Tiga karya ilmiah dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dinyatakan lolos seleksi sebagai materi dalam Seminar Internasional Konseling Malindo 3 di Universitas Muhammadiyah Magelang yang diselenggarakan pada 29-30 Mei 2013. Ketiga dosen tersebut adalah Dra.M.J. Retno Priyani, M.Si.; Ag. Krisna Indah Marheni, S.Pd., M.A.; dan Drs. R. Budi Sarwono. M.A. Tiga dosen ini kemudian mempresentasikan makalahnya di hadapan para konselor dari Malaysia, Brunei Darusalam, dan peserta dari Indonesia dengan apresiasi penuh karena keunikan topiknya.
Retno Priyani mengangkat makalah berjudul A Strategic Program to Enhance Marital Well-Being. Materi itu menjadi makalah satu-satunya di bidang tersebut. Dikatakan, untuk menikah, mencintai saja belum cukup, para calon pengantin mesti mempertimbangkan kesiapan dan resiko masing-masing pihak dalam membangun keluarga yang bahagia. Seusai menyajikan makalah, seorang ibu muda peserta seminar langsung minta sessi konseling kepada Retno. Konseling dilakukan secara darurat di sudut aula yang relatif sepi, sehingga luput dari perhatian para peserta seminar yang lain. Klien nampak puas sehabis menumpah ruahkan perasaan dan air matanya. Beberapa peserta mengharapkan Retno bersedia hadir memberikan materi seputar perkawinan untuk teman-teman di daerahnya.
Krisna Indah dalam seminar itu membawakan makalah unik berjudul Counseling for Children Based on Toys Media (Animal Miniatur). Teknik konseling ini merupakan genre baru dalam konseling masa kini. Konseling pada anak-anak, menurut Indah, bisa dilakukan dalam setting bermain. Dengan media mainan, seorang konselor yang cerdik dapat memperoleh impresi tentang hubungan interpersonal klien dengan orang lain maupun dengan keluarganya. Selain itu, dengan alat yang sama klien dapat memproyeksikan emosi-emosinya sehingga terjadi katarsis yang menyehatkan jiwa mereka.
Pembicara lain dari BK-USD adalah Budi Sarwono yang membawakan makalah berjudul Truly Hypnocounseling. Topik ini benar benar fresh dalam dunia konseling di Indonesia, sehingga menjadi materi yang ditunggu oleh banyak peserta baik dari dalam maupun luar negeri. Banyak peserta yang minta kepada panitia agar Pak Er (nama sebutan peserta kepada Budi, diambil dari Singkatan nama Robertus) untuk tampil lebih dulu. Budi membawakan makalahnya disertai contoh-contoh nyata, misalnya bagaimana membuaat hypcotic sentence dan mengaplikasikan kepada peserta. Saat itu, Budi memberikan sebuah kalimat perintah bertingkat yang dilafalkan dalam satu hembusan nafas, seluruh peserta tiba-tiba berdiri. Mereka tidak menyadari apa yang tengah terjadi, sampai Budi menjelaskan bahwa kalimat itu adalah kalimat patron dalam hypnocounseling. (DS)




