Pada acara Final BPC (Business Plan Competition) 2013 di Ruang Driyarkara Gedung Pusat Kampus 2 Universitas Sanata Dharma (Sabtu 1/6), terpilih 5 kelompok dari 12 kelompok yang ikut serta dalam kompetisi yang bergengsi ini. Finalis lima besar tim wirausaha ini adalah Café Angkringan “Café 3 Ceret” (Co. Haris Witantyo), Skin of Cassava “Skovachips” (Co. Bunga Putri Gemilang), Soerabi lan Susu “Gendhis” (Co. Daniel Dwi Wahyu Ananta Jati), Morning Evening Yoghurt (Co. Yohanes Wien Tineka), dan Stup Pisang “Stupis” (Co. Robertus Bellarminus Leo). Masing-masing tim bersaing memaparkan proposal business plan dengan beragam produk yang unik, berkualitas, dan memiliki prospek yang menjanjikan.
Tim Juri yang menilai berasal dari program studi manajemen USD dan dari program studi Farmasi USD. Tim Juri menilai proposal business plan berdasarkan substansi, penyajian dan presentasi produk, kerjasama tim wirausaha, serta kualitas dalam tanya jawab. Setelah para juri menimbang-nimbang maka juri pun memutuskan Juara I adalah Stup Pisang “Stupis” yang diketuai oleh Robertus Bellarminus Leo, Juara II adalah Morning Evening Yoghurt yang dipimpin oleh Yohanes Wien Tineka, dan Juara III adalah Skin of Cassava “Skovachips” yang dikepalai oleh Bunga Putri Gemilang.
Kegiatan Business Plan Competition ini menjadi penutup dari rangkaian acara “Workshop and Business Plan Competition 2013” yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pelatihan Kewirausahaan (P3Kwu) USD. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan workshop penyusunan business plan bagi mahasiswa USD pada hari Sabtu (11/5). Workshop ini diikuti 95 mahasiswa dari berbagai program studi di USD. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangkitkan minat berwirausaha sejak dini bagi kaum muda di lingkungan USD”, papar Drs. Alex Kahu Lantum, M.S. selaku Kepala P3Kwu USD. Beliau juga amat sangat mengharapkan setelah para peserta mengikuti kompetisi ini usaha yang mereka buat dan dipresentasikan dapat terealisasikan dengan baik dan dalam bentuk nyata bukan hanya wacana yang terdapat dalam proposal saja.
Narasumber workshop, Djoko Raharto (Kabid. Ekonomi dan Moneter BI) yang salah satunya membidangi pengembangan ekonomi riil dan UMKM memaparkan bahwa wirausaha Indonesia baru sekitar 1,56%, sedangkan target mencapai 2,5% terciptanya wirausaha, sehingga peluang masih terbuka luas. Alex Kahu Lantum (Kepala P3Kwu USD) menjadi narasumber yang menjelaskan cara penyusunan business plan yang praktis. “Tidak ada bisnis tanpa masa depan”, imbuhnya. Oleh karena itu mari kita dukung kegiatan Business Plan Competitionyang akan diselenggarakan tahun depan. (siyu)




