Seperti yang terdapat pada Pasal 15 ayat (1) huruf e Undang – Undang Nomor 27 Tahun 2009 yang menetatpkan bahwa salah satu tugas Pimpinan MPR RI adalah mengkoordinasikan Anggota MPR untuk memasyarakatan Undang-undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Tugas tersebut diwujudkan dengan melaksanakan kegiatan memasyarakatkan (sosialisasi) empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu (1) Pancasila, (2) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, (3) Negara Kesatuan Republik Indonesia, (4) Bhinneka Tunggal Ika, serta Putusan MPRberupa Ketetapan MPR dan Keputusan MPR. Kegiatan tersebut juga ditunjukan untuk berbagai kalangan profesi masyarakat di Indonesia terutama bagi Mahasiswadi 34 provinsi di Indonesia yang dimulai dari Januari 2011.
Saat kegiatan tersebut diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpatnya tanggal 14-17 Juni 2013 di Hotel Griya Persada, Kaliurang, Kegiatan tersebut diikuti oleh 17 Universitas (baik swasta maupun negeri) yang total pesertanya adalah 100 orang Mahasiswa. Universitas Sanata Dharma (USD) juga terlibat dalam kegiatan tersebut dengan diwakili oleh 3 Mahasiswa, yaitu Carolus Benny Dwi S - Teknik Informatika 2011, Priska Nawang Wulan - PBSID 2011, dan Theresia Tri Hastuti - Akuntansi 2010. Sementara dari MPR RI dihadiri sekitar 16 orang, antara lain Bpk. Oni Arief Benyamin, S.H(Kepala Bagian SET. PAH I MPR RI sebagai Penanggung Jawab Utama Kegiatan); Bpk. Dr. Ahmad Farhan Hamid, M.S. (Wakil Ketua MPR RI); Bpk. Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si. (Anggota MPR sebagai Ketua Tim Kerja Sosialisasi Empat Pilar dan Narasumber); Bpk. Drs. Wahidin Ismail (Anggota MPR sebagai Wakil Ketua Tim Kerja Sosialisasi Empat Pilar dan Narasumber); Bpk. Drs. Achmad Basarah, M.H (Anggota MPR sebagai Wakil Ketua Tim Kerja Sosialisasi Empat Pilar); Bpk. Dr. Ir. Arif Budimanta, M.Si. (Anggota MPR sebagai Narasumber); Bpk. Drs. Ibrahim Sakti Batubara, M.AP. (Anggota MPR sebagai Narasumber); Ibu Dra. Soemintarsih Muntoro, M.Si. (Anggota MPR sebagai Narasumber); Bpk. Ir. Rully Chairul Azwar, M.Si. (Anggota MPR sebagai Narasumber); Bpk. Martin Hutabarat, S.H. (Anggota MPR sebagai Narasumber); Bpk. Drs. M. Mantri Agoeng (Anggota MPR sebagai Narasumber); Bpk. H. Dani Anwar (Anggota MPR sebagai Moderator Kelompok 2); Bpk. Abd. Kadir Karding, S.Pi (Anggota MPR sebagai Moderator Kelompok 2); Bpk. Ruhut Sitompul, S.H. (Anggota MPR sebagai tamu undangan); Bpk. Drs. Joni Jodriman (Kepala Bagian SET. PAH II MPR RI sebagai tamu undangan); Bpk. Drs. Eddie Siregar, M.Si. (Sekretaris Jenderal MPR RI sebagai koordinator acara).
Dalam membuka acara tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Bpk. Dr. Ahmad Farhan Hamid, M.S.menyampaikan sambutannya secara ringkas yaitu “Semoga dengan terselenggaranya acara sosialisasi ini, dapat membuat para mahasiswa menjadi lebih sadar dan mengerti mengenai hal mengenai negara Indonesia yang dikemas melalui Empat Pilar tersebut, khususnya dikalangan mahasiswa DIY yang dikenal sebagai pusat pendidikan di Indonesia (sebagai bukti paling banyak terdapat Universitas dan Sekolah Tinggi)”. Hari pertama (14/6) setelah acara pembukaan peserta diajak untuk memahami materi I mengenai “Pancasila dan Hakikat Kedaulatan Negara” dengan narasumber Bpk. Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si. dan Bpk. Drs. Wahidin Ismail.Dengan materi I tersebut peserta diharapkan untuk memahami beberapa hal, antara lain Latar Belakang dan Proses Perubahan UUD 1945; Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 ; Bentuk Negara, Kedaulatan Rakyat dan Negara Hukum; serta Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah.
Pada hari kedua (15/6) diawali dengan Olahraga dengan senam pagi dan baris berbaris, serta apel pagi. Setelah siap dengan kondisi badan yang segar, para peserta diajak untuk memahami materi II – IV. Materi II mengenai “Lembaga-lembaga Negara Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia”dengan narasumber Bpk. Dr. Ir. Arif Budimanta, M.Si. dan Bpk. Drs. Ibrahim Sakti Batubara, M.AP. Dengan materi II tersebut peserta diharapkan untuk memahami beberapa hal, antara lain Lembaga-lembaga Negara Republik Indonesia (MPR, DPR, DPD, BPK, MA, MK, KY); serta Kekuasaan Pemerintahan Negara. Materi III mengenai “Hak dan Kewajiban Warga Negara Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” dengan narasumber Bu Dra. Soemintarsih Muntoro, M.Si. dan Bpk. Ir. Rully Chairul Azwar, M.Si. Dengan materi III tersebut peserta diharapkan untuk memahami beberapa hal, antara lain Hak Asasi Manusia; Pertahanan dan Keamanan Negara; Agama; Pendidikan; serta Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial. Materi IV mengenai “Bhinneka Tunggal Ika sebagai Perekat Persatuan Bangsa” dengan narasumber Bpk. Martin Hutabarat, S.H. dan Bpk. Drs. M. Mantri Agoeng. Dengan materi IV tersebut peserta diharapkan untuk memahami beberapa hal, antara lain Negara Kesatuan Republik Indonesia; Bhinneka Tunggal Ika; Wilayah Negara; Warga Negara dan Penduduk; Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan; serta Ketetapan MPR. Setelah mendapat ketiga materi tersebut acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok dengan studi kasus yang berkaitan dengan Empat Pilar.
