Segenap civitas academica USD tentu saat ini sedang dalam masa vakum untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran karena seperti yang kita ketahui bahwa terhitung dari pertengahan Juni 2013 yang lalu USD sudah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran semester genap. Tentunya saat liburan menjadi saat yang menyenangkan, entah untuk staf administrasi, staf pengajar, maupun mahasiswa sendiri. Banyak dari mahasiswa USD yang kembali ke kampung halaman mereka, namun tidak sedikit pula mereka yang tetap tinggal di kos maupun mengadakan kegiatan lain seperti touring maupun melakukan ekspedisi pendakian gunung. Ternyata, masa liburan ini dimanfaatkan rekan-rekan mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) untuk berkunjung ke Yogyakarta dan melakukan kunjungan serta studi banding ke Universitas kita tercinta, Universitas Sanata Dharma.
Kunjungan rekan-rekan mahasiswa Universitas Mahasaraswati ini memang baru pertama kalinya diadakan di USD dan pada kesempatan kali ini, selain memilih Yogyakarta sebagai kota kunjungannya, mereka memilih PBI USD untuk dijadikan rekan dalam pelaksanaan studi banding. Bapak I Komang Budiarto sebagai chair person dari program studi PBI Universitas Mahasaraswati menyatakan bahwa kunjungan ini berupa bentuk kerjasama dari Universitas Mahasaraswati pada USD dan diharapkan ini tidak akan berhenti di sini saja namun akan tetap berlanjut nantinya. Seperti yang kita semua ketahui, USD memang sebuah Universitas di bawah naungan Serikat Jesus, namun itu tidak menghentikan USD untuk bekerja sama dengan instansi lain dengan latar belakang berbeda termasuk dengan Universitas Mahasaraswati ini.
Universitas Mahasaraswati ternyata tidak hanya datang dengan 325 mahasiswa saja, mereka juga membawa buah tangan bagi USD berupa patung Garuda Wisnu Kencana sebagai lambang perlindungan bagi rakyat Bali di sana. USD rupanya juga sudah menyiapkan patung Semar yang erat dengan kebudayaan Jawa, kebijaksanaan, itulah makna dari Semar. Mungkin jika kita selalu berpikir bahwa studi banding selalu berkaitan dengan pembicaraan serius dan kaku, kali ini sungguh sangat berbeda, bukan hanya kemampuan kognitif yang dibagikan dengan sesama rekan mahasiswa, namun mereka juga berbagi budayanya masing-masing. Rekan-rekan mahasiswa dari Universitas Mahasaraswati menampilkan sebuah tarian yang sangat indah, Tari Tomulilingan, itulah nama tarian yang dibagikan pada kami. Tentu sudah familiar bagi kita jika mendengar tari Kecak atau tari Barong, namun tari Tomulilingan, tentunya ini jarang sekali kita ketahui. Tari ini ditampilkan oleh sepasang penari, laki-laki dan perempuan. Tari ini sebenarnya adalah tarian yang berasal dari akulturasi 2 budaya yang berbeda, budaya Eropa yang mewakili barat dan budaya Bali yang mewakili timur. Tarian ini berkisah mengenai lebah yang bermain-main dengan bunga. Terlihat sekali bagaimana keanggunan tari balet dipadukan dengan tarian bali yang penuh semangat, keanggunan elegan yang muncul di sana sungguh membius para hadirin, termasuk mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan kunjungan. Bukan hanya gerak tubuh lemah gemulai dari penari perempuan dan aksi gagah dari penari laki-laki yang membuat tarian itu bermakna, namun mimik dan ekspresi wajah para penari sungguh mampu menjelaskan cerita dan menyentuh keseluruhan tampilan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sharing dari mahasiswa pada mahasiswa lainnya dan juga antara dosen dengan dosen. Pada sharing mahasiswa, perwakilan dari USD diwakili oleh Ketua HMPS PBI atau yang biasa disebut Process dan juga diwakili oleh dua mahasiswa semester 8, Cemara dan Sesi. Cemara dan Sesi memberikan paparan mengenai kegiatan akademis dan perkuliahan yang ada di PBI USD sedangkan pengurus Process PBI membagikan pengalaman mereka mengenai kegiatan non-akademis di PBI. Tidak ketinggalan, mahasiswa Universitas Mahasaraswati juga ikut membagikan pengalamannya disini. Mereka diwakili oleh pengurus HMPS dari PBI Universitas Mahasaraswati. Hal yang dibicarakan oleh mereka juga tidak jauh berbeda, karena justru di sinilah tujuan yang ingin dicapai, mencari perbedaan kemudian mengambil apa yang baik dan mengevaluasi yang sudah dilaksanakan agar bisa melangkah lebih baik lagi.
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Peribahasa tersebut sepertinya cocok untuk diterapkan pada dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini. Pada jenjang mahasiswa, hal yang dibahas memang hanya seputar kegiatan mahasiswa dan mengikuti kegiatan akademis, sedangkan para dosen memiliki bahasan yang tentunya lebih serius. Para dosen PBI USD dan Universitas Mahasaraswati melakukan diskusi mengenai apa yang ingin dicapai dari kegiatan perkuliahan di PBI dan bagaimana tindak lanjut dan tanggung jawab prodi pada mahasiswanya jika pada akhirnya mahasiswa memutuskan untuk tidak menjadi pendidik seperti yang dilansir dari bapak Krisna Septa Bernanda, seorang staf pengajar di PBI.
Akhir kunjungan dan kegiatan ini ditutup dengan campus tour ke beberapa lokasi di USD seperti Perpustakaan, Laboratorium Bahasa dan Laboratorium Micro Teaching. Pengalaman kunjungan ini memang bukan pertama kalinya terjadi di PBI USD, namun seperti yang menjadi harapan kita bersama, dengan selesainya acara ini bukan berarti selesai pula kerjasama antara kedua belah universitas, namun kita berharap bahwa ke depannya akan ada bentuk kerjasama yang lebih baik lagi dari sekedar kunjungan. (DAYC)




