunia bahasa dalam hal pendidikan, linguistik, dan literatur. (DAYC)

  kembali