USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Spiritualitas Ignatian: Api, Semangat, Cara Kerja dan Cara Hidup

diupdate: 20 tahun yang lalu

Spiritualitas Ignatian adalah api, semangat, cara hidup atau cara kerja yang bisa kita teladani dari diri Ignatius Loyola dan para pengikutnya. Hal itulah yang coba ditegaskan oleh Romo Wiryono (Rektor USD) dalam sebuah acara yang bertajuk Seminar Ignatian Spirituality As Spirituality In The Marketplace, Sebuah Cara Untuk Memeluk Dunia Ramai Dengan Penuh Harapan. Seminar yang berlangsung hari Sabtu, 29 Juli 2006 yang lalu ini bertempat di lantai 4 Gedung Administrasi Pusat Kampus II USD dengan menghadirkan 4 pembicara yakni Romo Paulus Wiryono (Rektor USD), Romo Paulus Suparno (Mantan Rektor USD), Romo BB Triatmoko (Direktur ATMI Solo) serta Romo Agustinus Sarwanto (Direktur Penerbit & Percetakan Kanisius). Dalam seminar ini Romo Wir dan Romo Paul lebih menekankan pada semangat dari spiritualitas Ignatian dalam dunia pendidikan baik di Universitas Sanata Dharma maupun dalam dunia pendidikan nasional. Dalam makalahnya yang diterbitkan sebagai edisi istimewa majalah Spiritualitas Ignatian, Romo Wir menyimpulkan bahwa pembentukan citra USD ke depan sangat ditentukan oleh seberapa jauh serta mendalam spritualitas Ignatian dihayati oleh segenap anggota keluarga besar USD. Di dalam keluarga besar ini terhimpun para Yesuit yang jumlahnya amat kecil dan masyarakat awam. Menyangkut pendalaman spiritualitas Ignatian dan pengembangan komitmen iman dalam mengemban bersama misi USD, bagi rekan-rekan awam yang ada adalah undangan atau tawaran. Di saat USD menghadapi tantangan-tantangan nyata : program rehabilitasi masyarakat DIY-Jateng paska gempa, realitas penurunan jumlah mahasiswa baru, tuntutan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, tuntutan perbaikan kesejahteraan dosen serta karyawan USD sendiri, kemitraan Yesuit-Awam kembali menghadapi ujian-ujian berat. Kemana kita mau mencari kekuatan? Kekuatan baiklah kita gali dari api yang diharapkan masih tetap bernayala dalam diri kita masing-masing. Semoga spiritualitas Ignatian bisa kita jadikan alat penghembus agar api itu tetap bernyala bahkan tambah berkobar. Sementara itu Romo Paul mencoba menawarkan berbagai cara untuk menginformasikan spiritualitas Ignatian ke masyarakat awam diantaranya : 1. Sharing pengalaman latihan rohani dan hidup dari mereka yang pernah mengalami. 2. Sharing tertulis lewat jurnal, internet, majalah, buku yang berisi tentang pengalaman latihan rohani. 3. Mengajak orang untuk mau memasuki dan menjalani latihan rohani sendiri dan mengambil buah bagi hidupnya. 4. Seminar, rekoleksi, dan kuliah tentang spritualitas Ignatian. Ditambahkan oleh Romo Paul, Santo Paulus mengatakan, “bagaimana orang dapat mengenal Yesus, bila tidak ada yang mewartakannya?” demikian juga dengan spritualitas Ignatian. “Semangat ini hanya dapat dikenalkan bila mereka yang telah mempunyai pengalaman, rela berbagi kepada orang lain. Pertanyaannya, apakah kita rela berbagi kepada orang lain, sehingga orang lain tertarik untuk mencobanya den menemukan buah berlimpah bagi hidupnya? Inilah tantangan kita bersama”, pungkas Romo Paul.

  kembali