USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

PKM Mbukak Permen Gula Jawa

diupdate: 14 tahun yang lalu

Masa kanak-kanak merupakan masa yang penuh dengan keceriaan bermain. Bila dirunut dari masa ke masa, banyak permainan untuk anak-anak. Mulai dari permainan yang tradisional hingga permainan yang modern. Mulai dari permainan membutuhkan banyak energi fisik hingga permainan yang hanya membutuhkan akal dal logika. Meskipun begitu, bermain membutuhkan ketangkasan dan kejujuran.

Tiap unsur kehidupan termasuk kegiatan bermain selalu ada penanaman nilai apabila kita peka merasakannya, sehingga permainan bukan dipandang sebagai hiburan semata. Ada banyak permainan di Indonesia ini. Namun terkadang kita kurang peka untuk mengambil nilai-nilai kehidupan yang terdapat pada tiap permainan, secara khusus permainan anak-anak. Anak-anak masa kini memiliki kecenderungan bermain dalam rangka have fun, mengisi waktu luang, dan beberapa ada yang kecanduan  bermain game online.

Anak-anak masa kini perlu dikenalkan kembali dengan permainan tradisional yang sangat gayut dengan nilai-nilai kehidupan yang secara tidak langsung mampu mematangkan karakter tiap anak. Dalam wadah Pekan Kreatifitas Mahasiswa, beberapa mahasiswa Sanata Dharma, yakni Melani, Nawas, Patris, Wena, dan Jati, mencoba mengangkat kembali permainan tradisional untuk menumbuhkembangkan karakter tiap anak. MBUKAK PERMEN GULA JAWA (Membangun Karakter Berbasis Permainan dan Lagu-lagu Dolanan Jawa pada Anak-anak Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Dukun, Magelang) merupakan kegiatan kreatif mahasiswa yang mendampingi anak-anak Dusun Tangkil, Magelang untuk mengenalkan nilai-nilai yang terkandung permainan tradisional Jawa.

Tidak banyak penyampaian materi yang dilakukan secara dogmatis. Tim tersebut hanya mendampingi dan mengenalkan permainan tradisional anak-anak karena dinamika yang natural akan lebih baik dalam konteks bermain. Sesekali, tim juga ikut dalam keceriaan bermain. Salah satu permainan yang seru adalah Bentengan. Permainan ini dibagi dalam dua kelompok yang saling berlawanan. Masing-masing kelompok harus mempertahankan bentengnya supaya tidak direbut oleh lawan. Permainan ini selain membutuhkan kelincahan juga butuh kecerdikan untuk merebut benteng llawan. Dalam tiap ppertemuan yang dilakuka tiap hati minggu, tim dan anak-anak terlihat akrab sehingga proes dinamika dapat berjalan dengan baik. Proses penyampainan nilai-nilai kehidupan selalu digali bersama anak-anak. (TIM)

  kembali