Delapan topik yang perlu didiskusikan antara lain berhubungan dengan kasus “Pengertian Empat Pilar (Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika)”; “Menko Polhukam: Redam Situasi di OKU” (dimuat oleh Kompas, 7 Maret 2013); “Pembakaran Rumah Ibadah” (ringkasan berita dari Suara Pembaruan, 24 Desember 2009); “Polda SumSel Buru Sisa DPO Pembantai Petani di Mesuji” (dimuat oleh TRIBUNnews, 15 Desember 2011); “Pelajar Tewas Akibat Tawuran” (dimuat oleh detikNews, Selasa, 13 September 2011); “Penyimpangan Dana Otonomi Khusus (OtSus)” (dimuat oleh Kompas, Jumat, 5 Maret 2010); “Kekerasan Bermotif SARA” (Senin, 06 Febuari 2012); “Toleransi Kehidupan Beragama” (dimuat oleh Harian Aceh, 23 Januari 2012). Dalam mendiskusikan dan memecahkan kasus-kasus yang sesuai dengan topic-topik tersebut peserta diminta untuk secara komprehensif (Mengidentifikasi masalahnya, Merumuskan pemecahan masalah, dan Bagaimana solusinya) dengan menggunakan pendekatan nilai- nilai Empat Pilar.
Pada hari ketiga (16/6) diawali dengan Olahraga dengan senam pagi dan baris berbaris, serta apel pagi. Setelah siap para peserta diajak untuk memulai kegiatan outbound selama seharian. Permainan-permainan yang dilakukan oleh 5 kelompok (masing kelompok beranggotakan ± 18-20 peserta) dari pembagian jumlah peserta dan setiap permainannya berkaitan dengan nilai-nilai dalam Empat Pilar, antara lain sebagai berikut (1) Pembuatan lambang kelompok secara simbolis (berupa bendera mengenai Indonesia), Perancangan dan pelaksanaan sistematika pengibaran bendera kelompok secara simbolis, Pembuatan yel – yel kelompok secara simbolis, serta Pembuatan deskripsi dari lambang kelompok yang disimboliskan dengan bendera kelompok; (2) “Kereta Peerjuangan” - Permainan ini mengambarkan perjuangan laki – laki dan perempuan di medan perang yang digambarkan dengan lautan (lapangan rumput). Jika laki – laki bekerja sama untuk berjuang menyelamatkan keluarganya dan Negara, sementara perempuan bekerja sama untuk berjuang menyelematkan harta benda dan keturunannya yang disimbolkan dengan balon yang telah ditiup; (3) “Menyelamatkan Seorang Pemimpin” - Permainan ini menggambarkan seorang pemimpin yang mengordinasikan pasukannya agar dapat mencapai suatu tujuan. Pemimpin tersebut disimbolkan dengan menaiki sebuah engkrak yang dibuat bersama dengan pasukannya dengan ketiga bambu yang harus berdiri kokoh dan dipertahankan dengan menggunakan beberapa tali yang dipegang oleh pasukannya; (4) “Intruksi Maut” - Permainan ini menggambarkan kerjasama dari setiap pasukan dalam kelompok yang saling berpegangan dipundak temannya dan berusaha mendengarkan, serta menerapkan intruksi-intruksi (Maju,Mundur, opposite, Benar, Salah) yang diterapkan dengan lompat bersama masing-masing kelompok yang diberikan oleh leader; (5) “Pertahanan Nilai Negara” - Permainan ini menggambarkan bagaimana setiap kelompok mempertahankan suatu nilai dari kelompok yang disimbolkan dengan Api dari serangan - serangan/pengaruh - pengaruh (berupa nilai – nilai Liberalisme, Kapitalisme, Terorisme, Hedonisme, Korupsi, Narkotika dll) kelompok lain yang disimbolkan dengan air.
Setelah selesai melakukan outbound, acara terakhir untuk hari ketiga adalah Penutupan. Acara Penutupan dilakukan secara simbolis oleh wakil dari anggota MPR, yaitu Bpk. Martin Hutabarat, S.H. yang sebelumnya menyampakai sambutan dengan mengatakan “Saya yakin dengan diadakan acara seperti ini di DIY yang memiliki kualitas mahasiswa yang luar biasa, maka akan menciptakan calon – calon pemimpin baru bagi bangsa dan Negara Indonesia. Khusus untuk para Mahasiswa : Selamat berjuang dalam mewujudkan Negara Indonesia sesuai dengan Empat Pilar”. Setelah acara ditutup secara simbolis maka dilanjutkan dengan melepaskan ID card dari para peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembentukan forum komunikasi mahasiswa se - DIY sebagai follow up dari kegiatan ini. Pada hari keempat (17/06) merupakan acara perpisahan dari setiap peserta acara ini. Banyak kenangan dari sebuah dinamika baru yang diciptakan dari acara ini, dan para peserta memiliki tujuan yang sama untuk lebih memajukan bangsa dan Negara Indonesia di waktu yang akan datang. (@Carolus_Benny)
Link download Bahan Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI 14-17 Juni 2013




