USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Ekaristi Kaum Muda "3 Loves 1 Life" Fakultas Psikologi USD

diupdate: 14 tahun yang lalu


“EKM 3 Loves 1 Life, aku duta cinta!”, jargon yang coba dilontarkan oleh Acil untuk membakar api semangat kepada para panitia Ekaristi Kaum Muda sesaat sebelum penutup misa. Sudah menjadi kebiasaan bagi Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung untuk mengadakan misa Ekaristi Kaum Muda (EKM) setiap hari Minggu terakhir dari berbagai komunitas, salah satunya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma melalui Divisi Sosial dan Rohani yang berkesempatan untuk merayakan hari Tuhan dengan mengadakan Ekaristi Kaum Muda (26/05/2013). Misa yang bertemakan “3 Loves 1 Life” dipimpin oleh Romo Paulus Erwin Sasmita, Pr; Romo Dominico Octariano Widiantoro, SJ; dan Romo Yulius Sodah, MSC.
Latar pemilihan tema “3 Loves 1 Life” disesuaikan dengan tema besar dari gereja yaitu Tritunggal Mahakudus. “Panitia EKM kali ini memiliki tugas untuk membuat tema yang lebih dekat dengan kaum muda. Dengan berbagai keprihatinan kaum muda masa kini dan kemudian disangkut-pautkan dengan setiap bacaan misa yang berisi Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus, semuanya tidak dapat dipisahkan, dan semuanya menjadi satu kehidupan sehingga muncullah ide “3 Loves 1 Life ini” tutur Acil, selaku Ketua Panitia Ekaristi Kaum Muda “3 Loves 1 Life”.
EKM yang dihadiri oleh ratusan umat ini terlebih dahulu dibuka dengan sekilas visualisasi yang menggambarkan tentang penciptaan, mengadaptasi dari bacaan pertama yang berisi Tuhan menciptakan dunia termasuk manusia di dalamnya. Tidak hanya sebagai pembuka awal misa, ketika homilipun visualisasi yang kedua muncul, diadaptasi dari bacaan kedua. Visualisasi ini bercerita mengenai keprihatinan tentang kaum muda masa kini yang kurang teguh dan kurang yakin terhadap harapan mereka. Untuk menutupi rasa kurang teguh dan kurang yakin, kaum muda sekarang cenderung menghalalkan segala cara ke arah yang negatif seperti mabuk-mabukan, free sex dan menggunakan obat-obatan terlarang. Apabila dirunut sejak awal misa, panitia mengemas acara EKM untuk memudahkan para umat dalam memahami tema misa Tritunggal Mahakudus dengan visualisasi. Dapat dilihat dari visualisasi pertama yang menyimbolkan Allah Bapa, pada visualisasi kedua menyimbolkan Allah Putra dan Roh Kudus. Tidak ketinggalan juga, misa EKM semakin khidmat dengan diiringi oleh Paduan Suara Fakultas Psikologi “Angel Voice” yang melantunkan lagu-lagu gerejawi dengan baik.
“Tidak hanya di visualisasi dan EKM ini, tetapi diharapkan kita bisa membawa makna-makna dari acara ini keluar dalam kehidupan, terutama bagi para kaum muda”, harap Acil bagi kaum muda ke depannya. Setidaknya dengan adanya kegiatan EKM ini menggambarkan bahwa mahasiswa Universitas Sanata Dharma masih memiliki atensi kepada Yang Mahakuasa di tengah padatnya kesibukan menjelang akhir semester. (lsw)

  kembali