USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Malam Puncak Pemilihan Duta Sanata Dharma

diupdate: 14 tahun yang lalu


Putri Indonesia dan Miss Indonesia adalah dua dari banyak ajang kontes kecantikan yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam taraf Propinsi, kita pastinya mengenal kontes tersebut dalam area pariwisata seperti pemilihan dimas diajeng Jogja atau abang dan noni Jakarta. Rupa-rupanya di Universitas Sanata Dharma juga ada kontes dengan konsep yang sama yaitu pemilihan Duta Sanata Dharma yang disingkat Dusadha. Tanggal 24 Mei 2013 merupakan momen di mana malam puncak pemilihan Dusadha yang kedua kalinya digelar.
Grand final pemilihan dusadha ini diikuti oleh 10 finalis yang sudah melewati berbagai pelatihan dan juga seleksi dari banyak mahasiswa yang ambil bagian untuk bersaing menjadi yang terbaik. Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Ir. P. Wiryono Priyatamtama, S. J. selaku Rektor USD dan Dr. C. Kuntoro Adi, S.J., M.A., M.Sc. selaku Wakil Rektor III USD.
Layaknya model, kesepuluh calon Dusadha pada malam tersebut tampil dengan anggun dan maskulin. Mereka berjalan di atas karpet merah yang digelar memang khusus untuk mereka dengan elegan sembari menampilkan kepercayaan diri mereka masing-masing. Tentu saja, bukan hanya penampilan yang akan dinilai karena sebagai seorang duta pastinya mereka harus memahami USD dan berbagai macam hal yang terkait lebih dalam, oleh karena itu hadir pula 3 juri pada malam itu untuk mengukur pemahaman mereka tentang USD. Sepuluh finalis dari Dusadha ini pada akhirnya harus berusaha meyakinkan para juri bahwa mereka yang layak untuk menjadi Dusadha 2013.
Lorensius Imus Ventora (Farmasi 2011) dan Tika Galih Anggraeni (PBI 2010) terpilih sebagai Dusadha yang baru menggantikan Sebastianus Seno Kurniawan (PBSID 2010) dan Wuri Kinanti (Farmasi 2010) sebagai pasangan Dusadha sebelumnya setelah berhasil memukau juri dengan semua performa mereka di malam tersebut. Tentunya ini menjadi awal yang baru baik bagi Imus maupun bagi Tika sebagai Dusadha yang baru untuk bisa memenuhi ekspektasi publik USD. Carolus Ana One sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa menyatakan bahwa Dusadha ini sudah dipilih bersama oleh segenap keluarga besar USD, oleh karena itu Dusadha ini diharapkan untuk bisa menjadi Role Model bagi mahasiswa USD.
Tentunya masih panjang jalan yang harus dilalui pasangan Dusadha 2013 ini, namun pastinya program-program dan sepak terjang Dusadha ini masih akan menarik untuk disimak nantinya. Berbicara mengenai masalah program kerja ini, ada hal yang menarik disampaikan oleh ketua panitia pelaksanaan malam puncak pemilihan Dusadha, Indrias Pratama (PBI 2011), saat ditanya mengenai kelanjutan Dusadha ini, Indri menegaskan bahwa Dusadha ini masih ada dalam struktur BEM oleh karena itu BEM masih akan mendampinginnya dan di akhir wawancara, Indri mengindikasikan bahwa ada kemungkinan bahwa Dusadha tahun ini akan diikutkan dalam kontes pemilihan dimas diajeng Jogja. “Kalau itu memang bisa, bukankah itu sangat membanggakan, wakil daerah berasal dari USD. Iya bukan?” tutur Indri dengan penuh semangat. Walaupun masih sekedar wacana, tentunya hal ini akan menjadi sangat baik jika dapat terlaksana dan bisa terealisasi, namun tentunya tidak mudah dan membutuhkan banyak dukungan dari kita selaku keluarga besar USD. Oleh karena itu, mari kita doakan yang terbaik baik bagi Dusadha yang baru Imus dan Tika. Selamat untuk Dusadha yang baru. (dayc dan fo)

  kembali