Laboratorium Bahasa Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma bekerjasama dengan PT. Eduspec Indonesia-Pearson menyelenggarakan seminar berjudul Seminar on 21st Century Learning. Seminar yang diselenggarakan pada Kamis 13 Juni 2013ini dibuka oleh Rektor USD Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J. dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Sastra Dr. F.X. Siswadi, M.A., para dosen Sastra Inggris, Pendidikan Bahasa Inggris, dan dosen non English Department yang mengampu mata kuliah Bahasa Inggris, serta para tamu undangan yang berasal dari berbagai institusi pendidikan yang telah bekerjasama dengan PT. Eduspec Indonesia.
Seminar tersebut menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Indra Charismiadji dari PT. Eduspec Indonesia dan Elaine Zirakian dari Pearson. Indra merumuskan bahwa tujuan pendidikan di abad 21 adalah untuk menyiapkan anak didik agar bisa bertahan hidup atau memiliki survival skills: critical thinking, creativity, collaboration, cross cultural understanding, communication, computing, dan career & learning self-reliance. Dalam menyikapi karakter siswa di abad 21, para pendidik seharusnya memahami peran mereka sebagai pendidik, memahami karakter peserta didik, menggunakan teknologi sebagai sarana bukan tujuan pendidikan, meningkatkan cara mengajar, dan meningkatkan classroom management.
Sebagai contoh model pembelajaran abad 21, Elaine memperkenalkan suatu produk pembelajaran yang disebut ELLIS. Dalam program tersebut, siswa dapat mengakses berbagai contoh dialog dalam Bahasa Inggris dari video yang ditampilkan dalam program ELLIS. Siswa dapat mengamati contoh ungkapan Bahasa Inggris dalam berbagai situasi, tata bahasa yang digunakan, berbagai kosakata, cara pengucapan, dan merekam suara siswa untuk dimasukkan ke dalam video yang telah disediakan. Program ELLIS ini mendorong siswa untuk dapat belajar secara mandiri dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Hal ini sesuai dengan karakter siswa masa kini yang sangat akrab dengan teknologi informasi.
Seminar yang berlangsung dari pk. 08.00-13.00 ini berlangsung sangat efektif dan hangat karena para peserta berpartisipasi aktif dalam bertanya maupun berbagi pengalaman dalam penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di berbagai institusi dan level. Penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan sudah tidak bisa terelakkan lagi di abad 21 ini. Maka dari itu, para pendidik seharusnya menyadari bahwa karakter belajar peserta didik di abad 21 ini sangat berbeda dengan karakter belajar para pendidik. (ARN)




